jump to navigation

Yamaha MT Familly, 2 Dekade Master of Torque 18 Maret, 2019

Posted by proud2ride in Uncategorized.
add a comment

Keluarga motorsport Yamaha klan MT menasuki usia 20 tahun sejak pertamakali diperkenalkan tahun 1999. Sejak itu, keluarga MT alias Master of Torque bergantian hadir hingga saat ini.

Di Indonesia, Yamaha mengawali tahun 2019 dengan meluncurkan produk anyar MT-15 di Four Seasons Hotel, Jakarta. Pemumcurannya dihadiri oleh pembalap MotoGP Yamaha yaitu Valentino Rossi dan Maverick Vinales.

Momen peluncuran MT-15 yang merupakan pelengkap dari keluarga MT Series tersebut ternyata bertepatan dengan dua dekade perjalanan Yamaha MT dalam meramaikan pasar sepeda motor sport di berbagai belahan dunia.

Berikut ini perjalanan 20 Tahun Yamaha MT:

MT-01 Concept Model (1999)

Mengusung konsep “Kodo” atau Soul Beat, pengembangan MT-01 concept model sangat begitu memperhatikan segala elemen kunci yang dibutuhkan dalam menghadirkan pengalaman berkendara yang tak terlupakan.

Mulai dari irama dentuman mesin yang dihasilkan oleh kekuatan ledakan di ruang bakar, ritme bertenaga yang tercipta dari perubahan torsi, getaran suara yang timbul dari intake mesin dan knalpot, hingga detak jantung sang pengendara yang seluruhnya berkolaborasi dalam menghasilkan “Kodo”.

MT-01 (2004)

Merupakan model produksi masal pertama dari keluarga MT series yang mengawali debut di ajang INTERMOT, München, Jerman. Mengangkat konsep “Soul Beat V-Twin Sport”, MT-01 menyuguhkan mesin V-twin berkapasitas 1,670cc yang dipadukan dengan kerangka aluminium berbobot ringan dan sukses menghadirkan sensasi “Mega Torque” sesungguhnya kepada pengendara berkat besarnya torque yang dihasilkan oleh motor.

MT-09 (2014)

MT-09 merupakan versi generasi terkini dari keluarga MT series yang menawarkan ide-ide baru dalam proses pembuatannya. Ditenagai oleh mesin 3 silinder 846 cc in-line yang dikembangkan berdasarkan “Crossplane Concept” milik Yamaha yang memungkinkan motor menghasilkan tenaga lebih optimal.

Memainkan peran sebagai “Synchronized Performance Bike” dan “Master of Torque”, kehadiran MT-09 ditujukan untuk menawarkan gaya berekendara yang lebih menyenangkan sehingga sangat cocok digunakan oleh para masyarakat urban dalam mendukung mobilisasi sehari-hari dengan rentang kecepatan yang lebih terukur dan karakter penggunaan yang lebih bebas serta ekspresif.

MT-07 (2014)

Membawa konsep “Sports Passion Motorcycle with Smart Value”, MT-07 merupakan motor sport yang menawarkan keseimbangan antara kesenangan luar biasa dalam berkendara dan nilai biaya yang efisien.

Hadir dengan desain yang lebih stylish dan ramping serta mesin berkapasitas 689 cc in-line 2 silinder menjadikan MT-07 sebagai motor yang lincah dan nyaman untuk digunakan oleh para kaum urban yang memiliki tingkat mobilitas tinggi dan sangat peduli terhadap tampilan dalam berkendara.

MT-09 Tracer (2015)

MT-09 TRACER adalah model paling sporty, gesit dan nyaman yang dimiliki oleh keluarga MT. Pengembangannya didasarkan atas konsep “Sporty Multi-use Bike”, sehingga memungkinkan motor tersebut dapat mendukung segala jenis gaya berkendara di berbagi kondisi.

Menggunakan paket mesin serta sasis yang dimiliki oleh MT-09 namun dengan sedikit sentuhan perubahan yang disesuaikan dengan nomenklaturnya sebagai motor multi-fungsi.

MT-03 & MT-25 (2015)

Didasarkan atas konsep pengembangan bernama “Street Cheetah”, model-model ini menonjolkan beberapa keunggulan yaitu ringan, lincah dan mampu bekerja secara maksimal saat digunakan di area perkotaan.

Karakter yang dimiliki motor juga menawarkan kemudahan untuk penggunaan sehari-hari yang dikemas dengan gaya agresif yang mampu merefleksikan kecanggihan, kecepatan, dan ketangkasan laiknya seekor cheetah. Yamaha membekali MT-03 dan MT-25 pada bagian dapur pacu dengan mesin DOHC in-line 2 silinder berkapasitas 321cc (MT-03) dan 250cc (MT-25).

MT-10 (2015)

MT-10 merupakan flagship dan penghuni top of pyramid dari keluarga MT series yang muncul pertama kali pada gelaran EICMA Show di Milan, Italia dan sukses menarik perhatian ribuan mata para pengunjung berkat tampilan desainya yang berotot, agresif dan sporty.

Didukung dengan mesin Crossplane Crankshaft berkapasitas 998cc yang ditempelkan pada rangka aluminium Delta Box, memungkinkan motor tersebut mampu menghasilkan tenaga serta torsi melimpah yang membuat penggendara dapat dengan mudah mengkontrol sang “Monster” sesuka hati.

MT-10 juga turut menghadirkan keserbagunaan seperti MT-09 TRACER berkat beragam teknologi yang diusungnya. Dengan berbagai atribut yang dimiliki oleh roadster unik dari Yamaha ini, maka sangatlah pantas jika MT-10 diberi label sebagai “The King of MT.”

MT-15 (2018)

MT-15 merupakan model teranyar dari keluarga MT series yang baru beberapa waktu lalu diperkenalkan kepada publik Indonesia oleh pebalap Yamaha MotoGP yaitu Valentino Rossi. Memiliki tampilan desain lebih sangar dengan karakter agresif khas keluarga MT, terutama pada bagian wajah motor yang sudah mengadopsi teknologi Projector LED.

Body motor dibuat lebih padat dan berotot, namun tetap kompak sehingga memungkinkan motor bermanuver dengan lebih lincah. MT-15 telah dilengkapi pula dengan suspensi Up Side Down yang efektif meningkatkan handling dalam berkendara. Untuk urusan dapur pacu, motor ini telah dibekali dengan mesin berkapasitas 155cc yang dilenngkapi dengan teknologi VVA.

Asia Talent Cup-Buriram, Pebalap Honda Indonesia Harumkan Indonesia 18 Maret, 2019

Posted by proud2ride in Uncategorized.
add a comment

Para pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) menjaga tren positif raihan podium saat menyelesaikan dua balapan seri ke-2 ajang Asia Talent Cup (ATC) 2019 di Chang International Circuit, Buriram, Thailand yang digelar Sabtu-Minggu (16-17/3).

Nama Indonesia harum berkat torehan pebalap Afridza Munandar yang mentaih podium tertinggi pada balapan pertama (16/3), disusul raihan podium ketiga pada balapan kedua (17/3).

Pada balapan pertama, Sabtu (16/3), Afridza Munandar bersama M Adenanta Putra dan Herjun Atna Firdaus menguasai barisan depan dalam pertarungan yang cukup sengit sejak bendera start dikibarkan.

Namun sayang, di lap akhir, Adenanta membuat beberapa kesalahan sehingga harus puas finish di posisi 5. Sementara Afridza akhirnya merebut kemenangan pertamanya, dan Herjun berada di posisi 7.

Sementara itu, dua pebalap binaan AHM lainnya, Abdul Gofar dan M Hildhan Kusuma masing-masing hanya mampu finish ke-11 dan 13. Gofar tidak melakukan start dengan baik, sehingga harus terjebak di rombongan kedua. Hildhan juga terjebak di rombongan belakang dan harus puas finish di barisan tengah.

Pada balapan kedua, Minggu (17/3), Afridza Munandar kembali berhasil finish podium. Pebalap 18 tahun asal Bogor, Jawa Barat ini mengamankan 16 poin dengan meraih podium ketiga setelah bertarung sengit di barisan depan bersama rekannya sesama lulusan Astra Honda Racing School, Adenanta Putra.

Adenanta dan Afridza konstan berada di depan dan berkali-kali bergantian memimpin lomba. Di lap 14, salah satu pebalap jatuh dan terjadi insiden dengan pebalap AHM yang berada tepat di belakangnya, Herjun Atna Firdaus. Kejadian tersebut mengharuskan panitia lomba menghentikan jalannya balap. Alhasil, hasil balap yang diambil adalah posisi terakhir para pebalap pada lap 13.

“Alhamdulillah saya kembali berhasil meraih podium. Pertarungan sangat ketat. Di lap 14 saya sebetulnya sudah memimpin balapan dan bersiap menuju lap terakhir. Namun, muncul red flag yang membuat balapan dihentikan lebih awal yang membuat saya harus puas di posisi 3. Agak mengecewakan bagi saya karena saya sedang dalam posisi memperebutkan juara,” kata Afridza.

Adenanta turut merasakan kecewa yang mendalam. Dia beberapa kali mampu memimpin jalannya balapan, hingga 2 lap terakhir muncul red flag yang membuat balapan berakhir lebih cepat. Sayangnya saat red flag, dirinya sedang berada di posisi keempat.

Sementara itu, dua pebalap binaan AHM lainnya, Abdul Gofar, sepanjang balapan berada di tengah dan sulit ke depan karena padatnya rombongan. Sementara M. Hildan Kusuma jatuh di lap 2 karena ditabrak pebalap lain dari belakang. Hasil balapan ke-2 ini melengkapi agenda seri 2 di Buriram dengan hasil yang baik.

GM Marketing Planning and Analysis AHM A. Indraputra mengatakan peluang sukses pebalap Indonesia di ajang ATC ini sangat terbuka lebar demi mengharumkan nama bangsa mengingat seri ATC masih panjang.

“Kegigihan para pebalap muda binaan AHM ini diharapkan mampu membuahkan hasil terbaik. Pembinaan balap berjenjang AHM diharapkan menjadi inspirasi generasi muda lainnya untuk berprestasi hingga level tertinggi,” ujar Indraputra.

Setelah hasil seri kedua ini, Adenanta mantap berada di peringkat 4 klasemen dengan raihan 53 poin. Di bawahnya, peringkat ke 5 ditempati Afridza dengan 52 poin. Sedangkan Herjun di peringkat 7 dengan 32 poin. Sementara itu, Abdul Gofar di posisi ke-10 dengan koleksi 21 poin, dan Hildan di posisi 16 dengan 10 poin.

Peluang pebalap Indonesia menjadi kampiun ATC untuk pertama kalinya sangat terbuka. Ajang pencarian bibit balap kelas dunia dari Asia gagasan Dorna itu masih menyisakan 4 seri lagi hingga akhir tahun, dan masing-masing seri diselenggarakan dua balapan untuk perebutan poinnya.

Seru-Seruan Honda Vario Club di Millenial Road Safety Festival 17 Maret, 2019

Posted by proud2ride in Uncategorized.
add a comment

Event Millenial Road Safety Festival 2019 digelar seru oleh Polda Metro Jaya pada Sabtu (16/3). Honda Vario Club Indonesia (HVCI) menjadi salah satu bagian dari ribuan komunitas motor yang ikut meramaikan kegiataan ini.

Kegiatan ditandai dengan rolling city dari Lapangan Ditlantas Promter Polda Metro Jaya dan berakhir di Taman Parkir Timur Senayan. Bikers riding massal membawa pesan safety kepada semua pengguna jalan di Ibukota.

Oleh Polri, Millenial Road Safety Festival ditargetkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas. Acara ini menyasar generasi millenial atau generasi yang lahir antara tahun 1980 dan 2000.

Sedangkan data korban kecelakaan lalu lintas dari tahun 2017-2018, di dominasi dari kalangan millenial. “Sekitar 55 persen korban adalah millenial,” kata yusuf.

Mulai dari pagi hari beberapa member perwakilan dari masing-masing club HVC yang berpartisipasi sudah menuju titik kumpul yang sudah ditentukan penyelenggara. Yakni Kemang Village Jakarta Selatan dan Daan Mogot (RM Simpang Raya) Jakarta Barat.

Total sebanyak 50 bikers dari Honda Vario Club Indonesia (HVCI) yang ikut berpartisipasi di kegiatan ini. Sebanyak 46 bikers berasal dari Honda Vario Club (HVC) Jakarta, 2 orang dari HVC Depok, 1 orang dari HVC Purworejo, 1 orang dari HVC Brebes dan 1 orang dari HVC Jonggol. Termasuk didalamnya ada 4 orang ladies bikers HVCI.

Banyak aktivitas yang seru pada puncak acara ini mulai dari aksi safety riding, atraksi BM Polwan, terjun payung, motor besar akrobatik, santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas serta deklarasi keselamatan berkendara dari seluruh peserta.

Dalam pengundian doorprize, HVCI sangat beruntung karena salah satu bikersnya, yaitu Bro Leo dari HVC Depok mendapatkan hadiah Doorprize berupa 1 buah sepeda motor. “Ga nyangka bisa dapat doorprize motor, hadiahnya akan dipakai untuk kegiatan sehari-hari,” kata Leo.

Bani Kiswanto selaku Wakil Ketua Umum HVC Jakarta menyambut baik event Millenial Road Safety Festival 2019. Safety riding adalah pola dasar dalam tertib berkendara serta upaya meningkatkan keamanan dalam berlalu lintas.

“Safety riding seharusnya sudah menjadi budaya yang berjalan dengan baik dan contoh bagi masyarakat agar tertib berlalulintas. Club maupun komunitas yang tergabung diharapkan menjadi pelopor utama dalam keselamatan berkendara di jalan raya,” ujar Bani.

HPCI Tangerang, Ramaikan Millenial Road Safety Festival 2019 17 Maret, 2019

Posted by proud2ride in Uncategorized.
add a comment

Sebanyak 3.000 bikers Jabodetabek meramaikan kegiatan Millenial Road Safety Festifal 2019 yang berlangsung Sabtu (16/03/2019). Event ini diramaikan oleh bikers dari sejumlah komunitas, termasuk HPCI Tangerang Chapter.

Dari info yang didapat P2R, bikers telah berkumpul di Lapangan Promoter Polda Metro Jaya dengan berpakaian khas masing-masing club untuk menghadiri acara yang membawa pesan safety ini.

Acara di buka dengan Touring Lintas Millenial. Sebelum touring, dilakukan briefing oleh pihak Polda Metro Jaya. Dari lapangan ini, bikers memulai riding mengelilingi sejumlah jalan di Ibukota.

Dari Polda Metro Jaya, rombongan bertolak menuju kawasan Parkir Timur Senayan dengan tertib berlalu lintas. Rute yang dilalui adalah Semanggi – Patung Senayan.

Dari sini iring iringan bikers yang membawa pesan safety ini berputar balik menuju Semanggi – Bundaran HI – Patung Kuda dan Monas – Harmoni – Tomang Slipi – Jl layang Ladogi/Farmasi – Pintu 10 GBK depan TVRI dan finis di Gelora Bung Karno (GBK).

HPCI Tangerang Chapter menyambut antusias event safety riding ini. Bro Derry dari HPCI Tangerang mengatakan, rombongan mereka berjumlah sekitar 30-an bikers. “Kami menyiapkan perwakilan untuk touring ini dengan semangat. Rekan-rekan sudah berkumpul sejak pagi dan mengikuti rangkaian acara hingga selesai,” ungkapnya.

Di Parkit, acara kampaye keselamatan digelar dengan heboh. Sejumlah hiburan dihadirkan. Antara lain, menampilkan akrobatik motor HDCI dan Penampilan BM Polwan serta 20 penerjun payung membawa bendera Indonesia, bendera tribrata dan bendera MRSF.

Bikers dan seluruh peserta dihibur oleh Netral Ban, Geisha, dll. Acara makin meriah berkat paduan MC Ade Jigo dkk artis seperti Omesh, Ramzi, Okan dll. Yang menarik lainnya bagi bikers tentu saja pembagian doorprize yang heboh. Ada 10 unit motor, 10 sepeda, 10 HP Android, 200 helm SNI serta 100 kartu Brizzi dll.

ATC Seri 2 Buriram, Astra Honda Racing Team Kejar Podium 16 Maret, 2019

Posted by proud2ride in Uncategorized.
add a comment

Hanya sepekan setelah putaran pembuka di Losail International Circuit, Qatar, seluruh tim balap ajang Idemitsu Asia Talent Cup (ATC) beralih ke Chang International Circuit, Buriram, Thailand untuk melaksanakan putaran ke-2, akhir pekan ini.

Lima pebalap Indonesia dari Astra Honda Racing Team (AHRT) siap bersaing kembali, melanjutkan raihan positif yang diperoleh di Losail. Mohammad Adenanta Putra punya modal paling besar, karena di seri pertama berhasil naik podium tiga pada race ke-2, dan peringkat keempat pada race 1.

Saat ini pebalap Magetan, Jawa Timur, berusia 14 tahun itu berada di peringkat ketiga klasemen dengan raihan total 29 poin.

Modal cukup baik juga dikantongi Herjun Atna Firdaus yang mencatatkan hasil menjanjikan pada debutnya di ATC setelah berhasil mengunci gelar juara Thailand Talent Cup tahun lalu. Pada seri perdana di Losail, pebalap asal Pati, Jawa Tengah tersebut finish di posisi 6 dan 4 pada dua race, dan kini menduduki posisi ke-5 klasemen.

ATC seri Thailand ini ternyata menjadi yang ditunggu-tunggu oleh Herjun. Pengalaman setahun balap di Negeri Gajah Putih menjadi tambahan modal baginya. “Hasil yang cukup baik di Qatar menambah kepercayaan diri saya. Selain itu, saya juga sudah mengetahui karakter sirkuitnya saat ikut Thailand Talent Cup 2018. Semoga saya mampu meraih kemenangan di Thailand, untuk Indonesia,” ujar Herjun.

Pebalap Indonesia lainnya, Afridza Munandar, menapaki tahun kedua di ajang ATC ini dengan lebih banyak pengalaman. Memori baik tahun lalu bagi Afridza adalah meraih podium di Chang International Circuit. Pekan lalu di Qatar, dia finish di urutan kelima dan saat ini bertengger di posisi ke-9 klasemen.

Sementara itu, pendatang baru lainnya dari AHRT di ajang ATC 2019 ini juga berhasil meraih poin saat balap pertama di Qatar. Abdul Gofar Mutaqim saat ini berada di peringkat ke-11 dengan 9 poin, sementara M. Hildhan Kusuma di urutan ke-15 dengan koleksi 7 poin.

Balapan ATC seri kedua di Buriram akan dilakukan sejauh 16 putaran, digelar Sabtu (16/3/2019) pada pukul 14.30 WIB, dan Minggu (17/3/2019) pukul 11.45 WIB. Balapan berbarengan dengan putaran kedua World Superbikes Championship.

Peminat Super Cub 125 Meningkat, di Jakarta Aktivitasnya Tinggi 15 Maret, 2019

Posted by proud2ride in Uncategorized.
add a comment

Motor bertampang spesial, Honda Super Cub C125 mulaieningkat peminatnya. Mengusung bodi lawas, motor ini hadir pertamakali pada tahun 1958 silam. Hebatnya, hingga kini model yang diusungnya tetap legendaris timeless dan unik.

Kabar baik dilayangkan oleh Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang, PT. Wahana Makmur Sejati. Untuk penjualan Super Cub C125 sepanjang 2019 menunjukkan peningkatan. Hingga awal Maret telah diperoleh pemesanan hingga 200 unit.

Diperkenalkan sejak Agustus 2018, komunitasnya di seputar Jakarta terkoordinir dengan baik. Beberapa kali event digelar terkait pada kesamaan hobi tersebut.

Ingin tampil beda di jalan, itulah awal pemilik Honda Super Cub C125 riding bareng beberapa kali di Jakarta. Meski belum memiliki identitas komunitas resmi, namun keseruan riding bareng mereka tidak kalah seru dengan komunitas yang telah melengkapi diri dengan nama dan logo.

Sejak Desember 2018, pemilik Super Cub 125 intens bertemu, bersosialiasi dan berkumpul. Di akhir tahun itu juga dalam sebuah night ride dari bilangan Cinere menuju Monas, akhirnya mereka sepakat untuk membuat group komunikasi pesan whatsapp dengan nama Pemburu C125.

Selain group Whatsapp ini beberapa kegiatan juga aktif dibagikan melalui media sosal instagram  @c125Indonesia. “Kami sangat apresiasi dengan pemilik Honda Super Cub C125 khususnya di Jakarta. Mereka mulai aktif lakukan beragam kegiatan yang didasari kesamaan hobi terhadap motor tipe klasik Honda yang kini lahir kembali,” jelas Marketing Communication Wahana, Andra Friandana.

Pekan lalu, pemilik Honda Super Cub C125 kembali lakukan kegiatan riding bersama dengan tema ‘Honda C125 Motorun’. Perjalananan diawali dari Cipete – Senayan dan finish di salah satu gerai perlengkapan outdoor di Radio Dalam.

Pada kesempatan ini mereka juga membicarakan kelanjutan organsiasi. Dibahas juga pembuatan logo untuk anggota yang tergabung dalam C125 Cub Indonesia.

“Selaku main dealer motor Honda jakarta Tangerang, kami ucapkan apresiasi kepada konsumen yang telah memilih produk Super Cub C125 ini. Kami juga akan mendukung segala kegiatan positif konsumen yang ingin membentuk komunitas pecinta C125,“ tambah Andra yang kerap riding dengan pemilik Honda Super Cub C125.

Gila ! Lorenzo Membalap dengan Bahu Patah Pas di GP Qatar 14 Maret, 2019

Posted by proud2ride in Uncategorized.
add a comment

Ada apa dengan Jorge Lorenzo ? Memainkan debutnya bersama Repsol Honda Team di GP Qatar 2019, dengan susah payah. Dia memulai balapan dari posisi 15 dan menyelesaikan lomba di posisi 13. Lorenzo tak gahar pada balapan malam tersebut.

Pembalap Spanyol ini mengaku kecewa karena ini bukan debut impiannya. “Kami harus memahami hal-hal negatif yang memengaruhi hasil ini. Tapi finis di kondisi kritis seperti ini rasanya tak terlalu buruk. Beruntung saya tak mengalami cedera tambahan, dan ini penting,” ujarnya.

Namun apa yang sesungguhnya terjadi. Dari pemeriksaan dokter di Eropa usai balapan, dipastikan juara dunia tiga kali di kelas utama ini mengalami patah tulang rusuk. Ngilu mendengarnya. Ini artinya, Lorenzo membalap dalam kondisi amat sakit.

Kondisi ini diterimanya setelah terjatuh cukup keras pada sesi latihan bebas ketiga (FP3) di MotoGP Qatar, Sabtu (9/3/2019). Sakit tak dihiraukannya, Lorenzo tetap melanjutkan semua sesi tersisa, bahkan hingga ke balapan keesokan harinya.

Sebelumnya lagi, Lorenzo juga masih dalam pemulihan paska operasi patah tulang scaphoid pergelangan tangan kirinya. Di Qatar, tim medis di sirkuit masih mengizinkannya untuk membalap.

Lorenzo mengatakan, sejak mengalami kecelakaan sebelum MotoGP, dia kesulitan kembali menemukan ritme berkendara yang maksimal. “Saya memulai musim ini dengan cedera scaphoid, lalu mengalami kecelakaan hebat yang membuat kami gagal masuk babak Q2,” tuturnya.

Usai balapan Lorenzo mengaku menahan rasa sakit di area punggung dan bahunya selama menjalani balapan. Hebatnya, dia masih bisa finish dan mengemas tiga poin di seri perdana MotoGP 2019.

Jarak antara GP Qatar dengan GP Argentina hanya 2 pekan saja. Lorenzo bertekad untuk pulih segera hingga bisa berlaga lagi. Sementara dari pihak terkait, belum ada larangan untuk Lorenzo tampil pada MotoGP Argentina 2019.

Dia bertekad bisa pulih dalam dua pekan. Kita sama-sama mendoakan agar salah satu jagoan MotoGP ini bisa beraksi di Autodromo Termas de Rio Hondo pada 29-31 Maret mendatang. Semoga !

Honda CB190SS, Bertampang Retro Siap Hadang Kawasaki W175 14 Maret, 2019

Posted by proud2ride in Uncategorized.
add a comment

Laju motor retro Kawasaki W175 bakalan gak lancar. Selama ini W175 berjalan sendiri tanpa ada yang mengganggu. Nah, Honda siap menghadangnya dengan menghadirkan lawan di kelas yang seimbang, yakni Honda CB190SS. Widih, model apa lagi nih dari Honda ?

Secara mengejutkan, Honda CB190SS diperkenalkan di negeri Cina oleh Wuyang Honda pertengahan Maret 2019 ini. Sebagaimana diketahui China selama ini bukanlah negara utama dalam launching motor gress. Karena biasanya ada di Jepang, Eropa, atau Asia Tenggara.

Dari namanya, CB190SS mengambil DNA para kakak tertuanya. Motor naked bike dengan tampang retro alias klasik. Honda menyebiutnya, Neo Sport Cafe. Dikutip dari Zigwheels, CB190SS dikembangkan dari naked bike CB190R yang sudah meluncur sebelumnya di negeri ini.

CB190SS dibuat dengan tampang klasik yang ditandai oleh lampu bundar LED pada bagian depan. Kesan klasik juga ditempelkan di sejumlah bagian mulai dari tangki, buritan hingga joknya. Kerennya lagi, CB190SS sudah hasil dengan suspensi upside down.

Motor ini juga sarat dengan fitur modern seperti hadirnya DRL serta lampu LED. Sentuhan modern dan klasik hadir pada speedometer merupakan kombinasi antara digital dan Analog.

Untuk dapur pacu, CB190SS menggendong mesin SOHC dua katup injeksi satu silinder berkapasitas 184cc yang dapat memproduksi tenaga 16,8 PS pada 8000 rpm dan torsi 16,3 Nm pada 7.000 rpm. Dengan transmisi lima-kecepatan. Rem ABS menempel di kedua rodanya.

Melihat trend terkini, Honda Wuyang yakin, CB190SS bakal mendapat respon bagus di pasar China. Namun, Wuyang belum mengabarkan, berapa Yuan harus dikeluarkan untuk menebus motor keren ini.

Selanjutnya, apakah akan diekspor juga ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia? Pasalnya dengan besar mesin seperti ini, amat cocok untuk pasar Indonesia yang suka motor sport cc bawah harga minimalis. Kita tunggu kawan !

Jadi Chapter Baru, PCX Club Tangerang Membesar dengan Ratusan Bikers 13 Maret, 2019

Posted by proud2ride in Uncategorized.
add a comment

Dulu nama wadah bikers Honda PCX di wilayah Jakarta dan sekitarnya bernama Jadeta Chapter. Jadeta akronim dari Jakarta Depok Tangerang, di mana ketiga kota ini melebur menjadi satu chapter HPCI (Honda PCX Club Indonesia).

Awal Maret 2019 lalu, Jadeta membubarkan diri dalam sebuah gathering dan Mubes di Villa Zaitun, Puncak-Bogor, Jawa Barat. Masing-masing kota membentuk chapter sendiri. Jakarta Chapter, Depok Chapter dan Tangerang Chapter.

Semakin banyaknya bikers yang masuk sebagai anggota menjadi alasan tiga wilayah ini berdiri sendiri-sendiri. “Meski begitu, silaturahmi dan persaudaraan kami masih sangat kuat,” ungkap Bro Hery Abod Humas HPCI.

Peresmian serta pemilihan ketua chapter ketiganya berlangsung saat Mubes tersebut. Bro Dery dari HPCI Tangerang Chapter mengatakan, usai deklararisi di Puncak, rombongan langsung memperkenalkan diri di acara Honda Premium Matic Day, di Mall TangCity, Minggu (3/3).

Sebagai chapter baru, Tangerang berkembang cukup pesat. Anggato club berasal dari tiga wilayah Tangerang yakni Tangkot, Tangkab dan Tangsel. Total terdata member HPCI Tangerang Chapter mencapai 146 bikes.

Untuk menguatkan silaturahmi dan persaudaraan, HPCI Tangerang Chpater melakukan kopi darat alias Kopdar tiap jumat atau malam Sabtu di dua tempat.

Pada minggu 1 dan 3 digelar di Astra Biz Center BSD. Sementara pada minggu 2 dan minggu ke 4 di Tangcity Mall. Digelar juga kopsan (Kopdar Santai) pada malam Minggu di Citra Raya.

“Warga Tangerang yang mempunyai motor PCX dan ingin bergabung dengan HPCI Tangerang Chapter bisa datang ke lokasi Kopdar atau menghubungi ke pengurus HPCI Tangerang Chapter Bro Vikhi (081318433370), Bro Rahman Ridho (081311952849) dan Bro Yudi (081397689762),” ujar Bro Sandi selaku Ketua Chapter HPCI Tangerang.

Muklada Sarampuech, Si Tomboy Sikat 23 Pembalap Cowok 13 Maret, 2019

Posted by proud2ride in Uncategorized.
add a comment

Melihat fotonya berdiri gagah di atas podium utama, masih berbaju balap lengkap serta topi yang hanya menyembulkan rambut tipis cepaknya, banyak yang kecele jika Muklada Sarampuech adalah seorang perempuan.

Penampilan si tomboy ini memang seperti kaum adam, gagah. Namun, sisi femininnya tetap muncul. Gaya berfoto cucok meong seperti perempuan nongol jiga mana kala gembira tampil sebagai juara pada balapan kedua Asia Road Race Championship (ARRC) 2019 seri perdana di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (10/3).

Hari itu, Muklada bersama Honda CBR250RR menyikat 23 pembalap pria di kelas AP250cc hingga tampil sebagai juara. Hasil ini bagaikan penebusan baginya, setelah hasil buruk sehari sebelumnya pada balapan pertama, Sabtu. Dia gagal finis.

Hadirnya Muklada di ajang balap ARRC membuat persaingan antara pembalap lelaki dan perempuan cukup tipis. Ternyata perempuan juga bisa berprestasi di antara dominasi pembalap pria

Muklada membuktikannya. Tergabung dalam tim A.P. Honda Racing Thailand itu, prestasinya patut diperhitungkan. Tahun lalu dia menembus posisi 7 di antara 24 pembalap pria pada klasemen akhir. Muklada sukses merebut sekali podium pertama.

Tahun 2019, Muklada tak lagi sendirian. Masih membalap di kelas AP250, dia ditemani satu pembalap lainnya, yakni Liu Junmei asal Taiwan yang membalap untuk tim balap asal Indonesia, Bike Corner SYS KYT Racing Team.

Jika Muklada sanggup menjadi juara, Junmei masih beradaptasi. Dalam dua kali balapan di ajang debutnya ini, dia baru menembus posisi 18 pada dua balapan. Junmei memang tak maksimal karena gagal mengikuti sesi test terkait sepeda motornya yang tertahan di customs.

Junmei diplot menunggangi Yamaha YZF-R25 milik Rapid Topan tahun lalu. Namun, karena masalah motor tadi, dia terpaksa menunggangi motor dengan mesin cadangan serta rangka pinjaman dari Yamaha CKJ. Kita lihat hasil maksimal dia di balapan selanjutnya.