jump to navigation

Apa Kabar Mario Iroth? Hari ke-100 Tiba di Tanzania 1 Februari, 2018

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags: , ,
trackback

5713F3A7-CCF7-4E3B-9BC7-34C7C3AC4181

Sudah 100 hari Mario Iroth meninggalkan Indonesia untuk menjelajah Benua Afrika hingga ke sebagian Eropa, lalu Asia dan finish di Indonesia. Awal Februari ini, Mario mengabarkan dalam kondisi baik dan terus melakukan riding di benua Afrika.

Pada hari ke-100 bersama sang motor Honda CRF250 Rally, leader Wheel Story ini menembus wilayah Tanzania. Di speedo meter motor adventure tersebut tertera perjalanan sudah Km : 14569

Dar es Salaam, Tanzania
Tanzania menjadi negara ke-9 dalam penjelajahan ini. Dia masuk negara ini dari border Kasumulu sebelah selatan Tanzania. Kesan pertama ketika riding di Tanzania sekitar 112 km menuju kota Mbeya, pemandangan alam yang begitu memukau. Suasana tentram dan sejuk.

Pegunungan hijau dan pedesaan (rumah beratap seng) lalu sepeda motor lagi mangkal alias tukang ojek juga ada. “Dan yang bikin kaget ketika saya melewati perkebunan teh berasa seperti riding di Jawa Barat. Saya pun berhenti di sebuah warung untuk istirahat, walaupun kebanyakan tidak bisa berbahasa Inggris namun warganya ramah dan sopan,” kisah Mario.

Perjalanan dilanjutkan ke arah Timur. Dari Mbeya menuju Ibukota Tanzania, Dar es Salaam yang persis berada di pesisir Timur negara ini. Lumayan masih panjang, kira-kira masih harus menempuh jarak sekitar 800 km lebih. Kota pemberhentian pertama sebelum Dar es Salaam yaitu Iringa.

B464F218-A9DC-4715-BA73-7EC9515DBCA8

Perjalanan kesana sungguh menyenangkan. Jalan aspal yang lebar dan luas dan juga pemandangan alamnya yang berbeda dari sebelumya. Tampak pegunungan berbatu dan mulai banyak pedesaan dan juga ramai hilir mudik truk-truk logistik.

Di Tanzania memang pom bensin selalu ada di setiap distrik atau ‘wilaya’ sama dengan Wilayah dalam Bahasa Indonesia. Jadi dia tak perlu kawatir soal bensin. Makananpun ramai yang jual. Tinggal lihat lokasi yang ramai dan dipenuhi kursi serta parkiran sudah pasti jualan makanan, karena disini punya sawah jadinya nasi menjadi makanan pokok juga.

Di jalur menuju Morogoro melewati hutan yang membelah gunung, jalanan menjadi banyak kelokan dengan tikungan tajam bikin asik riding di jalur ini karena ngantuk jadi hilang. Di Morogoro sendiri ada jalur melewati Mikumi National Park. Sejauh 50 km, diharuskan berkendara dengan speed limit 30 km/jam dan dilarang memotret atau akan kena denda.

“Saya sangat menikmati jalur ini karena berbagai binatang liar terlihat dari pinggir jalan, mulai dari Jerapah, Zebra, banteng, Gajah hingga Impala dan kalau beruntung bisa lihat kelompok Singa juga, tapi kalau kita lewat pakai motor kayaknya serem juga jalur ini,” ceritanya.

0F776B80-E97D-42C1-A07D-6927AA0B8268

Dar es Salaam memang kota macet tapi tak semacet Jakarta, untunglah sigap dan lincah karena sudah biasa dengan kemacetan di Jakarta jadi macet di kota ini masih kategori normal. Banyak kendaraan roda 3 sebagai kendaraan umun juga selain taksi, mini bus dan motor taxi alias ojek.

Tak lupa Mario mampir ke KBRI di Dar es Salaam, dan bersama staff PenSosBud di KBRI Dar es Salaam, penjelajah Indonesia ini diliput oleh beberapa media ternama di Tanzania, diantaranya di interview oleh Capital TV & Azam TV dan beberapa media cetak. Wahh seru banget! Mantab Mario!

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: