jump to navigation

Selamat Mario Iroth! Tuntaskan Jelajah Afrika, Café Town (Afsel) ke Cairo (Mesir) 25 April, 2018

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags:
trackback

74C16F6B-5391-462D-A596-893A979628E2

Sudah 190 hari Mario Iroth bersama serial petulangannya Wheel Story menjelajah Benua Afrika. Saat speedometer sepeda motor Honda CRF250Rally menembus angka 25.166 Km, penjelajah Indonesia ini merampungkan petualangan fenomenalnya di Afrika, mulai dari Café Town di Afrika Selatan hingga cairo di Mesir.

Memasuki Mesir, sebuah kenangan indah mereka terima dari aparat setempat. Mario Iroth bermotor bersama rekannya Lilis yang merekam perjalanan mendapat perlakukan istimewa berupa pengawalan kepolisian secara estafet. Keren!

Semua berawal dalam perjalanan dari Luxor menuju Hurghada sebuah kota wisata di tepi laut merah. “Tiba-tiba kami diberhentikan oleh polisi di check point antara Luxor dan Kena. Mereka mengecek paspor kami lalu menjelaskan rute bermotor kami sambil diajak minum the,” cerita Mario dalam emailnya pada pekan ketiga April 2018.

AD35AF04-18E2-4459-B0AF-FC594211186A

Sudah 30 menit pemeriksaan, Mereka belum juga disuruh pergi. Terlihat polisi dalam pos sibuk lewat radio, tak berapa lama ada polisi dengan kendaraan double cabin datang, terlihat 2 orang polisi memegang AK-47 duduk di belakang.

Paspor keduanya dipegang polisi yang duduk di depan dengan Bahasa Inggris ala kadarnya, dia menyuruh Mario mengikuti mobilnya. Setelah 40 km mereka tiba di Qena, lalu di Kantor Polisi sudah siap mobil yang lain lengkap dengan pasukan bersenjata. Paspor selanjutnya diberikan ke Polisi di mobil itu dan terlihat polisi di belakang memberi tanda supaya ikuti mobil tersebut.

“Saya melihat GPS dan benar mengarah ke Hurghada. Ohh rupanya para polisi ini sedang melakukan tugasnya, mereka sudah saling kontak sesuai jalur yang saya berikan lalu melakukan pengawalan hingga sampai tujuan. Ok, escort yang ke-2 ini rupanya Polisinya suka ngebut, 120 km/jam di jalan raya dan saya was-was kalau nanti tidak ada bensin di tengah perjalanan,” ujar Mario.

F3812D29-5B09-4F44-A086-F1324A07375A

Masih sekitar 200 Km lagi sampai Hurghada. Setiap jarak 30 km akan ada polisi yang lain yang sudah standbye di pinggir jalan lalu polisi sebelumnya akan balik ke posnya lagi. Mereka secara estafet escort 1 motor berplat Indonesia. Memang terlihat tidak ada motor lain di highway ini. Pada Escort berikutnya, Mario berpesan agar berhenti di Pom Bensin, dan responnya baik.

Hingga sore tiba, Mario pun tiba di hotel yang sudah dipesan di Hurghada bersama polisi yang escort. Ini escort yang ke 7. Polisi memastikan semuanya aman dan lalu mereka pergi. Karena lumayan capek dikawal polisi, Mario dan Lilis hanya menikmati keindahan laut merah sebentar saja dari belakang hotel. Terakhir kali keduanya menikmati pantai di Dar Es Salam, Tanzania.

Hari berikutnya mereka bergerak pagi-pagi supaya udara masih sejuk. Masih sekitar 480 km menuju Cairo. Dalam perjalanan mengikuti jalan raya sepanjang pesisir laut merah hingga Ain Sokhna. Luar biasa pemandangan pantainya yang berwarna tosca, namun angin bertiup kencang dari arah berlawanan hingga bermotor jadi kurang nyaman.

Dan tiba tiba ada lagi polisi buntutin motor mereka. Untung kali ini tidak ada yang escort jadi bisa bebas berhenti dan juga istirahat makin bisa diatur. Sekitar 120 Km sebelum Cairo, Wheel Story memilih ikut jalan tol dengan biaya masuk sekitar 5 Egypt Pound. Dari atas jalan tol padang gurun mulai diisi oleh bangunan tinggi, mulai ramai kendaraan.

B63B465B-4F48-4F3A-8A4B-8A39862D99F4

Sesampai di Cairo, suasana kotanya tak kalah dengan Jakarta yang macet, padat dan semrawut. Suasana seperti ini tidak mengherankan kalau gaya bawa motor lebih menegangkan dari Jakarta. Kebetulan hotel keduanya menginap persis di pusat kota, tak jauh dari sungai Nil dan Egyption Museum Cairo.

Sudah di Mesir tapi belum melihat iconnya sepertinya belum lengkap. Hanya 15 Km dari Cairo menuju Giza, disanalah Pyramid berdiri kokoh. Sayang motor tidak bisa masuk. “Penggantinya saya menunggangi unta untuk melihat pyramid dari dekat bersama dengan patung Sphinx yang spektakuler. Akhirnya Wheel Story bisa melengkapi petualangan di Afrika dari Cape Town ke Cairo,” tutur Mario. Selamat kawan! Semoga lancar juga menembus Eropa.

Komentar»

1. ardiantoyugo - 25 April, 2018

mantabh banget nih…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: