jump to navigation

e-Tilang Diterapkan Oktober 2018, Dijamin Tak Salah Tangkap 17 September, 2018

Posted by proud2ride in lalu lintas.
Tags: ,
trackback

A33F2C7D-51E8-4EC5-8650-771F2AE95959

Kepolisian segera menerapkan tilang elektronik untuk wilayah Jakarta. Setelah menunda beberapa kali, uji coba e-Tilang ini akan diberlakukan bulan depan alias Oktober 2018. Uji coba akan dilakukan di sejumlah titik jalan protokol di Ibukota Negara ini.

Polisi memastikan akan menggunakan peralatan canggih terbaru dengan teknologi modern. Karena itu, dijamin e-Tilang tidak salah sasaran. Mekanisme yang berlaku dijamin tidak meleset hingga salah tangkap.

Untuk tahap pertama dalam ujicoba ini, kamera CCTV akan ditempatkan di Jalan Jenderal Sudirman dan dan Jalan MH Thamrin, Jakarta. Dalam bekerja, CCTV high definition akan merekam data pelanggaran. Antara lain, wajah pengemudi, nopol dan ciri ciri fisik kendaraan. Dari sini, data akan dikirim ke pusat monitoring.

Proses selanjutnya, polisi mengirim surat bukti pelanggaran elektronik ke pemilik kendaraan disertai foto pelanggaran. Polisi bisa juga mendatangi rumah sesuai data kepemilikan kendaraan yang terekam melakukan pelanggaran.

Pelanggar wajib membayar denda dengan cara transfer ke virtual account tertera di bank BRI. Jika dalam 2 minggu tak ada pembayaran denda, STNK otomatis terblokir. Sementara itu untuk denda maksimal adalah Rp500.000.

Untuk sementara e-Tilang ini baru bisa menjangkau kendaraan berplat nomor B. karena data belum terintegrasi secara nasional.

Palanggaran lalu lintas yang terjerat dalam model tilang terbaru ini antara lain, melanggar marka dan rambu, melanggar batas kecepatan, melanggar jalur khusus bagi kendaraan tertentu, kelebihan daya angkut dan dimensi, menerobos lampu merah, melawan arus, mengemudi tanpa kendali, tidak menggunakan sabuk keselamatan, mengemudi sambil menggunakan ponsel.

E2F6519C-5FED-4BD7-BC2D-6AEAD2604CC3

Polisi mengungkapkan, saat ini jumlah kendaraan di Jakarta cukup tinggi, sebanyak 18 juta unit. Di antaranya, 4 juta unit kendaraan roda empat dan lebih serta 14 juta unit kendaraan roda 2 dan angkutan umum. Sementara kendaraan dari luar kota rata rata ada 10% perhari.

Dari e-Tilang ini kepolisian berharap agar pengguna jalan bisa berlaku lebih beradab. Masyarakat pun bisa lebih tertib dan patuh pada aturan. Di sisi lain penindakan bisa cepat dan bebas pungli. Selanjutnya petugas lalu lintas bisa dikurangi.

Sejumlah negara maju juga sudah menerapkan e-Tilang ini. Antara lain, Inggris, Amerika, Singapura dan Turki. Nah, kita berharap masyarakat bisa menerima aturan baru ini hingga bisa lebih berhati hati di jalan raya, tak melanggar aturan yang berlaku. Jika sudah begini, jalan raya yang ramah pun akan menjadi pemandangan indah di Ibukota Negara. 

Komentar»

1. Bintang - 18 September, 2018

Klo kendaraane dipinjem piye? Mosok kendaraan dipinjem yg ngelnggar yg minjem yg didenda pemilik kendaraan e?

2. Tyo - 18 September, 2018

ya tetep yg kena yg punya bro
tar tinggal dicek jem segitu siapa yg melanggar, peminjam yg mana?

3. Bintang - 20 September, 2018

Makin runyam tuh bukti yg pinjam siini siitu khan gak ada bisa jd yg punya juga lupa atau mlh gak tau jam segitu kendaraannya dipake siapa…
Aparat khan juga cuma punya data pemilik kendaraan .
Palagi klo pake mobil atau helm fullface kagak keliatan tuh pengendaranyaa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: