jump to navigation

Dimas ke Moto2 2019: Ini Deretan Pembalap Nasional yang pernah Jajal MotoGP 6 Oktober, 2018

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags: , , ,
trackback

364D59B7-A703-47C9-91C5-703AF35C7E10

Dimas Ekky Pratama mengalami promosi karir balap tahun 2019. PT Astra Honda Motor yang membinanya bersama sejumlah sponsor telah menyatakan pembalap 25 tahun asal Depok, Jawa Barat ini resmi membalap di ajang MotoGP kelas Moto2.

Kepastian soal masa depan Dimas ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers, Jumat (5/10) di. Dimas Ekky akan membalap di GP Moto2 2019 full seri. Dia dipilih sebagai pebalap andalan Idemitsu Honda Team Asia, mewakili bakat-bakat terbaik dari belahan bumi Asia. Idemitsu Honda Team Asia merupakan tim balap yang berpengalaman di ajang GP.

Dengan bergabungnya Dimas di Moto2, dia menambah deretan pembalap Indonesia yang terjun di kancah balap dunia tersebut. Sebelumnya, pada tahun 2013, dua pembalap Indonesia merasakan kerasnya balapan di Moto2. Mereka adalah Doni Tata Pradipta dan Rafid Topan Sucipto. 

Topan tahun sebelumnya juga membalap di kelas ini bersama tim yang sama dengan status wild card. Sementara Doni Tata, juga pernah terjun di kelas ini saat masih bernama MotoGP kelas 250cc tahun 2008. Namun selama dua kali berlaga di ajang MotoGP, prestasi pembalap asal Sleman Yogyakarta ini tak terlalu menonjol.

6F878529-A150-4049-AF9E-2CE33F8A6604

Foto: Doni Tata

Doni Tata baru mencetak satu poin -finis ke-15, pada balapan Moto2 Australia di sirkuit Phillip Island. Doni menempati peringkat 28 klasemen sementara Moto2. Tim balapnya Federal Oil Gresini terpaksa mengakhiri kebersamaan dengan Doni di musim balap 2013.

Sementara itu, Rafid Topan Sucipto yang memperkuat tim QMMF Racing Team asal Qatar juga bernasib sama. Rider asal Jakarta ini hanya sekali membuat kejutan Saat mengawali race dari grid 5, tepatnya di MotoGP Jepang tahun 2013, meski di sirkuit Motegi dia gagal finis. Topan gagal meraih satu poin pun. Capaian terbaiknya finis di posisi ke-20.

Jatah Wild Card

Selain pembalap di atas yang merasakan balapan penuh semusim, ada juga beberapa pembalap lainnya yang tembus di ajang dunia dengan status wild card. Di antaranya M. Fadli yang mendapatkan kesempatan emas sekali dari tim JIR Moto2. Sayang saat itu dia gagal finis.

Selanjutnya Petrus Tobun Canisius. Pembalap Yamaha Indonesia ini mendapatkan jatah wild card di ajang Grand Prix 1996 kelas 125cc yang berlangsung di Sirkuit Sentul. Sayang juga Tobun hanya sanggup finis di posisi buncit.

A50605FD-D4AA-451D-A0FD-B0C9BA85E5E7

Foto: Rafid Topan

Selain Tobun di kelas yang sama, Ahmad Jayadi juga mendapatkan jatah wild card di ajang Grand Prix 1996 kelas 125cc. Jagoan Suzuki ini juga bernasib sama dengan Tobun, finis di barisan belakang.

Setahun berikutnya giliran pembalap Rudi Arianto yang beruntung dapat jatah tersebut. Di kelas 125cc di Grand Prix musim 1997 di Sirkuit Sentul tersebut, pebalap Yamaha ini gagal finis. 

Kita berharap, Dimas Ekky akan menorehkan prestasi lebih baik dari para seniornya ini. Berkaca dari prestasi, Dimas punya bekal berupa sederet gelar kejuaraan dunia yang sudah ditorehkannya.

Antara lain, juara di ajang Suzuka 4 Hours Endurance Race, juara Asia Road Racing Championship yang digelar di Sentul tahun lalu, hingga mengibarkan bendera Merah Putih untuk pertama kalinya di ajang CEV Moto2 European Championship dengan berdiri di podium ketiga pada seri Catalunya 2017.

2843A91C-7501-47E8-8464-DCCF36B14D88

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: