jump to navigation

PCX Gredek, Honda Siap Tangani dengan Syarat-Syarat Ini 23 April, 2019

Posted by proud2ride in Honda, Merk.
Tags: , , ,
trackback

E964CF6F-F5C3-49C6-9CE2-1A5B2D8353DD

Honda PCX tengah digoyang. Seorang konsumen yang tak puas pada kondisi Honda PCX-nya, membuat serta melayangkan petisi dalam platform change.org. 

Petisi yang dibuat oleh Andreas Priyanto itu mendapat respon dari warganet. Dalam petisi  ada tiga hal yang dikeluhkan yakni Gredek di RPM rendah, Tarikan gas berat dan kasar di RPM rendah dan motor mendadak mati. 

Atas petisi tersebut, AHM mengajak konsumen untuk segera menghubungi bengkel jaringan AHASS untuk mendapatkan jalan keluarnya. “AHM terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi semua konsumen Honda jika mengalami kendala dengan sepeda motornya agar dapat nyaman digunakan kembali,” ujar Didi Kwon, GM Marketing AHM.

Meski begitu, petisi ini belum menjadi sebuah persoalan besar bagi AHM atas produknya. Karena tak semua motor mengalami hal ini. Akan dicek apa yang menjadi sebab timbulnya keluhan-keluhan tersebut.

General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin menjelaskan bahwa sepeda motor Honda yang diproduksi AHM sudah melalui standar pengecekan kualitas yang ketat sebelum dikirim ke konsumen.

Kata Muhib, recall itu bagian dari tanggung jawab produsen. Namun untuk persoalan masalah PCX ini AHM memastikan tidak ada rencana recall. Sebagaimana temuan P2R, tak semua konsumen PCX menemukan keluhan yang sama. 

Bahkan petisi ini tak mengurangi minat masyarakat untuk membeli skuter maxi ini. Indentnya cukup tinggi. Daftar antri ini membutuhkan waktu satu sampai dua bulan. “Selama bulan Januari sampai dengan Maret 2019 penjualannya hampir 60.000an unit.

Nah, sebagai usaha mengedepankan kepuasan konsumen, jika suara gredek tak kunjung hilang, konsumen dapat melakukan klaim ke bengkel resmi Honda.

Namun dengan beberapa syarat. Antara lain, ada buku servis, odometer di bawah 10.000 km, perawatan rutin di AHASS, dan belum ada modifikasi. 

“Contoh, kalau ada yang mangkoknya sudah dimodifikasi seperti dibolongi ya gak bisa klaim,” ujar Achmad Ghofur kepala mekanik AHASS 001 Dewi Sartika, Cawang, Jaktim sebagaimana dikutip gridoto.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: