jump to navigation

Motor Listrik SDR Dari Jabar, Ngetop Setelah Ditunggangi Gubernur Emil 10 Juli, 2019

Posted by proud2ride in Produk Baru.
Tags:
trackback

FC5BD155-5B54-4DA0-8547-2570CF9E9AAF

Sebelumnya tak banyak yang tahu soal motor listrik SDR. Namun setelah Gubernur Ridwan Kamil menjajal, menunggangi sekaligus menjadikannya salah satu motor dinasnya, SDR langsung ngetop namanya.

Dalam tahap awal ini, motor listrik SDR dirakit di Bandung, Jawa Barat. Untuk selanjutnya, SDR akan diproduksi di Cirebon. “Saat ini pembangunan pabrik sudah mencapai progres 70% dan akan akan selesai tahun ini,” jelas Soegeng Rijadi, pemilik PT Arindo Pratama, produsen sang motor.

Kemunculan motor listrik SDR mengingatkan akan sosok Mobil Esemka yang tiba-tiba meroket dari Solo setelah dipopulerkan Walikota Solo saat itu Joko Widodo yang kini presiden RI.

Jika Esemka mandek diproduksi masal, Sugeng meyakinkan bahwa motor listrik SDR segera diproduksi massal bersamaan dengan selesainya pembangunan pabrik. Pabrik ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat umum yang menginginkan motor listrik SDR.

Sebagai produksi Jawa Barat dan dirakit di Ibukota Provinsi, SDR menarik hati Gubernur Emil yang memilihnya menjadi motor operasional sebagai orang nonor satu di Jawa Barat. Kang Emil memilih motor listrik bergaya streetfighter.

Emil pun menguak kehebatan motor listrik ini. Antara lain karena praktisnya. Serta mendukung program langit biru yang mengurangi polusi udara. “Charging 1 jam cukup untuk 80 km,” kata Kang Emil.

Selain untuk dirinya, Emil juga akan memproyeksikan motor ini sebagai motor pesantren-pesantren di Jawa Barat untuk mencari nafkah. “Bulan depan akan dihibahkan oleh perusahaan tersebut ke masjid-masjid sebagai alat usaha DKM dengan sistem bagi hasil,” jelas Emil.

C693DAC6-01C4-49EA-AA73-C8958BA34ACC

Selain motor street fighter, PT Arindo Pratama juga akan mempersiapkan dua motor listrik dengan model yang lainnya. Izinnya sudah diajukan ke Dirjen Industri Logam Alat Transportasi dan Elektronika.

Dua motor itu adalah model trail dan model pakai gear tapi listrik. Jika motor model Kang Emil harganya 40an juta, model terbaru akan lebih mahal, sekitar 70an juta. Pasalnya, keduanya dibekali baterai lithium.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: