jump to navigation

Motor Klasik Pak Tino Sidin Tahun 1978 Dilelang Rp. 40 Juta 9 September, 2019

Posted by proud2ride in Event, Merk, Suzuki.
trackback

D40C5B70-2885-458D-BECE-2D604FF3A276

Sebuah sepeda motor penuh sejarah milik tokoh legendaris lukis Indonesia di masa TVRI Jadul yakni Pak Tino Sidin dilelang. Setelah direstorasi oleh modifikator Tanah Air Tommy Dwi Djatmiko, motor Suzuki FR80 ini tampil kinclong. Aura klasik sang motor menyembul menawarkan keindahan motor bebek masa lalu.

Sepeda motor keluaran tahun 1978 berwarna hijau ini dulunya menjadi kendaraan Pak tino Sidin. Sang motor yang telah berusia 41 tahun ini juga masih ber-STNK dengan nama Tino Sidin beserta alamatnya di Kadipiro, Bantul, Yogyakarta.

Tommy yang dikenal dengan nama Mastom ini memang kolektor sepeda motor klasik Suzuki dengan aneka model. Dia juga pernah merestorasi sepeda motor milik Yon Koeswoyo hingga membuat personil Koesploes itu terharu bisa menemukan barang sejarah masa lalunya.

2639CA50-F518-448A-924C-CC999A6A087E

Saat ini sang motor dengan nama “Ya Bagus” tengah dilelang dalam pameran tunggal Mastom Riding With The Wind di Galeri Yuliansyah Akbar, jalan Cigadung, Kota Bandung.

Lelang dilakukan dengan system online via media sosialnya di @mastomcustom. Lelang yang dimulai sejak 22 Agustus 2019 ini dibuka hingga 11 September 2019.

Ternyata, motor klasik yang cukup langka ini diminati masyarakat pecinta motor klasik. Awalnya, lelang dibuka di angka Rp.25 juta. Disebutkan hingga 2 minggu lelang dibuka, sudah enam calon pembeli melakukan penawaran dengan harga terakhir Rp. 40 juta.

C722E521-9023-4E0F-8BB2-370DA504D39C

Para peminatnya, ungkap Mastom berasal dari kalangan kolektor seni, kolektor sepeda motor klasik hingga masyarakat umum yang pernah punya sejarah dengan Suzuki FR80. “Beberapa peminat juga pernah berkunjung langsung melihat motor ini,” ungkapnya.

Apakah Mastom tak sayang dengan motor klasik yang menarik ini? menurut pengakuannya, kegiatan yang dilakukannya ini sebagai jalan memberikan edukasi sejarah kepada generasi milenial.

Melalui media sosialnya dengan lelang motor klasik ini, dia bisa menceritakan soal Pak Tino Sidin yang pada masanya menjadi inpirasi kalangan muda.

DB026E67-9703-4A4F-9625-A9DD628FFDC0

Sebetulnya, kata Mastom, sayang juga dengan melepas motor ini melalui lelang. “Tapi kalo saya koleksi sendiri, nggak akan tersiar beritanya kalo ada motor bersejarah. Ini sumber inspirasi saya, nggak perlu dimiliki tapi dibuat sesuatu yang berguna.

Dengan cara ini, terang Mastom, generasi milenial bisa tahu siapa Pak Tino Sidin. Okeh Mastom yang juga juri sejumlah kontes modifikasi nasional, hasil penjualan sang motor sebanyak 50% disumbangkan untuk museum Taman Tino Sidin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: