jump to navigation

Musim Hebat Lorenzo Berakhir, 18 Tahun di MotoGP dengan 5 Kali Juara Dunia 15 November, 2019

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags: ,
trackback

608EEF24-FBED-44A0-8D84-07DBE8B5D530

Satu lagi pembalap papan atas harus mengakhiri karir balapnya dengan lebih cepat. Jumat (15/11) di sela-sela rangkaian balapan seri terakhir MotoGP Valencia, secara resmi Jorge Lorenzo menyampaikan pilihannya untuk pensiun dari MotoGP.

Cidera yang panjang selama musim 2019 membuat performa Lorenzo terus menurun. Sepanjang 2019 bersama Repsol Honda Team prestasinya terpuruk. Dia tak pernah mencapai finish 10 besar.

Padahal sebelumnya Lorenzo adalah pemilik 5 gelar juara dunia, 3 di antaranya juara di kelas utama MotoGP. Sejak meninggalkan Yamaha dan bergabung dengan tim Ducati tahun 2017, prestasi menjauh darinya.

Total, Lorenzo telah menjalani balapan menakjubkan selama 18 musim di MotoGP. Dia melakukan debut di Kejuaraan Dunia 125cc pada tahun 2002, dengan momen absen pada hari pertama Grand Prix pertamanya karena masih terlalu muda, 15 tahun.

Pada balapan keempat, ia berhasil mencetak poin pertamanya, dan finish terbaiknya tahun itu adalah yang ketujuh, diambil di Rio de Janeiro. Setahun kemudian di Rio, dia memenangkan Grand Prix pertamanya.

Tahun berikutnya dia meraih tiga kemenangan dan empat podium yang membuatnya finish di urutan keempat. Hasil ini menjadi modal kuatnya untuk pindah ke mesin 250cc pada tahun 2005.

Di kelas ini, Lorenzo langsung menuai prestasi dengan mengambil enam podium sebagai rookie, dan gelar pertamanya hampir tiba saat tahun 2006 dengan kemenangan beruntun. Dia mengambil Kejuaraan Dunia pertamanya setelah musim yang menakjubkan.

Pada 2007 Lorenzo mempertahankan mahkota dan melakukannya dengan lebih hebat, sembilan kemenangan yang luar biasa. Dari hasil ini, Yamaha menyatakan pinangannya.

Tahun 2008, Lorenzo yang debut di MotoGP langsung naik podium di kedua balapan pertamanya. Dia juga naik ke tangga teratas untuk pertama kalinya hanya dengan penampilan ketiganya. Sayang dia bertarung dengan cedera dan akhirnya juara dunia menjadi milik Valentino Rossi rekan satu timnya.

C863A5DA-57C9-4AFB-B91E-1228B2F95A93

Tahun 2009 pembalap Spanyol ini bangkit kembali namun Rossi masih perkasa dan merebut kembali gelar juara dunia.

Tahun 2010, menjadi miliknya. Lorenzo naik podium di 12 balapan pertama tahun itu, hanya satu yang merupakan tempat ketiga. Total 9 kemenangan diraihnya untuk menjadi juara dunia pertamakalinya.

Setelah melewati tahun sulit di 2011, Lotenzo kembali bangkot di tahun 2012. Gelar juara langsung diraihnya di musim pembuka. Dengan enam kemenangan, Lorenzo meraih gelar juara dunia keduanya.

Pada 2013, Stoner pensiun sementara Rossi kembali ke Yamaha dan Marc Marquez melakukan debut di MotoGP. Juara bertahan vs pendatang baru, dengan pertempuran sengit hingga musim terakhir di Valencia. Marquez akhirnya meraih juara dunia pertamanya. Keperkasaan Marquez berlanjut di 2014.

Tetapi tahun 2015 Lorenzo kembali dan meraih juara dunia ketiganya di kelas utama. Musim ini dilakui dengan dramatis berupa pertarungan Lorenzo vs Rossi. Sejumlah insiden membuat panas keduanya di lintasan. Yang terbesar adalah di Sepang ketika Rossi menjalani penalti membalap dari belakang grid.

Tahun 2016 menjadi musim terakhir Lorenzo bersama Yamaha setelah bersama selama sembilan musim. Bersama garputala, dia mengemas 44 kemenangan, 107 podium dan 39 posisi pole.

9814F87D-6891-4C6A-8986-A4976426B8D0

Kepindahannya ke Ducati tahun 2017 ternyata cukup sulit. Prestasi Lotenzo menurun. Meski di tahun keduanya mulai berkembang dengan baik. Tahun 2019, Lorenzo memilih bergabung dengan Honda. Tapi cedera menyerang lagi, dan patah tulang belakang mengganggunya di musim ini dan membutuhkan pemulihan yang panjang.

Dalam keadaan sakit, dia tak pernah meninggalkan arena hingga menuntaskan musim di seri akhir di Valencia. Pemilik nomor balap 99 ini mengumumkan pengunduran dirinya di akhir musim pada balapan terakhir, mundur di kandang sendiri, dan salah satu tempat yang ia kuasai.

Catatannya mengatungi MotoGP selama 18 musim dia meraih 68 kemenangan, 152 podium, 69 posisi tiang dan 37 putaran tercepat. Inilah perjalanannya, juara dunia lima kalu yang segera dilantik sebagai salah satu legenda MotoGP berikutnya.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: