jump to navigation

Air Coolant, Awas Jangan Diganti dengan Air Biasa! 22 Maret, 2021

Posted by proud2ride in Tips & Trik.
Tags: ,
trackback

Motor yang menggunakan radiator, ada air coolant di dalamnya. Namun, jika habis, jangan mengganti air coolant dengan akr keran atau air biasa.

Dikutip dari Grid.oto, efeknya mengganti air coolant dengan air biasa dalam jangka pendek memang belum tentu terasa.

Namun untuk jangka panjang, Anda akan menyesal. Soalnya, air coolant punya kelebihan-kelebihan ini, yang tentunya tidak dimiliki air keran.

Kelebihan Coolant untuk Motor

Bagi Anda, terutama pemilik motor matic dengan silinder yang sudah diperbesar alias bore up, berikut ini kelebihan coolant yang harus dipahami.

1. Coolant mampu melepas panas lebih baik

Jika memiliki motor matic bore up, sebaiknya Anda jangan tanggung-tanggung dalam memilih coolant. Soalnya ternyata, coolant yang berkualitas bagus, mampu melepas panas hingga 10% lebih baik dibanding coolant bawaan motor. Apalagi kalau dibandingkan air keran.

2. Coolant mengandung EG

Tak seperti air keran, coolant mengandung ethylene glycol (EG). Fungsinya untuk meningkatkan titik didih coolant. Soalnya kalau kepanasan, motor jadi overheat. Nah, coolant baru akan mendidih ketika suhunya mencapai 127 derajat Celcius. Sementara itu, air biasa sudah mendidih pada 100 derajat Celcius.

3. Coolant memiliki zat aditif

Selain itu, coolant pun ternyata memiliki zat tambahan atau zat aditif yang berperan dalam mencegah korosi maupun karat akibat air keran. Jadi, penggunaan coolant memang disarankan terutama untuk motor dengan jalur air yang kecil.

Bagaimana Jadinya Jika Terlanjut Menggunakan Air Keran untuk Radiator?

Nah, setelah membaca kelebihan coolant, Anda mungkin ingin segera Kembali mengisi radiator dengan coolant, setelah sebelumnya ‘dipaksa minum’ air keran. Namun, apakah boleh mengisi radiator memakai coolant, setelah terlanjur menampung air keran?

Sebelum menggantinya dengan coolant, ada beberapa bagian dalam sistem pendinginan yang harus diperiksa, yaitu kipas waterpump, selang radiator, thermostat, hingga radiator itu sendiri. Jangan sampai ada yang berkarat. 

Jadi, apabila ada bagian yang berkarat, Anda harus menggantinya terlebih dahulu, sebelum mengisi radiator dengan coolant. Soalnya kalau tidak diganti, akan berisiko bocor di kemudian hari. 

Selain itu, karat juga berpotensi menghambat jalur air, sehingga proses pendinginan pun tidak maksimal. Nah, jangan ganti air coolant motor kamu dengan air keran ya!

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: