jump to navigation

Waspada! Debt Collector Rampas Kendaraan di Jalan Adalah Pelanggaran 24 April, 2021

Posted by proud2ride in lalu lintas.
Tags:
trackback

Praktek debt collector yang mengambil paksa kendaraan di tengah jalan memang berkurang aksinya. Namun, tindakan ini masih tetap saja terjadi di beberapa lokasi. Padahal praktek ini telah dinyatakan terlarang.

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) kembali menegaskan bahwa tindakan debt collector yang merampas kendaraan di di jalan tidak dibenarkan oleh hukum. Debt collector dilarang asal mengambil barang dari tangan debitur.

Debt collector tidak berhak menyita barang, debt collector tidak berhak datang ke tempat untuk menyita barang walaupun barang itu sudah fidusia,” tegas Ketua Komisi BPKN Rolas Sitinjak di acara Ngabuburit Consumer Talks dikutip dari channel YouTube BPKN, Sabtu (24/4/2021).

Disebutkannya, sudah ada regulasi yang mengaturnya bahwasanya jika debt collector melakukan penagihan harus didampingi oleh polisi yang mempunyai surat tugas, jadi tidak bisa lagi sembarangan,

Regulasi yang dimaksud salah satunya adalah Peraturan Kepala Kepolisian RI Nomor 8 Tahun 2011 tentang Pengamanan Eksekusi Jaminan Fidusia. Fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan, dengan ketentuan bahwa bendang yang hak kepemilikan dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda.

Dalam aturan tersebut disebutkan kepolisian berwenang memberikan bantuan pengamanan pelaksanaan putusan pengadilan atau eksekusi jaminan fidusia. Jadi tidak bisa sembarangan. 

Debt collector wajib didampingi penegak hukum yang membawa surat tugas bila hendak menyita barang debitur.

“Dulu itu tidak diatur jadi kita ndak heran mendengar bahwasanya ada tiba-tiba mobil dirampas tengah jalan oleh debt collector, ada motor, atau apa,” sambungnya.

Untuk itu, bila masyarakat masih menemui praktik seperti ini segera melaporkan hal ini kepada BPKN yang kini bisa lewat aplikasi BPKN 153.

“Sebagai lembaga negara BPKN menerima pengaduan, di aplikasi store 153, BPKN 153 bisa melakukan pengaduan,” imbuhnya.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: