jump to navigation

Alex Marquez Gabung Repsol Honda, Juara Dunia Bersaudara Dalam 1 Garasi 19 November, 2019

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags:
1 comment so far

293DE39E-587B-442E-9714-DA48201DE889

Ketika Jorge Lorenzo secara mendadak menyatakan mundur dari MotoGP di seri akhir MotoGP 2019 di Valencia, banyak yang berandai-andai bakal ada satu grand design dari Honda Racing Corporation (HRC) untuk pasukan balapnya di tahun 2020.

Lorenzo mundur memang beralasan kuat, akibat cidera panjang yang tak kunjung sembuh. Honda tak ingin musim 2020, mereka hanya mengandalkan Marc Marquez saja di balapan yang makin kompetitif. Kontrak juara dunia 3 kali di kelas utama ini harus diputus meski masih tersisa setahun lagi.

Agenda besar Honda akhirnya terjawab sudah. Selasa (19/11), tim pabrikan ini mengumumkan telah resmi meminang Alex Marquez yang notabene adalah adik kandung Marc Marquez.

HRC mengumumkan bahwa Alex Marquez diikat kontrak satu tahun untuk menunggangi Honda RC213V di musim 20020.

Sebelumnya, disebut-sebut, para pengganti Lorenzo tersebut adalah pembalap Honda di tim satelit seperti Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) atau pembalap Zohann Zarco yang tiga seri akhir menggantikan pembalap Honda LCR Idemitsu yang cidera.

Bumi pun dibuat gonjang ganjing oleh berita ini. Artinya akan ada dua Marquez bersaudara di garasi Honda pada musim balap 2019. Ini menjadi catatan sejarah tersendiri di era balap modern, ada dua kakak tangguh dalam tim balap papan atas.

Namun memilih Alex memang sebuah kebijakan yang tepat di antara deretan pembalap hebat saat ini. Pembalap 23 tahun ini sudah matang di kelas Moto2 yakni selama lima tahun. Dan di musim 2019, dia akhirnya sukses menjadi juara dunia Moto2.

Tampil sebagai yang terbaik di kelas Moto2 adalah modal terkuatnya melaju ke kelas utama dengan salah satu tim terbaik di ajang balap terkakbar di dunia ini. Sebelumnya, dia juga tercatat sebagai juara dunia di kelas Moto3 yang dilakoninya selama tiga tahun.

Namun, banyak yang khawatir, balapan nantinya kurang seru. Pasalnya, Alex yang merupakan adik dan sebagai pembalap kedua dalam satu tim, kurang berani adu kekuatan. Untuk hal ini, Marc memberi garansi sebagai pembalap professional. Kata dia, persaingan harus tetap kompetitif. Meski satu garasi, Marc menyatakan tak akan mendikte tim sebelah.

Keuntungan bagi keduanya adalah, dengan kedekatan sebagai sudara kandung, akan sulit muncul friksi atau persaingan rekan satu tim. Dengan begitu, Marc mengaku akan tetap focus mengejar gelar juara dunia. Untuk urusan ini, tiada ampun meski pun dia adik kesayangannya, hehehe….

Di Seri Akhir MotoGP 2019, Marquez Ogah Kasih Gelar Buat Quartararo di Valencia 18 November, 2019

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk, Yamaha.
Tags: ,
add a comment

 

6A6D506A-E775-461C-AB9A-1882F3EEDCF1

Prestasi Fabio Quartararo di musim balap 2019 cukup cemerlang. Sebagai pembalap debutan, dia termasuk sebagai salah satu raja pole position dan berkali-kali menutup balapan dengan capaian podium. Namun, nasibnya sungguh sial, meski 7 kali berdiri di podium, namun dia gagal pecah telur sebagai juara seri MotoGP.

Pembalap Petronas Yamaha SRT ini hanya sanggup mencapai posisi finish kedua. Sialnya, dia selalu gagal ke puncak karena Marc Marquez. Pembalap Repsol Honda ini beberapa kali tampil beringas dan merebut juara Quartararo hanya beberapa saat menjelang finish.

Gagal mencapai podium juga dialami oleh Quartararo di seri pamungkas MotoGP 2019 di Valencia, Spanyol. Di Sirkuit Ricardo Tormo pada Minggu (17/11) dia berlaga sebagai pemilik pole position, membalap paling depan.

Sementara di belakangnya ada Marquez dan Jack Miller. Namun, lagi-lagi Marquez mengambil alih posisi pertama. Hal ini dilakukan Marquez dengan lebih cepat yakni saat balapan masih berlangung tujuh lap.

Meski telah menjadi juara dunia MotoGP sejak balapan di MotoGP Thailand, Marquez tak mengendurkan daya juangnya untuk menjuarai sisa musim. Termasuk di Valencia, di hadapan para pendukungnya sebagai tuan rumah. Kemenangan ini menjadi koleksi ke-12 Marquez dari 18 seri yang digelar.

Di sisi lain, perjuangan Marquez untuk selalu menjadi juara setiap musim memperlihatkan bahwa dia ogah memberi gelar buat Quartararo. Padahal, pembalap Prancis ini ingin sekali mendapatkannya sebagai titik awal keberadaanya di MotoGP. Jika menjadi juara di Valencia, dia akan menjadi pebalap tim satelit Yamaha pertama yang meraih kemenangan di Sirkuit Ricardo Tormo.

Namun, Quartaro masih bisa bersyukur dengan hasil akhir di musim 2019. Selain bisa menembus klasemen lima besar di tahun perdanananya bersama para jagoan dunia, dengan poin 192 dia meraih gelar gelar pebalap independen terbaik, mengalahkan Jack Miller (Pramac Ducati) yang mengumpulkan 165 poin.

Hasil Balap

  1. Marc Marquez – Repsol Honda (RC213V)
  2. Fabio Quartararo – Petronas Yamaha (YZR-M1)
  3. Jack Miller – Pramac Ducati (GP19)
  4. Andrea Dovizioso – Ducati Team (GP19)
  5. Alex Rins – Suzuki Ecstar (GSX-RR)
  6. Maverick Viñales – Monster Yamaha (YZR-M1)
  7. Joan Mir – Suzuki Ecstar (GSX-RR)
  8. Valentino Rossi – Monster Yamaha (YZR-M1)
  9. Aleix Espargaro – Factory Aprilia Gresini (RS-GP)
  10. Pol Espargaro – Red Bull KTM Factory (RC16)
  11. Tito Rabat – Reale Avintia Ducati (GP18)
  12. Mika Kallio – Red Bull KTM Factory (RC16)
  13. Jorge Lorenzo – Repsol Honda (RC213V)
  14. Karel Abraham – Reale Avintia Ducati (GP18)
  15. Hafizh Syahrin – Red Bull KTM Tech3 (RC16)

Gagal finis:

  • Andrea Iannone – Factory Aprilia Gresini (RS-GP)
  • Franco Morbidelli – Petronas Yamaha (YZR-M1)
  • Danilo Petrucci – Ducati Team (GP19)
  • Johann Zarco – LCR Honda (RC213V)
  • Iker Lecuona – Red Bull KTM Tech3 (RC16)
  • Cal Crutchlow – LCR Honda (RC213V
  • Michele Pirro – Ducati Team (GP19)

Merah Putih Berkibar di Chang Circuit, Gelar Juara Umum TTC Siap Menanti 17 November, 2019

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags: ,
add a comment

1C1D2BF2-5E6F-4781-A5BA-59B7BF896ACD

Dominasi Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) Azryan Dheyo di Thailand Talent Cup (TTC) 2019 Seri 6 benar-benar tak terpatahkan setelah menyapu bersih dua race yang digelar Sabtu-Minggu (16-17 November) di podium tertinggi Chang International Circuit, Buriram, Thailand.

Dengan hasil ini, semakin terbuka peluang bagi Azryan Dheyo bersama Herlian Dandi meraih gelar juara umum TTC 2019 dan membanggakan nama Bangsa Indonesia.

Keperkasaan Dheyo sudah ditunjukkannya sejak babak kualifikasi. Pebalap berusia 14 tahun ini berhasil membukukan catatan waktu tercepat 1 menit 49,248 detik dan berhak atas pole position.

Pada race pertama Sabtu, sejak awal Dheyo berhasil memimpin balapan dan meninggalkan lawan-lawannya hingga finish. Jarak dengan pebalap di belakangnya pun cukup jauh, mencapai sekitar 8 detik.

Pada race kedua Minggu, Dheyo masih punya sisa tenaga untuk mengulang prestasi yang sama. Sejak start, pebalap kelahiran Batam itu langsung melesat jauh meninggalkan lawan-lawannya. Dia pun menyentuh garis finish tercepat dengan beda sekitar 5 detik dari pebalap pesaing.

Kemenangan absolut ini khusus dipersembahkan untuk almarhum Afridza Syach Munandar, pebalap binaan AHM yang meninggal dunia pada balap Asia Talent Cup di Sepang, Malaysia, beberapa waktu lalu.

“Saya mencoba untuk mengulang kemenangan di race pertama dengan selalu fokus dan berusaha lebih keras. Masih ada peluang mengejar gelar juara di seri terakhir nanti, dan saya akan semakin fokus untuk itu,” kata Dheyo.

Rekan sesama pebalap lulusan Astra Honda Racing School di kejuaraan ini, Herlian Dandi, menjalani balapan yang sulit. Pada race pertama, pebalap muda 13 tahun asal Tangerang itu memulai dari posisi keempat.

Dia harus bersaing ketat dengan pebalap asal Malaysia, Filipina, dan Thailand untuk memperebutkan posisi 2 hingga 6. Sayang saat balap tersisa 3 lap, Dandi terjatuh dan tidak dapat melanjutkan balap. Akibatnya, pada race kedua Minggu, Dandi harus beristirahat tidak dapat balapan untuk memulihkan kondisi.

Hasil yang diraih pada seri keenam TTC ini membuat peluang Dheyo menuju gelar juara semakin dekat. Dirinya saat ini bertengger di posisi ketiga klasemen dengan 125 poin atau masih tertinggal 18 poin dari pemimpin klasemen.

D246C4C0-29DD-4E67-A86B-A8950BD1936E

Sementara Dandi juga masih punya peluang menjadi juara dengan koleksi 114 poin atau tertinggal 29 poin dari posisi teratas. Mereka akan memperebutkan 40 poin maksimal yang tersisa pada seri terakhir, 30 Novembermendatang.

Menanggapi prestasi pebalap binaan di TTC hingga seri keenam, Deputi General Manager Marketing & Planning Analysis AHM, Andy Wijaya mengatakan optimismenya terhadap dua pebalap belia binaan AHM yang mempunyai mental juara dan siap memaksimalkan peluang untuk merebut gelar juara.

“Setiap pebalap yang digembleng di Astra Honda Racing School seperti Dheyo dan Dandi memang dipersiapkan sejak dini untuk ajang yang semakin memacu mental dan semangat.  Semoga mereka mampu memberikan yang terbaik di Thailand Talent Cup dan menjadi kebanggaan untuk bangsa,” kata Andy.

Bikers ! Ini Dia Bahaya Microsleep Saat Berkendara 17 November, 2019

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Event, Merk, Suzuki.
Tags:
add a comment

27434A8C-F3CF-40C8-9EA3-1AE73A0ACA5F

Suzuki Satria F150 Club (SSFC) Korwil Cileungsi menggelar kopi darat yang dikemas dengan diskusi soal microsleep dan bahayanya. Acara berlangsung di Waroeng Hezy, Ciganjur, Depok pada Sabtu (16/11).

Ratusan biker dari sejumlah club dan komuniras menghadiri acara berbagi ilmu safety riding ini. Tema ini diangkat karena bikers atau pemotor sangat erat kaitannya dengan lelah yang bisa menyebabkan microsleep.

Panitia menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidang ini. Antara lain dr. Gia Pratama selaku praktisi Kesehatan dan Yogie Baskoro sebagai praktisi keselamatan berkendara.

Bro Ilham Farizqi, Ketua Korwil SSFC Cileungsi menyatakan, kopi darat ini digelar terkait kesertaan SSFC Cileungsi dalam kegiatan tahunan Safety Campign Award 2019.

“Bikers sangat rentan sekali dengan Microsleep pada aktifitas mereka seperti touring ataupun juga aktifitas riding sehari-hari. Dengan adanya kegiatan ini kami dapat bersilaturahmi sekaligus bersama-sama belajar akan pentingnya menjaga keselamatan berkendara,” ujar Bro Ilham.

Microsleep saat berkendara sudah seringkali terjadi dan sudah banyak memakan korban jiwa. Microsleep saat berkendara biasanya dimulai ketika kesadaran pengendara mulai menghilang, namun orang yang mengalaminya merasa masih sadar dan sanggup berkendara, dan ketika tersadar, ternyata kendaraannya ‘sudah siap’ untuk mengalami kecelakaan.

C8DCDDE2-CFAF-4267-854E-0FFAE73F785C

Microsleep biasanya disebabkan oleh kelelahan fisik dan mental yang amat sangat, kurang tidur, depresi, stress, atau hipersomnia. Microsleep bisa datang kapan saja, oleh karena itu para pengendara harus tetap waspada agar tidak mengalami keadaan ini.

UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dalam pasal 106, mengatur “Pengemudi wajib berkendara dengan wajar dan penuh konsentrasi”.

Penjelasan penuh konsentrasi, adalah orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon, menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau minum-minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga mempengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

Puluhan biker yang hadir dalam kegiatan tersebut sangat antusias menyimak paparan dari para narasumber. Pada sesi tanya-jawab dimanfaatkan oleh para bikers untuk menggali lebih dalam lagi Microsleep dan bahayanya saat berkendara.

Musim Hebat Lorenzo Berakhir, 18 Tahun di MotoGP dengan 5 Kali Juara Dunia 15 November, 2019

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags: ,
add a comment

608EEF24-FBED-44A0-8D84-07DBE8B5D530

Satu lagi pembalap papan atas harus mengakhiri karir balapnya dengan lebih cepat. Jumat (15/11) di sela-sela rangkaian balapan seri terakhir MotoGP Valencia, secara resmi Jorge Lorenzo menyampaikan pilihannya untuk pensiun dari MotoGP.

Cidera yang panjang selama musim 2019 membuat performa Lorenzo terus menurun. Sepanjang 2019 bersama Repsol Honda Team prestasinya terpuruk. Dia tak pernah mencapai finish 10 besar.

Padahal sebelumnya Lorenzo adalah pemilik 5 gelar juara dunia, 3 di antaranya juara di kelas utama MotoGP. Sejak meninggalkan Yamaha dan bergabung dengan tim Ducati tahun 2017, prestasi menjauh darinya.

Total, Lorenzo telah menjalani balapan menakjubkan selama 18 musim di MotoGP. Dia melakukan debut di Kejuaraan Dunia 125cc pada tahun 2002, dengan momen absen pada hari pertama Grand Prix pertamanya karena masih terlalu muda, 15 tahun.

Pada balapan keempat, ia berhasil mencetak poin pertamanya, dan finish terbaiknya tahun itu adalah yang ketujuh, diambil di Rio de Janeiro. Setahun kemudian di Rio, dia memenangkan Grand Prix pertamanya.

Tahun berikutnya dia meraih tiga kemenangan dan empat podium yang membuatnya finish di urutan keempat. Hasil ini menjadi modal kuatnya untuk pindah ke mesin 250cc pada tahun 2005.

Di kelas ini, Lorenzo langsung menuai prestasi dengan mengambil enam podium sebagai rookie, dan gelar pertamanya hampir tiba saat tahun 2006 dengan kemenangan beruntun. Dia mengambil Kejuaraan Dunia pertamanya setelah musim yang menakjubkan.

Pada 2007 Lorenzo mempertahankan mahkota dan melakukannya dengan lebih hebat, sembilan kemenangan yang luar biasa. Dari hasil ini, Yamaha menyatakan pinangannya.

Tahun 2008, Lorenzo yang debut di MotoGP langsung naik podium di kedua balapan pertamanya. Dia juga naik ke tangga teratas untuk pertama kalinya hanya dengan penampilan ketiganya. Sayang dia bertarung dengan cedera dan akhirnya juara dunia menjadi milik Valentino Rossi rekan satu timnya.

C863A5DA-57C9-4AFB-B91E-1228B2F95A93

Tahun 2009 pembalap Spanyol ini bangkit kembali namun Rossi masih perkasa dan merebut kembali gelar juara dunia.

Tahun 2010, menjadi miliknya. Lorenzo naik podium di 12 balapan pertama tahun itu, hanya satu yang merupakan tempat ketiga. Total 9 kemenangan diraihnya untuk menjadi juara dunia pertamakalinya.

Setelah melewati tahun sulit di 2011, Lotenzo kembali bangkot di tahun 2012. Gelar juara langsung diraihnya di musim pembuka. Dengan enam kemenangan, Lorenzo meraih gelar juara dunia keduanya.

Pada 2013, Stoner pensiun sementara Rossi kembali ke Yamaha dan Marc Marquez melakukan debut di MotoGP. Juara bertahan vs pendatang baru, dengan pertempuran sengit hingga musim terakhir di Valencia. Marquez akhirnya meraih juara dunia pertamanya. Keperkasaan Marquez berlanjut di 2014.

Tetapi tahun 2015 Lorenzo kembali dan meraih juara dunia ketiganya di kelas utama. Musim ini dilakui dengan dramatis berupa pertarungan Lorenzo vs Rossi. Sejumlah insiden membuat panas keduanya di lintasan. Yang terbesar adalah di Sepang ketika Rossi menjalani penalti membalap dari belakang grid.

Tahun 2016 menjadi musim terakhir Lorenzo bersama Yamaha setelah bersama selama sembilan musim. Bersama garputala, dia mengemas 44 kemenangan, 107 podium dan 39 posisi pole.

9814F87D-6891-4C6A-8986-A4976426B8D0

Kepindahannya ke Ducati tahun 2017 ternyata cukup sulit. Prestasi Lotenzo menurun. Meski di tahun keduanya mulai berkembang dengan baik. Tahun 2019, Lorenzo memilih bergabung dengan Honda. Tapi cedera menyerang lagi, dan patah tulang belakang mengganggunya di musim ini dan membutuhkan pemulihan yang panjang.

Dalam keadaan sakit, dia tak pernah meninggalkan arena hingga menuntaskan musim di seri akhir di Valencia. Pemilik nomor balap 99 ini mengumumkan pengunduran dirinya di akhir musim pada balapan terakhir, mundur di kandang sendiri, dan salah satu tempat yang ia kuasai.

Catatannya mengatungi MotoGP selama 18 musim dia meraih 68 kemenangan, 152 podium, 69 posisi tiang dan 37 putaran tercepat. Inilah perjalanannya, juara dunia lima kalu yang segera dilantik sebagai salah satu legenda MotoGP berikutnya.

Ini Dia Hasil Positif Pembinaan Berjenjang Honda di Dunia Balap 2019 15 November, 2019

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags: ,
add a comment

A54C753C-7688-48BA-A738-03E566980381

Sumbangsih PT Astra Honda Motor (AHM) bagi kemajuan dunia balap Tanah Air telah menunjukkan hasil positif. Pembinaan AHM secara berjenjang telah mengantarkan sejumlah pembalap bisa berlaga di event internasional.

Usai menyaksikan tiga pembalap Tanah Air berlaga di CEV International Championship seri akhir di Valencia-Spanyol, President Director AHM Toshiyuki Inuma mengatakan, hasil balap di CEV International Championship tahun ini diharapkan dapat semakin menempa skill pebalap.

Hasil balap 2019 telah menyiapkan diri mereka secara skill, fisik, maupun mental menghadapi berbagai ajang balap, mulai dari balapan tingkat lokal, regional Asia, kejuaraan di Eropa seperti FIM CEV International Championship, maupun dalam mewujudkan mimpi balapan dengan hasil kompetitif di balapan dunia Grand Prix MotoGP.

“Setahap demi setahap, pebalap kami terus meningkatkan skill balapnya dalam setiap stel pembinaan berjenjang yang kami siapkan. Balap di CEV ini akan dievaluasi untuk memberikan pembinaan balap yang paling tepat. Kami akan terus memperkuat pembinaan bagi pebalap muda Indonesia, yang dimulai dari Astra Honda Racing School hingga ke MotoGP,” ujar Toshiyuki Inuma.

FIM CEV International Championship merupakan bagian dari penggemblengan para pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) sebelum menghadapi pertarungan balap tertinggi di Grand Prix. Dari pembinaan di ajang balap yang tingkat kompetisi balapnya satu level di bawah Grand Prix MotoGP, telah dicetak pebalap-pebalap tangguh Tanah Air yang menjadi kebanggaan bangsa.

CAA4EAA4-EAC8-4CA4-9921-2E9BA39080DF

Tahun lalu, Dimas Ekky Pratama yang sempat mengasah skill balap CEV Moto2 European Championship berhasil terpilih balapan di jenjang lebih tinggi, yakni Grand Prix Moto2 semusim penuh.

Peran AHM tak berhenti. Tahun depan, giliran pebalap asal Bulukumba, Andi Gilang dipastikan akan menjadi satu-satunya pebalap Indonesia yang balapan satu musim penuh Grand Prix Moto2 2020. Andi yang juga jebolan CEV Moto2 European akan menjadi segelintir pembalap Indonesia yang bisa merasakan atmosfer MotoGP selama satu musim.

Gerry Salim yang pernah menjadi juara umum ARRC kelas 250cc dan balapan di CEV Moto3 pun mendapat pengalaman berbeda yang menambah skill balapnya saat balapan di CEV Moto2 tahun ini. Sementara itu, Mario Suryo Aji semakin kuat mengasah skill balapnya sepanjang musim balap CEV perdananya.

Kita tunggu, siapa lagi yang bakal diproyeksikan AHM ke level internasional.

CRF X-Pedition East Java Suguhkan Petualangan di Segala Medan 13 November, 2019

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags: ,
add a comment

1D0EB39D-3A8C-49D3-8B64-8E658914F2E0

Setelah sukses digelar pada bulan April 2019, gelaran CRF Day X-Pedition East Java kembali diadakan oleh PT. Mitra Pinasthika Mulia ( MPM ) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT pada tanggal 9 – 10 November 2019.

CRF X-Pedition East Java yang bertemakan “CRF Day Never Stop Exploring” diikuti oleh 192 peserta. Selama 2 hari ini peserta disuguhi berbagai macam jalur off road di Gunung Kawi dan Gunung Kelud sepanjang 230 km, melewati 3 wilayah kabupaten yakni Malang, Blitar dan Kediri.

Dengan mengambil titik start di hari pertama Waduk Selorejo dan finish berada di camp point Karanganyar, Blitar. Peserta  diajak memacu adrenalin sebagai petualang sejati ditemani sepeda motor on-off road Honda CRF150L melintasi jalanan dan jalur antara Gunung Kawi dan Gunung Kelud sepanjang 87 km.

FB4B4EC2-21F4-4608-9A38-DB69DD1A7814

Kondisi lintasan bervariasi, berpetualang menyusuri jalanan berbatuan, penuh kerikil, tanah, melintasi lumpur, maupun di atas aspal jalan raya menantang para petualang Honda ini untuk membuktikan ketangguhan Honda CRF150L.

Tak berhenti disitu pada hari kedua dengan mengambil start dari Camp Point Blitar menuju Waduk Selorejo, jalur yang dilewati menjadi semakin seru saat perjalanan dilanjutkan melalui medan off – road yang membangkitkan semangat berpetualang sepanjang 143 km.

D4C6CBC9-1958-46D0-85EB-4C02839C1793

“Never stop exploring 3 gunung Jawa Timur melanjutkan penjelajahan sebelumnya dan  memang diselenggarakan khusus sebagai apresiasi kepada konsumen CRF yang telah memilih motor ini sebagai teman trabasnya

Dan juga bisa menjadi ajang kumpul para konsumen trabas CRF di Jawa Timur,” kata Suhari selaku Marketing Communication & Development Division Head MPM.

A7BFCBAF-DEE3-4DC3-99AF-992AA3A47D85

Pada kegiatan ini peserta diajak untuk berbagi dengan lingkungan sepanjang jalur trabasan dengan melakukan kegiatan sosial berupa pemberian tempat sampah dan donasi ke musolla. Untuk menambah keakraban peserta disuguhi hiburan. Pada kesempatan kali ini diperkenalkan varian warna terbaru New Honda CRF150L.

Di Balapan 2020, Federal Oil Gresini Moto2 Turunkan 2 Pembalap 11 November, 2019

Posted by proud2ride in Balap & Touring, lalu lintas.
Tags:
add a comment

94250521-458E-4CD6-944F-5B72DDCE3947

Dalam kesertaannya yang ke-8 di ajang balap Moto2, Federal Oil Gresini Moto2 (FOGM2) bukan kendor, namun makin serius. Hal ini dibuktikan FOGM2 dengan menurunkan dua pembalap sekaligus dalam menghadapi musim 2020.

Menurunkan 2 pembalap sekaligus di satu musim baru pertama kalinya dilakukan tim ini sejak berkolaborasi bersama sejak tahun 2013. Dalam keterangannya melalui press release, FOGM2 menyatakan, pembalap kedua yang pilih adalah Edgar Pons.

Sebelumnya, Fedeeral Oil bersama Gresini Racing telah resmi mengumumkan pembalap pertama yang akan turun di musim balap 2020, yaitu Nicolo Bulega. Pembalap asal Italia ini menggantikan posisi Sam Lowes.

Edgar Pons adalah pembalap asal Spanyol, lahir pada 16 Juni 1995, Dia saat ini berkompetisi di FIM CEV Moto2 European Championship. Karirnya di FIM CEV Moto2 European Championship sangat gemilang, pada tahun 2015 dia menjadi juara. Tahun ini Edgar juga menjadi juara European FIM CEV Moto2 European Championship.

Sedangkan Bulega yang saat ini berusia 20 tahun merupakan juara Moto3 Junior Championship 2015. Di kelasmen Moto2 2019, Bulega berada di urutan 17.

55387EB9-0BA2-4B66-958E-31E5D7D95188

Selama karirnya di grand prix, Bulega mencatatkan satu kali pole position, dua podium, dan dua lap tercepat. Dengan adanya dua pembalap baru dan muda, FOGM2 punya harapan baru dengan hasil yang lebih baik sehingga nama FOGM2 kian bersinar di dunia balap internasional.

“Kami sangat senang dapat memperpanjang kemitraan kami dengan Gresini Racing untuk tahun kedelapan. Kami memiliki tujuan bersama, membangun tim ini menjadi terkenal. Dengan dua pembalap ini, semoga musim depan menjadi musim yang hebat,’ kata Patrick Adhiatmadja selaku Presiden Direktur Federal Karyatama.

Balapan Berat Buat 3 Pembalap Honda Indonesia di Seri Akhir CEV 2019 Valencia 11 November, 2019

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags:
add a comment

3A3E2289-45AB-4A1E-A0B8-5D5C1FB762D8 

Balapan yang cukup berat dilalui para pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT) di seri akhir FIM CEV International Championship 2019 di Valencia-Spanyol, Minggu (8-9/11). Tiga pembalap yang turun di dua kelas di ajang ini kurang beruntung hingga gagal menambah poin di klasemen pembalap.

Nasib sial sudah menimpa Gerry Salim pada sesi pemanasan yang berlangsung Minggu pagi. Gerry terjatuh dan mengalami patah collarbone kanan. Gerry pun gagal beraksi di kelas Moto2 European Championship di sirkuit Ricardo Tormo.

 

Sementara Andi Gilang yang turun di kelas yang sama juga menuai hasil kurang memuaskan. Melakukan start di posisi 12, Andi Gilang hanya bisa finis di urutan ke-26.

Andalan Indonesia di kelas Moto3 Junior World Championship, Mario Suryo Aji juga menuai hasil kurang memuaskan. Super Mario yang melakukan start di posisi 11, gagal meraih poin setelah menyelesaikan dua balapan dengan finis di urutan ke-16 dan ke-26.

 

Pada klasemen akhir pembalap, Andi Gilang menempati posisi 14 dari 35 pembalap dengan mengumpulkan 36 poin. Sementara Gerry Salim berada di posisi 17 dengan 26 poin. Di kelas Moto3, Mario mengakhiri musim ini dengan menempati posisi 18 dari 31 pembalap dengan total 26 poin.

 

Musim terakhir ini memang cukup berat bagi para pembakap. Karena semua ingin memperbaiki posisi di kesempatan terakhir ini. Kualifikasi seri terakhir berlangsung menegangkan. Semua pebalap berlomba-lomba sekuat tenaga untuk menempati posisi start balap terdepan.

 

Bagi Astra Honda Racing Team (AHRT), musim ini menjadi pembelajaran dan pengalaman berharga membalap di kancah Eropa. Hasil tahun ini akan menjadi bekal mereka di balapan tahun 2020. Sebagaimana diketahui, Andi Gilang sudah dipastikan membalap setahun penuh di ajang Moto2 di MotoGP.

Kembali Dukung Gresini Racing di Moto2 2019, Federal Oil 8 Tahun di MotoGP 9 November, 2019

Posted by proud2ride in Balap & Touring.
Tags:
add a comment

D5ADD04D-6164-4A77-9A3F-299207BFA180

Konsistensi Federal Oil terjun di ajang Moto2 terus berlanjut. PT Federal Karyatama selaku produsen Federal Oil secara resmi kembali menekan kontrak menjadi partner Gresini Racing untuk musim balap Moto2 2020.

Penandatanganan kontrak kerja sama anatara Federal Oil dan Gresini Racing dilangsungkan di Sepang bersamaan dengan MotoGP Sepang Malaysia 2019 pada 2 November 2019.

Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan langsung oleh CEO Federal Karyatama Patrick Adhiatmaja dengan Fausto Gresini sebagai owner Gresini Racing.

Penandatangan tersebut juga turut disaksikan oleh Pablo Conrad sebagai Martketing Director ExxonMobil Lubricants serta disaksikan oleh Carlo Merlini sebagai Comm and Marketing Gresini Racing.

Hubungan kerjasama antara Federal Oil dengan Gresini Racing sudah terhali sejak tahun 2013. Berarti tahun 2020 delapan tahun sudah Federal Oil terjun di Moto2 bersama Gresini Racing.

Tahun 2013, Federal Oil memulai kerjasama ini dengan pembalap andalan Indonesia Doni Tata dalam tim Federal Oil Gresini Moto2 (FOGM2). Berhubung belum adanya pembalap Indonesia lainnya yang berprestasi, akhirnya tum ini menggaet sejumlah pembalap berbakat dari Eropa.

Setelah mengakhiri kerjasama dengan sam Lowes tahun 2019, untuk tahun 2020, tim ini menggunankan jasa Nicolo Bulega. Pembalap 20 tahun asal Italia ini finish keempat di Moto2 2019.

Patrick Adhiatmaja mengatakan, dipilihnya kembali Gresini Racing sebagai partner di dunia balap dunia karena Gresini mampu memberikan pengaruh yang besar terhadap produk Federal Oil.

“Kami memilih Gresini Racing sebagai partner kami lagi, karena pengaruh brand Gresini terhadap Federal Oil sangat bagus terutama untuk konsumen Indonesia,” kata Patric usai penandatangan kontrak kerjasama di Sepang.