jump to navigation

Sepekan Diberlakukan, 1.201 Motor Nakal Terjaring Tilang Elektronik 11 Februari, 2020

Posted by proud2ride in lalu lintas.
add a comment

CAC59046-B40D-4971-8AF7-F62B06484BD0

Tingkat kepatuhan pengendara sepeda motor memang sudah mengkhawatirkan. Dalam sepekan diberlakukannya tilang elektronik atau E-TLE (Electronic Traffic Law Enforcement), tercatat ada 1.201 pemotor yang kena tilang.

Tilang elektronik untuk sepeda motor resmi berlaku di DKI Jakarta sejak 1 Februari 2019. Dalam waktu sepekan ini memang masih diberlakukan masa sosialisasi. Nah, setelah sepekan, gak ada ampun lagi buat motor-motor nakal ini.

“Selama sepekan sudah menjaring 1201 pelanggar,” tutur Kasubdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar di Jakarta, Senin.

Dalam pelaksanaan program ini, Kamera E-TLE untuk sepeda motor sudah terpasang di ruas Jalan Sudirman-Thamrin Jakarta Pusat. Kamera ini terpasang juga di busway Koridor 6 (Rute Ragunan-Dukuh Atas 2).

Barangkali banyak pemotor tak menyadari, bahwa aksi nakal mereka memasuki jalur busway, direkam sebagai laporan pelanggaran.

Dan dikatakan bahwa pelanggaran terbanyak karena memasuki jalur  Trans Jakarta, terutama di koridor halte Duren Tiga. Total ada 57 kamera E-TLE yang siap menangkap jejak pemotor nakal.

Nah, sebelum kena tilang, kawan bikers perlu waspada, berhati-hati dalam berkendara dan mentaati peraturan lalu lintas. Utamakan safety riding dan soapan santun di jalan raya!

Kacau…. Baru 4 Hari, 659 Pemotor Terjaring Tilang Elektronik 8 Februari, 2020

Posted by proud2ride in lalu lintas, Teknologi.
Tags:
add a comment

B3DFB548-C20D-4236-889B-FDE06E2ACAC0

Kebijakan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk sepeda motor sudah diberlakukan di Jakarta. 1-7 Februari, diberlakukan masa sosialisasi. Seelah itu tilang pun diberlakukan.

Dirlantas Polda Metro Jaya mengabarkan, dalam masa sosialisasi cukup banyak pemotor yang tertangkap kamera tilang yang bekerja dengan canggih tersebut.

Selama empat hari, mulai 1-4 Februari, Ditlantas Polda Metro Jaya berhasil menjaring 659 pengguna motor yang melanggar tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE).

Dari 659 pemotor yang ter-capture kemera ETLE yang paling banyak pelanggaran adalah pemotor yang masuk jalur busway. “Untuk denda paling besar adalah pengguna motor yang menggunakan ponsel, sanksinya Rp 750.000,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus.

Kenali Alur tilang ETLE:

1. CCTV menangkap gambar pelanggaran pengendara hingga nomer pelat kendaraan yang otomatis terkirim ke back office TMC Polda Metro Jaya

2. Petugas akan mengecek identitas kendaraan dan pemiliknya ke database

3. Pengiriman surat konfirmasi tilang akan dikirimkan ke kediaman alamat pelanggar

4. Pelanggar diberi waktu tujuh hari menjawab surat konfirmasi tersebut melalui situs web atau mengirimkan blangko lampiran di surat klarifikasi yang bisa dikirimkan ke petugas

5. STNK pengendara akan diblokir jika tidak menindaklanjuti tahapan tilang

6. Pemilik kendaraan diberikan waktu tujuh hari melakukan pembayaran denda tilang melalui bank

Ingat ! Tilang Elektronik Buat Motor Diberlakukan, Ini Mekanismenya 30 Januari, 2020

Posted by proud2ride in lalu lintas.
Tags:
add a comment

8E9767A9-1337-417F-A224-AF3F271D9157

Aturan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) diberlakukan untuk sepeda motor di wilayah Jakarta mulai 1 Februari 2020.

Sebelum diberlakukan, ETLE akan memasuki tahapan ujicoba selama semingu. Kebijakan ini menyusul hal sama yang telah diberlakukan dan berjalan untuk kendaraan mobil.

Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar menjelaskan, mekanisme penindakan terhadap kendaraan roda dua tidak berbeda dengan roda empat atau lebih.

Lebih lanjut dijelaskan, jenis pelanggaran yang dikenakan kepada pengendara sepeda motor yakni melanggar rambu lalu lintas, marka jalan dan tidak mengenakan helm saat berkendara.

Alat pemantau akan mendeteksi pelanggaran berdasarkan nomor polisi kendaraan. Kemudian konfirmasi tilang akan dikirim ke alamat sesuai data dari surat-surat kendaran.

Untuk tahap awal ini, tilang elektronik diberlakukan untuk kendaraan dengan nomor polisi asal Jakarta atau plat B. Sedangkan plat selain itu belum diberlakukan.

Untuk lokasi, ETLE akan berlaku di tiga ruas jalan utama Ibukota, yakni Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin dan Koridor 6 Transjakarta atau sepanjang Mampang hingga Ragunan. Berikut ini mekanismenya:

Apa saja sasaran penindakan?

1. Pengendara yang tidak menggunakan helm

2. Pengendara yang melanggar marka jalan

3. Pelanggaran Stop Line

Bagaimana alur tilang ETLE ?

1. CCTV menangkap gambar pelanggaran pengendara hingga nomer pelat kendaraan yang otomatis terkirim ke back office TMC Polda Metro Jaya

2. Petugas akan mengecek identitas kendaraan dan pemiliknya ke database

3. Pengiriman surat konfirmasi tilang akan dikirimkan ke kediaman alamat pelanggar

4. Pelanggar diberi waktu tujuh hari menjawab surat konfirmasi tersebut melalui situs web atau mengirimkan blangko lampiran di surat klarifikasi yang bisa dikirimkan ke petugas

5. STNK pengendara akan diblokir jika tidak menindaklanjuti tahapan tilang

6. Pemilik kendaraan diberikan waktu tujuh hari melakukan pembayaran denda tilang melalui bank

Bikers Waspada ! Tilang elektronik Buat Motor Diberlakukan 22 Januari, 2020

Posted by proud2ride in lalu lintas.
Tags:
add a comment

76ACCF9A-C812-42EA-A5E8-A4B7C760EAEF

Bikers di mana saja, khususnya yang berplat B Jadetabek, harap waspada. Pasalnya, tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) segera diberlakukan untuk sepeda motor di wilayah Jakarta.

Kebijakan tilang dengan sistem elektronik ini akan resmi berlaku mulai 1 Februari 2020. Sebelumnya, kebijakan yang sama telah diberlakukan dan berjalan untuk kendaraan mobil.

Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar menjelaskan, mekanisme penindakan terhadap kendaraan roda dua tidak berbeda dengan roda empat atau lebih.

Lebih lanjut dijelaskan, jenis pelanggaran yang dikenakan kepada pengendara sepeda motor yakni melanggar rambu lalu lintas, marka jalan dan tidak mengenakan helm saat berkendara.

Alat pemantau akan mendeteksi pelanggaran berdasarkan nomor polisi kendaraan. Kemudian konfirmasi tilang akan dikirim ke alamat sesuai data dari surat-surat kendaran.

Sebelum menerapkan, aturan ini akan disosialisasi selama tujuh hari mulai 1 Februari 2020. Setelah 7 hati, penindakan hukum bagi pelanggar mulai diberlakukan.

Untuk tahap awal ini, tilang elektronik diberlakukan untuk kendaraan dengan nomor polisi asal Jakarta atau plat B. Sedangkan plat selain itu belum diberlakukan.

Untuk lokasi, tilang elektronik akan berlaku di tiga ruas jalan utama Ibukota, yakni Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin dan Koridor 6 Transjakarta atau sepanjang Mampang hingga Ragunan.  Nah bikers, wajib waspada ya !

Naik Motor, Boleh Gak Sih Bonceng Istri Plus Anak? 14 Januari, 2020

Posted by proud2ride in lalu lintas.
Tags: ,
add a comment

2C27EAC1-F273-4194-AC27-12B67837836C

Postingan Divisi Humas Polri soal aturan berkendara motor, utamanya dengan pembonceng pada Senin (13/1) cukup menarik. Postingan tersebut intinya menyampaikan peraturan UU Lalu Lintas yang melarang berboncengan motor lebih dari dua orang.

Ini artinya, selain pengemudi, hanya dibolehkan satu orang pembonceng. Membawa anak satu orang apalagi dua orang, adalah menyalahi aturan. Awas tilang siap menanti dengan sejumlah denda yang telah ditetapkan.

Postingan tersebut mendapat komentar lebih dari 2.000 netizen. Pro dan kontra pun muncul. Yang kontra mempertanyakan aturan ini dengan nama azas manfaat. Kata mereka, gimana dengan warga yang punya anak satu atau dua? Sementara mereka tak punya kendaraan roda empat.

Memang dilema. Namun aturan ini telah dikaji dengan seksama berdasarkan safety riding atau keselamatan di jalan raya. Membonceng lebih dari satu akan membahayakan dalam berkendara. Terjadi ketidakseimbangan yang berakibat pada kecelakaan. Bagi orang tua yang punya anak satu atau dua, tentu saja bisa memilih angkutan umum.

Dalam keterangan tersebut, dilarang berboncengan lebih dari dua orang dengan menggunakan sepeda motor. Hal ini diatur dalam UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ada dua pasal yang mengaturnya.

Pertama, Pasal 106 bahwa Sepeda motor dilarang membawa penumpang lebih dari 1 orang dan Pasal 292 yang menyebutkan, mengemudikan sepeda motor tanpa kereta samping yang mengangkut penumpang lebih dari 1 orang dipidana kurungan bulan denda Rp 250.000. Nah, demi keselamatan dan terhindar tilang polisi, yuk patuhi aturannya.

UU Lalu Lintas Soal Berboncengan Motor

Pasal 106 
Sepeda motor dilarang membawa penumpang lebih dari 1 orang 

Pasal 292
Mengemudikan sepeda motor tanpa kereta samping yang mengangkut penumpang lebih dari 1 orang dipidana kurungan bulan denda Rp 250.000,-

Club Motor Jawara Safety Riding 2019, Ini Dia ! 24 Desember, 2019

Posted by proud2ride in Event, lalu lintas.
Tags: ,
add a comment

C390D172-730E-4A8B-9BA0-264ECE4E416F

Menjelang akhir tahun, penghargaan Safety Campaign Award (SCA) kembali diumumkan di Jakarta, Sabtu (21/12). Acara yang diprakarsai oleh PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) ini digelar untuk yang keenam kalinya.

Safety Campaign Awarddilaksanakan dengan tujuan untuk mengajak berbagai komunitas motor se-Jadetabek peduli akan keselamatan di jalan.

Tanny Megah Lestari, Business Development Division HeadAdira Insurance, mengatakan, Adira Insurance tidak pernah berhenti untuk terus menularkan virus road safety dengan berbagai program.

“SCA menjadi salah satu strategi kami untuk berpartisipasi aktif dalam menurunkan angka fatalitas kecelakaan khususnya di wilayah Jabodetabek,” ujarnya.

Acara yang telah digelar sejak tahun 2014 ini, di tahun 2019 mengalami peningkatan jumlah peserta sebesar 33% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tercatat sebanyak 160 komunitas motor dari seluruh Jabodetabek ikut ajang ini.

60E3C96F-0104-48FC-ACC2-3A878628EE44

Melalui ajang SCA ini, para bikersmembuat kegiatan kampanye yang unik dengan tetap mengacu pada konsep road safetyyang baik dan benar.

Pesan dari kampanye tersebut diharapkan dapat tersebar luas dan dapat memberikan impact yang berlipat ganda bagi peningkatan kesadaran masyarakat atas pentingnya keselamatan jalan.

Tidak hanya itu, tujuan diselenggaranya SCA ialah mendorong keterlibatan komunitas dalam menyebarluaskan kampanye keselamatan jalan, serta memberikan contoh  atau role model bagi komunitas lain dan masyarakat luas.

“Kami berharap melalui ajang SCA dapat menjadi wadah bagi komunitas motor untuk mengembangkan komunitasnya secara mandiri dan terlatih untuk melakukan sosialisasi kampanye keselamatan yang memiliki impact yang berlipat ganda,” ujar Tanny.

Sejauh ini, ajang SCA merupakan salah satu kontribusi dan andil yang diperlihatkan Adira Insuranceuntuk mendukung program pemerintah dalam memangkas angka fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan.

Melalui SCA, Adira Insurance ingin memberikan apresiasi bagi bagi komunitas motor yang mengkampanyekan keselamatan di jalan. Dengan harapan tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan dapat terus ditekan lewat peran aktif masyarakat, termasuk dari kalangan bikers.

6AC0DCE8-3F3C-4ADE-AF5B-B49C223BDAF5

“Harapannya ajang SCA ini dapat mengajak masyarakat berperilaku aman dan selamat saat berlalu lintas dengan tujuan menurunkan angka fatalitas kecelakaan di Indonesia,” ujar Tanny.

Setelah melewati berbagai tahapan, SCA 2019 telah menghasilkan sejumlah penerima anugerah yang terdiri dari:

 

Juara 1 CBR Tangerang Club (CBR TAC)

Juara 2 SKILL’S Jakarta

Juara 3 SSFC Korwil Cileungsi

 

Penghargaan kategori khusus diberikan kepada:

 

CROWNIC CBR Owner Cikarang sebagai The Favorite Road Safety Concept

SSFC Pengda Depok sebagai The Inspiring Stretegy Campaign

 

Penghargaan Mentor Terbaik SCA 2019 yaitu Fransiscus Rio Winto.

 

“Selamat kepada para pemenang SCA 2019. Kiranya predikat juara ini tidak berhenti di sini saja dan SCA bukan sekedar ajang kompetisi semata namun semangat menularkan virus road safetyyang harus ditanamkan dan disebarkan ke masyarakat luas,” tutup Tanny.

Warga Sumut, Ada Lab Safety Riding Nih dari Yayasan Honda 13 Desember, 2019

Posted by proud2ride in Honda, lalu lintas, Merk.
Tags:
add a comment

edukasi safety riding sambut tahun baru imlek (7)

Memperkuat komitmen kampanye keselamatan berkendara, Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) meresmikan Safety Riding Lab yang dibangun di SMK Panca Abdi Bangsa (PABA), Kota Binjai, Sumatera Utara pada Kamis (12/12).

Safety Riding Lab ini merupakan wujud nyata Yayasan AHM dalam menyinergikan peran duta keselamatan berkendara yang merupakan siswa-siswi yang telah dibina PT Astra Honda Motor (AHM) sebelumnya.

Yayasan AHM telah mengembangkan Safety Riding Lab sejak 2018. Lab ini merupakan Safety Riding Lab ketiga setelah pada tahun sebelumnya Yayasan AHM meresmikan Safety Riding Lab SMK Mitra Industri MM2100 Cikarang Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat, kemudian di tahun 2018 Safety Riding Lab di SMK Walisongo Menes Provinsi Banten.

Safety Riding Lab di SMK PABA Binjai ini merupakan bentuk kolaborasi antara Yayasan AHM, SMK PABA dan PT. Indako Trading Coy, yang merupakan Main Dealer sepeda motor Honda di Provinsi Sumatera Utara.

Lab ini memiliki beberapa bagian yang difungsikan secara komprehensif untuk memberikan kemudahan dalam menyampaikan dan menerima materi tentang keselamatan berkendara. Safety Riding Lab ini dibagi menjadi tiga zona, yakni Zona Audio-Visual, Zona Simulasi dan Zona Praktik.

Zona Audio-Visual difungsikan sebagai sarana bagi siswa duta safety riding sekolah melakukan aktifitas. Mereka dapat menggunakan zona ini untuk ruang pembuatan blog dan pembahasan fotografi yang didapat pada setiap kegiatan safety ridimg Safety. Ruang ini diharapkan dapat mendorong siswa-siswi mampu menganalisa dan mendiskusikan problematika lalu lintas di Tanah Air, terutama di sekitar tempat tinggal maupun sekolah.

Zona berikutnya adalah Zona Simulasi yang berdinding tiga dimensi layaknya di jalan raya. Area ini dilengkapi dengan media praktek berupa Honda Riding Trainer (HRT) dan perlengkapan berkendara secara aman.

Para duta safety riding juga dapat semakin mempertajam ilmunya dengan membaca buku-buku referensi dan beberapa simulasi komponen sepeda motor yang disediakan disana. Selain itu terdapat pula Zona Praktek yang spesifikasinya mengacu pada Peraturan Kapolri no 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi (SIM). Zona ini berfungsi sebagai area praktik berkendara yang lengkap dengap tekstur berbagai kondisi jalan dan rambu-rambu lalu lintas.

Ketua Yayasan AHM I Putu Astawa menyampaikan Safety Riding Lab merupakan tahap lanjutan Yayasan AHM dalam mengkampanyekan keselamatan berkendara. Dengan dukungan sarana prasarana yang komprehensif bagi para duta safety riding, kesadaran keselamatan berkendara diharapkan bisa semakin maksimal tersebar di generasi muda.

“Sambutan yang baik dari masyarakat dengan dukungan siswa-siswi duta safety riding menjadi semangat kami untuk terus berinovasi dalam mengkampanyekan keselamatan berkendara dengan cara yang menarik dan berdampak maksimal,” ucap I Putu Astawa.

Bentuk kesinambungan kampanye program Safety Riding AHM diawali dengan program Sahabat Satu Hati Berbagi Ilmu Berkendara di Sekolah Satu Hati yang saat ini berjumlah 26. Pada sekolah-sekolah yang tersebar di provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Sumatera Utara AHM mengukuhkan duta safety riding Sekolah Satu Hati.

Program dilanjutkan dengan Safety Riding Camp yang melatih duta Safety Riding dalam kemampuan blogging dan fotografi sebagai media publikasi, sehingga para duta safety riding dapat menyebarkan virus keselamatan berkendara ke berbagai kalangan khususnya generasi muda.

Polisi Himbau Pemotor Tak Gunakan Jas Hujan Ponco, Mengapa ? 11 Desember, 2019

Posted by proud2ride in lalu lintas.
Tags:
add a comment

1D937F15-AD71-4D44-AED1-C37DBDA37504

Bulan Desember telah tiba. Di penghujung tahun hingga awal-awal tahun depan, sebagian besar wilayah di Indonesia menghadapi musim penghujan.

Bagi pemotor hujan menjadi salah satu problema tersendiri. Siap-siap basah kuyup jika tak berteduh. Ya, berteduh sementara menjadi pilihan terbaik di kala hujan deras mengguyur bumi saat berkendara.

Berjalan di tengah hujan banyak bahayanya. Namun, memang ada keperluan mendesak, tak apa melanjutkan perjalanan, namun dengan menggunakan jas hujan.

Demi keamanan pilihlah jas hujan two piece, jas hujan atas dan bawah, laksana berpakaian ada atas dan ada bawahannya. Mabes Polri melalui media sosialnya menganjurkan pemotor meninggalkan kebiasaan menggunakan jas hujan ponco.

Jas hujan ponco atas jas hujan bersayap ke belakang sangat membahayakan pengendaranya. Bagian jas hujan yang lebar bisa menjadi pemicu kecelakaan. Apa saja bahayanya, ini dia:

Bahaya Jas Hujan Ponco Saat Berkendara

  1. Berpotensi tersangkut di rantai atau roda motor
  2. Dapat menutupi lampu bagian belakang motor sehingga membahayakan pengendara lain di belakangnya
  3. Bentuknya yang lebar membuat pengendara kehilangan keseimbangan

Pengendara di Jakarta Awas ! Polda Terapkan Penertiban Lalin yang Modern 7 Desember, 2019

Posted by proud2ride in lalu lintas.
Tags:
add a comment

1B8FEAA3-443C-4FE7-8009-CD734E2E4E6C

Para pengandara di Jakarta, baik mobil maupun sepeda motor, perlu lebih waspada lagi. Pasalnya, Polda Metro Jaya telah mememulai babak baru dalam modernisasi kegiatan penertiban lalu lintas dan peningkatan pelayanan.

Antara lain, meningkatkan cakupan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik di wilayah Ibu Kota dengan pemasangan di jalur busway dan jalan tol. Nah, bagi mobil dan motor yang melintas di jalur busway atau melakukan pelanggaran di sekitarnya, bakal terpantau dengan jelas.

Kerjasama ini dilakukan Polda Metro Jaya bersama Pemprov DKI Jakarta serta PT Transjakarta. Kolaborasi bersama yang disebut sebagai ETLE Development Program ini dilakukan bersamaan dengan peluncuran E-Drives, Aplikasi Satpam Mantap dan Aplikasi HELP Renakta di Jakarta, Kamis (5/12).

Selain Kapolda Metro Jaya, Pada kesempatan ini hadir juga seluruh pemangku kepentingan di jalan raya seperti Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kapolri Idham Aziz, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta Kakorlantas Irjen Pol Istiono

Kapolda Metro Jaya me-lauching aplikasi baru. Inovasi-inovasi baru tersebut yaitu E-Drives, Bodycam, Aplikasi Satpam Mantap,dan Aplikasi Help Renakta. Invoasi baru ini dipaparkan oleh Irjen Gatot Eddy Pramono di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Jakarta.

Gubernur Anies menyatakan Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh semua inovasi ini. “Jadi kita bersyukur. Inovasi-inovasi ini kita ingin dorong terus,” ujarnya.

Penduduk di Jakarta saat ini hanya 23% yang menggunakan kendaraan umum, dan sisanya 77% masih menggunakan kendaraan pribadi untuk mobilitas sehari-hari.

Jika kita ingin memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke kendaraan umum, mengharuskan kenyamanan di kendaraan umum, terutama jalur TransJakarta yang steril. Karena itu, adanya kolaborasi ETLE di rute-rute Transjakarta berdampak amat positif pada peningkatan jumlah penumpang kendaraan umum.

Saat ini terdapat 12 kamera ETLE yang ditempatkan di kawasan Sudirman Thamrin. Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Polda Metro Jaya akan menambahkan 57 kamera ETLE yang terpasang di beberapa ruas jalan di Jakarta.

Selama satu tahun terakhir, sistem ETLE telah menindak 54.074 pelanggar lalu lintas, 25.459 pelanggar telah melakukan pembayaran denda, dan 28.615 pelanggar telah diblokir kendaraannya.

Melalui sistem ETLE, denda tilang yang telah diserahkan kepada negara sebesar Rp3,96 miliar. Di sisi lain, tilang elektronik telah mampu menurunkan jumlah pelanggar lalu lintas hingga 27% berdasarkan catatan Ditlantas Polda Metro Jaya.

“Ke depan insyaAllah nanti terobosan-terobosan yang dilakukan oleh bapak ibu di Polda, kita akan terus dukung. Dan kita berharap Jakarta nanti menjadi contoh. Karena alhamdulillah, Jakarta saat ini dinobatkan menjadi 1 dari 3 kota dengan perbaikan transportasi terbaik di dunia,” kata gubernur.

Ojol Ber-Ponsel Saat Berkendara, Komunitas ini Ingatkan Bahayanya 5 Desember, 2019

Posted by proud2ride in lalu lintas.
Tags:
add a comment

D740F24E-8AC8-404A-8184-3575E9802E3D

Tingkat safety riding pengendara ojek online alias Ojol semakin berkurang. Sejumlah pelanggaran di jalan raya biasa dilakukan. Utamanya, ber-ponsel saat berkendara. Menurut kegiatan tahun 2019, Kutu Community mengadakan kampanye bahaya ponsel saat berkendara kepada pengemudi Ojol di Saung Liong, Depok, Jawa Barat, Sabtu (24/11/2019).

Kegiatan sosial ini menjadi bagian dari misi Kutu Community sejak didirikan pada 2014 silam, untuk terus menggaungkan keselamatan berkendara di jalan raya. Melihat makin banyaknya penggunaan ponsel saat berkendara, komunitas pengguna scooter terbesar di Tanah Air ini mulai bergerak   menyosialisasikan kampanye dengan tema,  Ponsel + Naik Motor = MAUT.

“Fakta di lapangan banyak pengendara motor terutama pengemudi Ojol yang telah menjadikan penggunaan ponsel saat mengendarai tunggangannya sebagai kebiasaan,’ ujar Yuri Rahardan, Sekjen Kutu Community.

1B252077-7242-4CEE-A019-EECD5E4865DF

Menurutnya, kebiasan buruk ini menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas yang berdampak domino dan akan merugikan pengemudi Ojol itu sendiri, penumpang bahkan pengguna jalan lainnya, seperti keluarganya atau orangtuanya.

Yang menarik edukasi bahaya penggunaan ponsel saat berkendara ini diberikan langsung di markas atau tempat berkumpulnya para Ojol di wilayah Depok, Jawa Barat. Dengan cara berbaur bersama para Ojol, sosialisasi yang dilakukan berjalan dengan dialog dua arah.

Layaknya seperti keluarga sekitar 40-an pengemudi Ojol terlihat antusias mengikuti sosialisasi yang diberikan oleh member Kutu Community. “Bisa abang-abang bayangkan jika terjadi kecelakaan saat abang semua sedang mencari nafkah saat berkendara. Dampaknya akan dirasakan juga anak-istri di rumah.” papar Taufik, member Kutu Disrik Depok saat memberikan sosialisasi Ponsel +Naik Motor = MAUT.

B92C9A21-43B2-4699-8B37-9B00CA01A66B

Himbauan untuk tidak menggunakan ponsel saat mengendarai motor ini pun mendapat sambutan baik dari semua pengemudi Ojol yang hadir. Faktor ekonomi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari yang menjadi penyebab para Ojol sering menggunakan ponsel saat berkendara untuk mendapatkan order penumpang dan melihat peta jalan.

“Kegiatan ini sangat positif dan menambah pengetahuan dan pemahaman anggota kami akan bahaya dan dampak yang ditimbulkan akibat penggunaan ponsel saat berkendara. Kami senang sekali ada komunitas seperti Kutu Community yang mau berbaur dan berbagi ilmu di markas kami.” ujar Bang Bery, Ketua Ojol Liong Depok.

Dalam kampanye ini para Ojol diberikan pin dan stiker keselamatan yang ditempelkan di sepeda motornya sebagai tanda pengemudi Ojol tersebut tidak akan menggunakan ponsel saat berkendara, tapi mencari tempat aman untuk parkir terlebih dahulu baru menggunakan ponsel.