jump to navigation

Anak Muda, Jangan Gunakan Earphone Sambil Berkendara, Ini Lo Bahayanya! 18 Januari, 2021

Posted by proud2ride in Tips & Trik.
Tags:
add a comment

Tidak sedikit premotor terutama kalangan muda kerap menggunakan earphone sambil berkendara. Katanya akan lebih nyaman dan santai menunggangi motor sambil mendengarkan music melalui earphone.

Menggunakan earphone dan terkoneksi ke perangkat mobile untuk sekedar mendengarkan musik ketika berkendara tentu akan berbahaya baik untuk dirinya maupun orang lain.

Karena menggunakan earphone dapat menyebabkan pengendara tidak waspada akan adanya suara-suara darurat di jalan raya, seperti klakson, sirine ambulance, sirine polisi, atau bunyi sirine pintu palang kereta api.

“Suara atau peringatan tersebut tidak boleh kita abaikan, karena merupakan beberapa peringatan yang bertujuan untuk mengetahui dan mengkondisikan jalan raya agar lebih aman dalam keadaan darurat,” buka Ludhy Kusuma, Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora.

Tidak hanya itu, mendengarkan musik dengan volume suara yang keras ketika berkendara dapat menghilangkan fokus seorang pengendara.

Karena terlalu asik bernyanyi bisa saja seseorang membagi konsenstrasi mereka saat berkendara sehingga tidak bisa mengendalikan sepeda motor ketika ada situasi bahaya mendadak di jalan raya.

Pada sisi lain, volume suara earphone yang terlalu kencang saat mendengarkan musik juga dapat menghilangkan suara-suara ketika terjadi sesuatu pada kendaraan kita.

“Misalkan ketika ada suara mesin yang tidak biasanya atau pada roda-roda sepeda motor yang kita gunakan sehingga dapat membahayakan pengendara,” ujar Ludhy.

Masih banyak lagi potensi bahaya yang harus kita prediksi untuk meminimalisir terjadinya suatu kecelakaan, terpenting adalah kendalikan kecepatan sesuai aturan, gunakan perlengkapan berkendara yang aman untuk selalu #Cari_Aman.

Plus Minus Menggunakan Ban Dual Purpose di Sepeda Motor 8 Januari, 2021

Posted by proud2ride in Tips & Trik.
Tags:
add a comment

Belum banyak yang paham soal ban ban dual purpose. Sesuai namanya “dual purpose” atau “dua kegunaan”, ban ini dapat digunakan berkendara dalam berbagai macam medan jalanan, baik off-road maupun on-road.

Tak heran jika kemudian penggunaan ban ini cukup banyak diterapkan oleh para pengendara motor yang hobi melakukan touring ke medan-medan yang sulit ditempuh oleh ban motor biasa.

Karena mereka tak perlu repot-repot lagi melakukan penggantian ban setiap kali akan melakukan perjalanan. Cukup dengan satu ban saja dan seluruh kebutuhan berkendara dapat dilibas dengan mudah.

Namun sebelum memutuskan untuk mengganti ban motor Anda yang sekarang dengan model dual purpose, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu plus minus dari penggunaan jenis ban motor yang satu ini. Berikut pembahasan lengkapnya dari Wahana Honda untuk Anda.

Plus Minus Penggunaan Ban Dual Purpose

1. Nyaman digunakan berkendara dalam berbagai medan jalan

Dengan ban motor jenis dual purpose ini, Anda tak perlu khawatir lagi soal melewati jalanan yang rusak, kurang mulus, berbatu dan lain-lain. Karena pengalaman berkendara Anda pun tidak akan terganggu dengan kondisi jalanan yang buruk tersebut. Sebaliknya, ban ini akan memberikan Anda kenyamanan meski saat Anda melewati medan yang kurang ramah dengan kendaraan.

Hal ini didukung oleh motif dari tapak ban tersebut serta material pembuatannya yang membuat jenis ban dual purpose ini jauh lebih awet dan sigap untuk menebas berbagai macam medan jalanan.

2. Tidak mudah aus

Karena terbuat dari material berkualitas dan berbeda dengan ban on-road pada umumnya. Membuat ban dual purpose ini memiliki usia pakai yang cukup panjang serta tidak mudah aus. Anda bisa menggunakannya berkendara kapan pun di medan apapun tanpa harus takut ban motor mengalami kondisi gundul dalam waktu yang singkat.

3. Lebih mulus saat digunakan berkendara di tikungan

Berikutnya, permukaan ban dual purpose ini juga memiliki kekuatan yang cukup baik. Hal ini memungkinkan ban tersebut dapat memperluas landasan serta lebih nyaman saat digunakan untuk melewati tikungan.

4. Kekuatan cengkraman yang kurang maksimal

Beralih pada kekurangan dari sektor ban dual purpose, ban ini memiliki kekuatan cengkraman yang kurang jika dibandingkan dengan ban on-road pada umumnya. Terlebih jika Anda hanya menggunakan ban ini untuk berkendara di jalan raya tanpa pernah menggunakannya di medan jalan yang terjal.

5. Tidak cocok untuk motor sport

Jenis motor yang bermanuver dengan kecepatan tinggi sangat tidak dianjurkan menggunakan ban model dual purpose. Hal ini akan membuatnya menjadi kurang optimal saat digunakan berkendara pada motor sport. Desain ban dual purpose juga terlihat lebih menonjol, tentu agak kurang pas jika diaplikasikan pada jenis motor sport.

Nah, itulah tadi sedikit penjelasan mengenai definisi dari ban dual purpose serta kelebihan dan kekurangannya. Jika Anda ingin menggunakan ban ini sebagai salah satu perangkat untuk menemani pengalaman berkendara yang nyaman dan mumpuni, perhatikan terlebih dahulu kelebihan dan kekurangannya di atas. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui jenis ban seperti apa yang terbaik untuk kendaraan dan kebutuhan Anda.

Remeh Temeh, Namun Parkir Sepeda Motor Ada Aturannya 4 Januari, 2021

Posted by proud2ride in Tips & Trik.
Tags:
add a comment

Soal memarkir sepeda motorboleh jadi hal yang remeh temeh, amat sederhana. Siapa saja bisa melakukannya. Namun, di masa maraknyapencurian sepeda motor, parker jangn sembarangan.

 Memarkir motor mudah dan semua biker atau pengendara motor bisa. Tapi parkir motor yang baik dan aman? Tidak semua bikers dan pengendara melakukan.

Padahal dengan parkir motor yang baik dan aman, membuat motor terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Contohnya meminimkan tinfak pencurian atau kerusakan pada motor seperti kebakaranb.

Teguh Hariyanto dari Product Quality Monitoring MPM Honda Jatim membagikan tips memarkir motor yang baik dan aman.

Parkir motor yang aman :

1. Hindari tempat yang ada benda – benda yang mudah terbakar. 

Agar motor aman dari bahaya kebakaran cari tempat parkir yang jauh dari benda mudah terbakar  seperti area tempat sampah,  tempat pengelasan, dan kandang ternak

2. Pastikan stang kemudi terkunci 

Agar terhindar dari tindakan pencurian terhadap motor anda. Bila perlu gembok cakram dan area standart tengah dengan kunci gembok. Untuk tipe motor tertentu yang ada fitur anti theft alarm system untuk diaktifkan. Jangan lupa juga tutup cover  rumah kuncinya.

3. Jangan tinggalkan barang yang dapat memicu terjadinya kebakaran di bagasi atau di console box misalnya korek api gas. Karena benda tersebut jika terkena panas akan mudah meledak dan bisa mengakibatkan pemicu terjadinya kebakaran

4. Pastikan kunci kontak posisi off (mati)

Pada saat memarkir motor jangan meninggalkan motor dengan kunci kontak posisi ON karena akan mengakibatkan aki motor malah menjadi tekor atau soak.

5. Simpan ditempat teduh.

Ada baiknya motor tidak disimpan ditempat terbuka yang memungkinkan terkena kotoran, sinar matahari atau guyuran hujan.

“Yang tak kalah penting, perlu diperhatikan juga sirkulasi udara ditempat parkir motor baik.” kata Teguh.

Parkir motor dengan baik dan aman, bikin hati tenang dan membuang jauh rasa was-was. Motor aman.

Bersihkan Kaca Helm Agar Nyaman Berkendara, Berikut Ini Tips-nya! 3 Januari, 2021

Posted by proud2ride in Accessories, Tips & Trik.
Tags: ,
add a comment

Kaca helm atau Visor yang bersih dan bening akan membuat nyaman pengendara. Dengan kaca yang bersih, fungsi visor sebagai pelindung pandangan pengendara dari debu, pasir, hewan-hewan kecil atau bahkan sinar matahari menjadi lebih sempurna.

Sayangnya, meski memiliki peranan yang cukup penting, banyak orang yang memiliki helm tanpa visor. Komponen ini biasanya sengaja mereka lepas karena bagi sebagian orang kaca helm dianggap pengganggu, terutama jika sudah dalam kondisi kendor dan kotor.

Bagi Anda yang tidak nyaman menggunakan helm dengan visor kotor, kini tak perlu khawatir. Karena dengan sedikit penanganan yang lebih ekstra, Anda sudah bisa mengembalikan kaca tersebut menjadi jernih seperti semula.

Berikut ini tips membersihkan kaca helm agar kembali bersih dan tidak buram sebagaimana dikutip dari Wahana Honda.

1. Lepaskan kaca helm terlebih dahulu

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah melepaskan kaca helm terlebih dahulu. Sebenarnya langkah yang satu ini opsional atau tergantung dari preferensi Anda. Jika Anda sedang terburu-buru dan tidak sempat melepasnya, tentu tidak masalah untuk langsung membersihkan kaca helm yang masih terpasang.

Hanya saja, kaca helm yang masih dalam kondisi terpasang ini akan membatasi gerak Anda pada saat melakukan pembersihan. 

2. Basahi kaca helm terlebih dahulu

Langkah selanjutnya, Anda harus membasahi kaca helm tersebut dengan air bersih atau boleh juga dengan air sabun. Ini bertujuan untuk menghilangkan seluruh debu atau kotoran yang menempel pada permukaan kaca.

Karena seperti yang kita tahu, keberadaan kaca helm memang digunakan sebagai penangkal dari debu ataupun benda asing yang dapat berpotensi mengganggu pandangan pengendara. Maka dari itu, seringkali kita bisa melihat jelas debu, pasir atau kotoran lain yang menempel pada bagian permukaan kaca.

3. Gunakan visor cleaner

Sesuai namanya, alat ini dibuat secara khusus untuk membersihkan permukaan kaca helm yang kotor dan memiliki noda yang membandel. Anda bisa menemukannya dengan mudah di toko-toko otomotif atau dengan membelinya secara online.

Perlu diketahui bahwa produk visor cleaner yang bagus ialah yang terbuat dari alcohol-based. Di mana produk dengan komposisi tersebut akan jauh lebih mudah menguap dan tidak akan meninggalkan noda bekas cairan.

Untuk menggunakannya, Anda hanya perlu menyemprot atau mengoleskan alat tersebut pada permukaan kaca helm. Tunggu sekitar 2-5 menit barulah Anda bisa mengelapnya dengan kain microfiber yang bersih dan lembut atau bisa juga dengan menggunakan tisu.

4. Bilas kaca helm dengan air bersih

Setelah langkah-langkah sebelumnya sudah Anda lakukan, berikutnya Anda hanya perlu membilas kaca helm tersebut menggunakan air bersih dan mengelapnya sampai benar-benar kering. Tujuannya agar kaca helm tidak lembab dan bekas air yang dibasuhkan tadi tidak membekas.

Nah, itulah tadi beberapa tips dan langkah-langkah membersihkan kaca helm agar kembali jernih seperti semula. Setelah berhasil membersihkannya, jangan lupa untuk terus memberikan perawatan secara rutin pada komponen helm tersebut, ya. 

Selalu lap kembali helm sebelum atau setelah digunakan. Hindari juga meletakkan helm di bawah terik sinar matahari karena dapat memicu faktor terjadinya kaca helm yang cepat kusam dan buram.

Selain itu, jika helm baru saja digunakan untuk berkendara di tengah hujan, jangan lupa untuk segera membilasnya dengan air bersih dan mengelapnya, ya.

Hal ini untuk menghindari terjadinya karatan pada beberapa komponen besi pada helm serta agar kaca helm tidak lembab dan memicu tumbuhnya jamur. Selamat mencoba!

CVT, Rangkaian Komponen Dalam Motor yang Sering Terabaikan Perawatannya 2 Januari, 2021

Posted by proud2ride in Tips & Trik.
Tags: ,
add a comment

Karena berada di bagian dalam, sering kali perawatan pada motor matic terlewatkan. Salah satunya ialah CVT atau Continous Variable Transmission yang berfungsi sebagai alat penggerak motor matic.

Dalam prakteknya, sistem CVT ini terdiri dari beberapa komponen yang saling berkaitan. Masing-masing komponen tersebut harus dipastikan selalu berada dalam kondisi prima agar tidak mempengaruhi kinerja perangkat yang lainnya.

Nah, pada artikel berikut ini, kami akan memberikan informasi mengenai komponen CVT apa saja yang perlu diperhatikan dan dicek secara berkala.

Komponen CVT pada Motor Matic yang Harus Dicek Secara Berkala

1. Roller

Roller merupakan salah satu komponen di dalam CVT yang memiliki peran krusial. Alat ini digunakan sebagai pemberat komponen rumah roller atau pulley primer yang nantinya akan mempermudah rotasi perputaran pulley tersebut. 

Dalam prakteknya, komponen roller seringkali mengalami kerusakan karena kelalaian pemilik kendaraan. Hal ini biasanya disebabkan oleh penggunaan motor yang terlalu sering untuk menempuh jarak yang cukup jauh.

Kondisi roller yang semula berbentuk bulat, bisa berubah menjadi sedikit peyang apabila motor digunakan berkendara secara berlebihan dan tidak memberikannya waktu istirahat yang cukup. 

Idealnya, jika Anda menempuh perjalanan jarak jauh, beristirahatlah setiap 2 jam sekali. Hal ini dilakukan untuk membuat kondisi tubuh Anda tetap prima sekaligus untuk mendinginkan mesin motor yang sudah dipaksa memacu jalanan cukup lama.

Karena mesin yang terlalu panas jika dipaksakan justru dapat membuatnya overheating hingga menyebabkan terjadinya mogok di tempat.

Tak hanya itu, komponen roller juga akan lebih cepat mengalami kerusakan apabila Anda berkendara secara ugal-ugalan. Seperti dengan menarik tuas gas dalam-dalam atau sekencang-kencangnya.

Hal ini akan membuat komponen roller tersebut lebih cepat gundul atau aus. Akibatnya, suara tarikan gas motor Anda pun akan terdengar lebih berisik dari sebelumnya.

2. V-belt

V-belt merupakan sebuah komponen yang terbuat dari karet khusus dan memiliki fungsi sebagai penerus putaran dari mesin ke roda belakang. Meski terbuat dari karet, alat ini memiliki karakter tekstur yang sedikit lebih keras jika dibanding karet pada umumnya.

Nah, dalam motor matic, v-belt menjadi salah satu komponen yang harus selalu diperhatikan kondisinya. Sebab, komponen yang satu ini sangat rentan mengalami kerusakan baik itu berupa retakan yang muncul di beberapa bagian atau bisa juga karet v-belt sudah tidak lentur lagi.

Apabila komponen ini putus saat Anda berkendara di jalan raya, risiko terburuknya motor Anda akan mogok secara tiba-tiba. Hal ini dikarenakan tidak adanya alat yang menjadi perantara atau penerus putaran dari mesin ke roda belakang.

Tak hanya itu, v-belt yang putus juga dapat merusak komponen lain di sekitar CVT. Oleh karenanya, penting bagi Anda memberikan sedikit perhatian lebih terhadap v-belt terutama saat motor matic Anda sedang diservis. Pastikan bahwa tidak ada retakan pada karet v-belt tersebut agar tetap berfungsi secara optimal.

3. Kampas kopling

Berikutnya ada kampas kopling yang tak boleh luput dari perhatian para pemilik motor matic. Berbeda dengan kampas kopling yang terletak di motor bebek atau motor manual, kampas motor pada motor matic ini memiliki bentuk yang unik mirip dengan rem tromol.

Kampas kopling ini memiliki fungsi sebagai penerus putaran yang semula berasal dari poros sekunder menuju ke bagian roda. Nah, jika Anda berkendara motor dengan menarik gas kencang sambil melakukan pengereman mendadak, hal ini dapat memicu timbulnya kerusakan pada komponen tersebut.

Untuk itu, meski letaknya berada di dalam sektor CVT, Anda juga harus memberikan perhatian lebih pada komponen ini agar tidak mempengaruhi pengalaman berkendara Anda selama di jalan raya. Terutama saat di tengah kemacetan, di mana kampas kopling ini sangat berpotensi mengalami kondisi aus.

Demikianlah artikel mengenai komponen pada CVT motor matic yang harus dilakukan pengecekan secara berkala. Pada dasarnya setiap perangkat pada kendaraan Anda harus dicek secara rutin untuk menghindari terjadinya kerusakan parah atau risiko buruk di jalanan yang dapat terjadi kapan pun.

Selain harus melakukan pengecekan pada komponen-komponen tersebut, penting juga bagi Anda untuk memperhatikan pola berkendara yang aman selama di jalan raya. Pastikan Anda tidak melanggar rambu-rambu lalu lintas dan tidak berkendara dengan kecepatan tinggi saat jalanan sedang padat.

Karena bagaimana pun, keselamatan Anda menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan dan diutamakan.

Kenali Tekanan Angin Ban Ideal Saat Cuaca Biasa dan Musim Hujan 20 Desember, 2020

Posted by proud2ride in Tips & Trik.
add a comment

Di musim penghujan seperti saat ini, para pengendara motor ditinjau untuk lebih berhati-hati saat berkendara. Hal ini mengingat jalanan yang seringkali basah oleh air hujan dapat menyebabkan medan yang dilewati menjadi licin. Tak heran jika di musim penghujan, kasus laka lantas seringkali mengalami peningkatan.

Selain dipengaruhi oleh kelalaian pengendara, kecelakaan lalu lintas juga seringkali disebabkan oleh ketidaktahuan mereka terhadap hal-hal yang cukup krusial berkaitan dengan konsep safety riding. Salah satunya mengenai tekanan angin ban motor yang ideal pada saat memasuki musim hujan.

Banyak orang yang mengatakan bahwa pada musim hujan ini, pengendara motor dilarang untuk memberikan tekanan angin terlalu tinggi pada kendaraan mereka. Hal ini disebut-sebut dapat meningkatkan faktor risiko terjadinya kecelakaan di tengah jalan seperti terpeleset, tergelincir atau ban selip. Benarkah hal tersebut? Atau jangan-jangan hanya mitos belaka?

Tim safery riding Wahana Honda memberikan tips mengenai tekanan angin ban motor yang ideal pada saat memasuki musim penghujan. Simak informasi lengkapnya.

Tekanan Angin Ban Motor yang Ideal dalam Keseharian dan Musim Hujan

Pada saat membeli sebuah kendaraan baru, terdapat buku pabrikan yang harus Anda baca. Dalam buku tersebut biasanya tercantum informasi lengkap mengenai kendaraan Anda.

Mulai dari apa saja yang boleh dan tidak boleh untuk dilakukan, besaran beban maksimal yang boleh dibawa hingga biasanya juga tertera informasi mengenai tekanan ban yang ideal untuk motor Anda.

Nah, biasanya tekanan angin ban motor yang direkomendasikan berkisar antara 29 psi untuk roda depan serta 33 psi untuk roda bagian belakang. Kapasitas angin ban motor ini dianggap cukup ideal untuk berkendara.

Selain akan membuat pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan, tekanan angin ban motor yang ideal juga akan menjauhkan Anda dari risiko buruk di jalanan seperti kecelakaan dan juga memperpanjang usia pakai dari ban tersebut.

Itu tadi baru tekanan angin ban motor yang ideal untuk keseharian, ya. Sedangkan untuk musim penghujan sendiri tekanan ban motor yang disarankan cukup berbeda. Anda diperbolehkan untuk mengurangi tekanan ban jika memang dibutuhkan. Namun tetap dengan batas yang telah ditentukan. 

Maksimal pengurangan tekanan angin ban motor tersebut hanyalah 2 psi. Artinya, jika di hari biasa Anda berkendara dengan tekanan 29 psi untuk roda depan, maka pada musim penghujan Anda bisa menurunkannya di angka 27 psi. Pun demikian berlaku juga untuk ban belakang boleh diturunkan hingga ke angka 31 psi. 

Pengurangan tekanan angin ini bertujuan untuk membuat daya cengkram ban motor jauh lebih kuat pada saat melewati jalanan basah dan licin. Karena seperti yang kita tahu, tekanan angin ban yang terlalu tinggi seringkali menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan di tengah medan jalan yang basah. Hal ini biasanya disebabkan oleh kondisi ban selip atau hilangnya kontrol pada komponen ban.

Dengan sekilas penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tekanan angin ban motor harus dikurangi pada saat musim penghujan merupakan fakta. Namun sebenarnya, hal ini kembali lagi pada kebiasaan Anda saat berkendara. 

Pastikan untuk tidak berkendara dalam kecepatan tinggi saat melewati jalanan yang basah, licin atau saat sedang turun hujan. Berkendaralah dengan kecepatan standar dan memperhatikan kondisi jalanan sekitar. Dengan demikian, berapa pun tekanan ban motor yang Anda kendarai akan tetap membawa Anda selamat sampai ke tujuan.

Selain itu, jika tak mau repot-repot mengurangi tekanan angin ban motor setiap kali akan berkendara di musim hujan. Anda bisa mengganti ban motor yang sekarang dengan jenis ban dual purpose. Di mana ban tersebut dapat digunakan untuk berkendara di medan on road maupun off road.

Ban Modern, Ban Tubeless, Simak Kelebihannya Dibanding Ban dengan Ban Dalam 19 Desember, 2020

Posted by proud2ride in Tips & Trik.
Tags:
add a comment

Sepeda motor terbaru umumnya sudah menggunakan ban Tubeless.Inilah ban modern yang lebih praktis untuk keamanan dan kenyaman dalam perjalanan.

Namun, masih banyak yang tidak tahu perbedaan kedua jenis ban ini. Mereka menganggap semua ban sama.

Jenis ban yang umum dipakai pada sepeda motor ada dua jenis yakni tubeless tanpa ban dalam dan tube menggunakan ban dalam.

Jika ditanya ban tubeless tentunya sudah tidak asing lagi karena memang banyak digunakan oleh pengguna sepeda motor.

Berikut ini kelebihan ban tubeless yang harus kamu ketahui.

1.Daya Tahan Ban Lebih Kuat
Jika menggunakan ban tubeless kamu tidak akan memerlukan ban dalam. Ban tubeless menggunakan inner yang merekatkan bagian ban dengan velg, sehingga ban dapat menahan tekanan udara dari dalam yang menjadikan tekanan angin pada ban tidak berkurang meski sudah lama. 

Daya tahan ban tubeless lenjadi lebih kuat karena daya adesif lem power lebih tinggi dibnding daya kohesif karet pada ban biasa.

2.Lebih Tangguh Menahan Bocor
Ban tubeless tentu saja seperti layaknya ban biasa yang dapat mengalami kebocoran. Namun, kelebihan dari ban ini adalah memiliki ketahanan yang lebih dalam urusan menahan kebocoran.

Hal ini disebabkan karena tidak menggunakan ban dalam serta pemanfaatan partikel yang kuat pada ban tubeless ini dapat meminimalisir kebocoran akibat tertusuk benda-benda tajam.

Contoh kasus adalah ketika melindas paku, ban tubeless tidak akan langsung kehilangan tekanan angin secara drastis sehingga masih dapat bertahan hingga menemukan bengkel tambal ban terdekat.

3.Lebih Baik dalam Bermanuver
Kelebihan lain yang dimiliki ban tubeless yaitu lebih baik dalam bermanuver. Bentuknya yang solid dan stabil menjadikan ban tubeless memiliki daya cengkram terhadap jalan yang lebih baik. 

Kelebihan inilah yang menjadikan ban tubeless menjadi pilihan penggunaan ban dalam berbagai ajang balap.

4.Cocok untuk Kondisi Hujan
Mirip dengan poin sebelumnya, ban ini lebih aman digunakan dalam kondisi hujan. Karena ban tubeless memiliki tapak yang lebih lebar, relief grove atau kembangan yang lebih dalam dibanding ban biasa, sehingga membuat ban tubeless memiliki daya cengkeram yang kuat pada jalan.

Dengan demikian ban tidak akan mudah selip saat melewati jalanan basah.

Nah, sudah sangat jelas soal keunggulan ban Tubeless ini. Mau pilih yang mana? Demi keamanan dan kenyamanan, tentu saja ban Tubeless ya!

Saatnya Musim Hujan, Periksa Sistem Pengereman, Jika Kanvas Rem Tipis, Kini Saatnya Ganti Kanvas 17 Desember, 2020

Posted by proud2ride in Tips & Trik.
Tags:
add a comment

System pengereman pada sepeda motor harus sempurna, terutama pada musim penghujan di akhir dan awal tahun.

Masih banyak pengendara yang belum bisa menggunakan atau memaksimalkan fungsi kerja rem sepeda motor dengan baik. Tak sedikit juga pengguna sepeda motor yang berpikir bahwa jika ingin menghentikan kendaraan cukup tekan tuas rem saja dan kendaraan akan berhenti.

Pengereman yang dilakukan dengan baik, selain untuk menjaga keselamatan diri sendiri namun juga akan menjaga keselamatan pengendara lainnya yang di saat bersamaan menggunakan kendaraan.

Untuk kendaraan yang diproduksi saat ini pada dasarnya, ada dua jenis rem yang digunakan, yakni Rem Tromol dan Rem Cakram. Namun dengan semakin canggihnya teknologi yang ada pada sepeda motor Honda hadir fitur CBS (Comby Brake System).

CBS adalah ketika pengereman dengan 1 tuas dapat mengerem roda depan dan belakang dengan komposisi yang tepat. Tidak hanya fitur CBS, namun juga fitur ABS (Anti Lock Brake System) juga hadir pada beberapa varian sepeda motor Honda.

ABS dirancang untuk mencegah roda mengunci pada saat pengereman mendadak atau pengereman di kondisi jalan licin dengan cara mengatur tekanan hidrolik pada system pengeremannya.

Selain perlu memahami pengereman yang baik, pengendara juga wajib mengetahui cara merawat rem pada sepeda motor agar tetap aman dan nyaman ketika dikendarai. Jika sepeda motor menggunakan jenis Rem Tromol dan Cakram maka hal pertama yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan secara berkala setiap 4.000 KM.

Selanjutnya periksa keausan kampas rem terhadap batas servis melalui indikatornya, dan terakhir selalu gunakan HGP (Honda Genunie Parts) bagi pengguna sepeda motor Honda.

“Bagi sepeda motor yang sudah menggunakan jenis rem Cakram, perawatan juga bisa dilakukan dengan membersihkan piringan cakran sampai ke bagian lubang anginnya,” ujar Ade Rohman selaku Technical Service Sub Departmen Head PT Daya Adicipta Motora.

Kemudian untuk pemeriksaan rem jenis tromol dapat dilakukan mulai dari mengecek keausan rem tromol, pemeriksaan jarak main bebas handle rem untuk rem depan 10-22mm, rem belakang matic 10-22mm, cub & sport 20-30mm, stel jarak main bebas rem apabila tidak standar dapat memutar mur penyetel pada bagian ujung kabel rem, dan terakhir periksa lampu switch rem.

Jika pemeriksaan dilakukan pada sepeda motor dengan jenis rem cakram, pemeriksaan terbagi ke dalam 2 bagian yaitu cari kerja rem hidraulik dan pemeriksaan jika adanya udara palsu di sistem rem hidrolik. Untuk pemeriksaan cara kerja rem hidraulik dapat dilakukan dengan langkah awal memposisikan motor pada standar tengah. Selanjutnya periksa kelancaran putaran roda dua saat tuas rem bebas, jika bisa berputar lancar maka dapat dikatakan normal. Kemudian tekan dan lepaskan tuas rem beberapa kali, putar kembali roda harus berputar lancar. “Ulangi langkah-langkah tersebut untuk memastikan rem bekerja dengan normal,” ujar Ade.

Apabila saat pemeriksaan adanya udara palsu pada sistem rem hidrolik maka hal pertama adalah menekan dan menahan tuas rem, dikatakan normal jika tuas rem terasa ada tekanan yang kuat.

Namun jika ada udara palsu terasa tidak ada tekanan atau kosong, maka disarankan mengganti minyak rem dengan yang baru dan lalukan pemerikaan adanya kebocoran pada sistem rem hidrolik.

“Pada dasarnya sistem pengereman tipe tromol dan cakram dilengkapi dengan indicator keausan, jika indicator sudah sejajar atau menipis dengan batas maksimal keausannya maka harus segera melakukan penggantian kampas rem di bengkel resmi Honda atau AHASS terdekat,” tutup Ade.

Punya SepedaMotor Kopling, Pastikan Koplingnya Selalu Baik, Ini Cara Mudah Mengetahuinya! 14 Desember, 2020

Posted by proud2ride in Tips & Trik.
Tags: ,
add a comment

Meski ditekan habis oleh sepeda motor matic, penggemar sepeda motor kopling selalu ada. Kata mereka, motor kopling lebih gagah untuk digunakan.

Sepeda motor dengan jenis transmisi manual atau kopling memiliki teknologi pengembangan bernama assist clutch yang berfungsi untuk menghilangkan power loss, dan slipper clutch yang berfungsi untuk mencegah roda belakang tergelincir/slip ketika menurunkan gigi secara extreme.

Kemajuan teknologi di bagian kopling ini, ada beberapa hal prinsip dasar atau basic yang harus diketahui dan tidak boleh dilupakan yaitu secara prinsip dan cara kerja, komponen dasar, dan cara perawatan kopling di sepeda motor.

Agar kopling tetap dalam kondisi prima dan bisa bekerja dengan sempurna, maka perlu dilakukan pemeriksaan & penyetelan secara berkala.

Langkah pertama bisa dilakukan dengan memastikan jarak main bebas pada handle kopling harus selalu berada pada kisaran 10-20 mm.

“Cara penyetelannya dengan melonggarkan mur pengunci, kemudian putar mur penyetel sampai dapat standar jarak main bebas, dan terakhir kencangkan mur pengunci,” buka Ade Rohman, Technical Service Sub Dept. Head PT Daya Adicipta Motora.

Sementara untuk melakukan penyetelan di bawah dekat mesin dimulai dengan melonggarkan mur pengunci, putar mur penyetel sampai mendekati standar jarak main bebas, kencangkan mur pengunci dan lakukan penyetelah pada sisi atas dekat handle kopling untuk mendapatkan standar jarak main bebas.

“Selanjutnya, pastikan kabel kopling bisa bekerja dengan normal, tidak ada serabut kabel yang rusak, terjepit, routing kabel sesuai standar, dan kabel dapat bergerak dengan bebas saat handle kopling ditekan,” ujar Ade.

Pemeriksaan juga bisa menggunakan feeling pengendara, jika kopling sudah berada di setelan yang normal maka gejala yang ditimbulkan adalah saat pengendara melakukan perpindahan gigi bisa dengan mulus dan tuas kopling dilepaskan secara berangsur maka akan terasa transmisi tenaga ke roda secara berangsur dengan baik atau tidak terasa selip

Namun jika kopling sudah aus, gejala yang akan timbul mulai dari saat melakukan perpindahan gigi tidak bisa dilakukan dengan mulus, saat akselerasi terasa selip, sepeda motor terasa kurang tenaga, dan bahkan oli mesin menjadi cepat berubah warna atau kotor.

Setelah melakukan penyetelan kopling, lakukan pemeriksaan dengan meletakkan kendaraan dalam keadaan kondisi standar tengah. Kemudian hidupkan mesin, tekan handle kopling serta masukan ke gigi 1 dan lakukan pemeriksaan roda belakang sepeda motor.

“Kopling motor yang normal adalah ketika kopling ditekan penuh, roda belakang tidak berputar. Sedangkan saat kopling ditekan setengah, roda belakang mulai berputar secara perlahan dan ketika kopling dilepas penuh roda belakang akan berputar,” tutup Ade.

Selamatkan Injektor Sepeda Motor dengan Injector Cleaner! 14 Desember, 2020

Posted by proud2ride in Tips & Trik.
Tags: , , ,
add a comment

Motor injeksi memang minim perawatan. Banyak yang belum tahu, injektor pada sepeda motor injeksi juga perlu dirawat demi kebaikan sang motor.

Keberadaan injektor pada kendaraan memiliki peranan yang cukup penting, terutama dalam proses pembakaran. Ia berfungsi sebagai pengubah bahan bakar yang sebelumnya mendapatkan tekanan dari fuel pump untuk kemudian dibakar menjadi kabut atau asap.

Apabila komponen ini bermasalah, risiko paling mungkin terjadi adalah kendaraan Anda akan sulit untuk dinyalakan, suara mesin kendaraan yang kasar hingga boros bahan bakar.

Maka dari itu, jika Anda memiliki kendaraan atau motor injeksi, bagian injektor merupakan salah satu yang harus rutin diperhatikan dan dirawat. Hal ini tentu untuk menghindari risiko terburuk seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Nah, salah satu cara untuk mengatasi permasalahan pada komponen injektor tersebut ialah dengan menggunakan injector cleaner. Apa itu injector cleaner? Apa saja manfaat dan cara menggunakannya? Serta adakah risiko buruk yang mungkin saja terjadi? Pada artikel berikut ini, Wahana Honda akan memberikan Brader informasi lengkap mengenai injector cleaner. Simak lengkap artikelnya hingga tuntas, ya.

Apa itu Injector Cleaner?

Seperti namanya, injector cleaner merupakan alat yang digunakan untuk membersihkan komponen injektor di dalam kendaraan. Alat ini berbeda dengan carbon cleaner. Meski memiliki fungsi yang sama-sama membersihkan, namun carbon cleaner biasa digunakan untuk membersihkan kerak yang terjadi karena hasil pembakaran baik yang berada di throttle body maupun yang ada di bagian piston.

Sedangkan injector cleaner sendiri biasa digunakan untuk membersihkan lubang pada komponen injektor dari sisa-sisa pembakaran. Tak hanya itu, cairan pembersih ini juga berperan penting dalam menjaga bahan bakar sebuah kendaraan agar tetap terjaga kebersihannya. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah untuk meningkatkan performa dari mesin kendaraan lewat proses pembakaran yang lebih baik.

Manfaat Menggunakan Injector Cleaner

Dalam praktek penggunaannya, Brader akan mendapatkan banyak keuntungan atau manfaat yang bisa dirasakan. Tak hanya dapat membantu meningkatkan kinerja mesin serta efisiensi proses pembakaran dalam kendaraan. Penggunaan cairan cleaner ini juga efektif untuk mengatasi saluran injektor yang tersumbat, membersihkan komponen katup, kepala piston hingga ruang pembakaran serta juga dapat digunakan untuk memperbaiki pola semprotan dari injektor.

Nah, jika Brader mendambakan kinerja mesin yang bersih dan optimal serta tidak menimbulkan suara kasar saat dikendarai. Tentu harus secara rutin melakukan perawatan pada komponen injektor dan juga menggunakan injector cleaner sebagai salah satu upaya merawatnya.

Cara Menggunakan Injector Cleaner

Pada dasarnya untuk menggunakan cairan injector cleaner ini cukuplah mudah selama Brader memiliki alat-alat yang dibutuhkan. Yang perlu Brader lakukan ialah memasang cairan injector cleaner tersebut ke alat pembersih yang biasa digunakan pada bengkel untuk kemudian disalurkan ke konektor saluran bensin. Selanjutnya, Brader hanya perlu menyalakan mesinnya dan secara otomatis alat tersebut akan membersihkan bagian komponen injektor.

Risiko Menggunakan Injector Cleaner Terlalu Sering

Namun perlu diketahui juga bahwa penggunaan injector cleaner ini tidak boleh dilakukan terlalu sering. Karena jika berlebihan justru akan memberikan dampak yang sebaliknya. Seperti mesin kendaraan yang justru akan menjadi lebih loyo serta susah dinyalakan atau bahkan mati secara tiba-tiba.

Tak hanya itu, terdapat begitu banyak cairan injector cleaner yang dijual di pasaran. Mulai dari yang bermerek terkenal sampai yang abal-abal sekali pun. Masing-masing dari mereka memiliki rentang harganya tersendiri.

Namun biasanya, injector cleaner yang dibandrol dengan harga murah cenderung memiliki kandungan zat kimia berupa acetone yang dapat merusak kondisi logam pada kendaraan. Tentu jika penggunaan cairan ini dilakukan secara rutin atau terus menerus, mesin kendaraan Brader justru malah akan mengalami kerusakan.

Nah, itulah tadi sekilas informasi mengenai injector cleaner yang perlu Brader ketahui mulai dari definisi, manfaat, cara penggunaan hingga risiko yang ditawarkan.

Pada dasarnya, jika Brader menggunakan produk dari brand yang terpercaya serta melakukan perawatan secara rutin dan tidak berlebihan, penggunaan injector cleaner ini akan sangat efektif dan baik untuk mengoptimalkan kinerja mesin.

Namun jika Brader menggunakan produk dari brand abal-abal karena tergiur dengan harga murah, maka Brader perlu berhati-hati. Alih-alih membuat mesin Brader bekerja lebih baik, cairan tersebut justru bersifat destruktif dan akan merusak komponen penting pada mesin kendaraan. Semoga bermanfaat!