jump to navigation

Zaman Now, Kapan Sebaiknya Service Sepeda Motor? 13 Juli, 2020

Posted by proud2ride in Tips & Trik.
Tags:
add a comment

934F9AC8-5EC2-415D-B96B-EE65064095BA

Salah satu yang membuat performa sepeda motor selalu baik adalah karena diservice secara berkala. Nah, bagaimana atau dengan cara apa kawan-kawan menentukan kapan sepeda motor harus masuk bengkel untuk diservice mekanik.

Ini penting sekali. Jangan sampai baru inget servis motor pas keburu ngadat di jalan raya. Kalo begitu, bisa ribet dibuatnya.

Patokannya jangan menggunakan bula, tetapi gunakan berapa Km jarak yang sudah ditempuh si motor. Nah begini penjelasan lengkapnya.

Kapan harus servis motor?

Ternyata, kamu dianjurkan untuk ke bengkel untuk servis motor, dengan acuan kilometer yang telah ditempuh. Kalau menggunakan acuan bulan, tentunya ini ga “adil” buat motor.

Bisa aja motor kamu yang usianya baru 2 bulan, ternyata sudah menempuh jarak yang lebih jauh, dibanding motor tetangga yang sudah berumur 6 bulan.

Lalu, berapa kilometer jarak tempuh motor yang bisa dipakai sebagai acuan servis motor? Acuannya berbeda untuk tiap jenis motor, seperti berikut ini. 

• Motor matik dan motor bebek: per 4.000 kilometer

• Motor sport: 6.000 kilometer

• Motor big bike: 12.000 kilometer

Ini adalah anjuran untuk motor zaman now. Kalo zaman dulu servis motor setidaknya harus dilakukan setelah 2.000 kilometer. Namun itu dulu, sebelum perkembangan mesin secanggih sekarang. Nah, lebih hemat sekarang khan ya!

Mengerem Jangan dengan 2 Jari, Mengapa? 10 Juli, 2020

Posted by proud2ride in Tips & Trik.
Tags:
add a comment

Mengerem-empat-jari

Banyak pemotor yang kerap melakukan kesalahan dalam melakukan pengereman. Antara lain dengan melakukan standby dua jarinya di tuas resm. Kebiasaan dalam berkendara ini bisa berdampak buruk bagi pengendara.

Ludhy Kusuma selaku Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora mengatakan, dengan cara ini pengereman tidak maksimal. Jika menggunakan dua jari cengkraman jari kita terhadap tuas rem menjadi lebih lemah. Hal ini menyebabkan pengereman tidak berfungsi secara maksimal.

“Diwajibkan untuk menggunakan empat jari dalam melakukan pengereman, dikarenakan apabila kita menggunakan 4 jari tuas rem akan tercengkram lebih baik sehingga pengereman dapat lebih maksimal,” ujar Ludhy.

Kemudian ketika dalam kecepatan tinggi dan tiba-tiba ada sesuatu yang berbahaya di depan mata kita, apabila berkendara menggunakan dua jari kita tidak sempat untuk menurunkan gas. Sehingga yang terjadi secara reflek pengendara akan langsung melakukan pengereman namun tuas gas belum tertutup secara sempurna sehingga dapat mengakibatkan ban depan terkunci dan membuat jatuh pada pengendara.

Dampak buruk lainnya, penggunaan dua jari dengan posisi stand by pada saat berkendara menyebabkan rasa pegal pada otot jari dan otot pergelangan tangan. Apabila pengendara berkendara dengan jarak jauh, hal tersebut dapat membuat otot kita menjadi tegang dikarenakan otot jari yang terus-terusan berkontraksi sehingga menyebabkan menjadi lelah dalam berkendara dan tidak nyaman saat berkendara.

Perlu diketahui, penggunaan dua jari ketika berkendara hanya dilakukan di ajang balap motor saja, sebab penggunaan rem tersebut bertujuan untuk mengurangi kecepatan motor saja tanpa mengurangi akselerasi dari motor tersebut. “Bila digunakan dalam kehidupan sehari-hari ketika sedang berkendara di jalan raya akan sangat berbahaya,” ujar Ludhy.

Penggunaan jari yang benar saat melakukan pengereman yaitu menggunakan empat jari sehingga dapat memaksimalkan proses pengereman. Selain itu penggunaan rem depan dan belakang harus digunakan untuk menjaga keseimbangan dalam melakukan pengereman.

“Cengkraman empat jari tentu akan lebih kuat di bandingkan dengan menggunakan dua jari saja,” kata Ludhy. Lebih lanjut, Ludhy mengatakan ketika berkendara, biasakan tangan kita untuk selalu mengepal pada handle stang kemudi, hal tersebut akan membuat kita menjadi lebih nyaman dalam berkendara dan memudahkan kita untuk mengontrol laju kendaraan.

Naik Motor di Masa New Normal, Perhatikan 3 Hal Penting Ini 5 Juli, 2020

Posted by proud2ride in Tips & Trik.
Tags:
add a comment

A72A5F44-CE26-4DED-BCF6-B4D91A13B155

Pandemi Covid-19 masih berlangsung. Tak lama lagi pemerintah menerapkan masa #NewNormal. Di masa ini, meski masih pandemi, masyarakat sudah bisa beraktivitas normal.

Caranya, menjaga kesehatan dengan protokol yang telah ditentukan. Antara lain, bermasker, sering mencuci tangan dengan sabun dan selalu menjaga jarak.

Beraktivitas dengan sepeda motor juga ada celah terpapar virus. Karena itu perhatikan beberapa tips yang bisa melindungi diri dari paparan Covid-19.

Nah ini dia:

  1. Pastikan tubuh dalam keadaan sehat. Cek suhu tubuh. Maksimal ada di angka 37,3 derajat. Lebih dari itu, Anda harus istirahat agar tak mudah terjangkit penyakit.
  2. Gunakan perlengkapan berkendara atau riding gear sendiri. Jangan saling bertukar riding gear. Kamu gak tahu kan yang meminjam apakah sehat atau tidak.
  3. Ketiga janga lupa untuk tetap jaga jarak aman dengan pengendara lain ya.
  4. Juga pastikan kawan-kawan sudah mencari jalur alternatif sebelum berangkat ya, agar tidak melewati zona merah.

Nah, selalu waspada ya kawan-kawan. Dalam kondisi seperti ini, disiplin kita yang akan menentukan kesehatan kita sendiri. Yuk, tetap beraktivitas dengan protokol kesehatan tinggi.

Wanda Tambah Fitur “Layanan Home Service” untuk Konsumen Honda 27 Juni, 2020

Posted by proud2ride in Honda, Merk, Tips & Trik.
Tags: ,
add a comment

430B01AB-EFCB-4477-9D2F-72A31D0F0EC0

Main Dealer sepeda motor Jakarta Tangerang, PT. Wahana Makmur Sejati (WMS) komitmen ‘manjakan’ konsumen setia sepeda motor lewat layanan berbasis aplikasi, Wanda. Kini hadir aplikasi layanan home service.

Dalam keterangan pers-nya pada Sabtu (27/6), disebutkan, peningkatan layanan ini sejalan dengan semangat new normal yang kini dikumandangkan, Wahana siasati dengan beragam pelayanan terbaik untuk konsumen.

Wanda merupakan solusi lengkap kebutuhan konsumen Honda yang lengkap berisi mulai dari informasi produk terbaru, layanan chatboard, kebutuhan Honda Genuine Parts hingga apparel.

Layanan home service yang praktis digunakan untuk konsumen yang menuntut layanan cepat dan berkualitas standar bengkel resmi, Astra Honda Authorized Service Station (AHASS).

“Memanjakan konsumen kini wanda tambahkan fitur terbaru layanan home service yang memudahkan layanan after sales Honda di Jakarta dan Tangerang, ” jelas Group Head of Corcomm Wahana, Diana Anggraini.

Dijelaskan lebih lanjut, demi kenyamanan dan kesehatan petugas home service dan konsumen, layanan ini juga ketat berlakukan protokol kesehatan seperti penggunaan masker,  sarung tangan dan pembersihan dengan cairan khusus di beberapa bagian motor sebelum dan sesudah tindakan.

Saat ini layanan home service melalui aplikasi baru berjalan di 16 AHASS di Jakarta dan Tangerang. Namun, Wahana berkomitmen untuk tambah jumlah AHASS yang dapat melakukan layanan ‘manja’ ini. Semua alat, kemampuan mekanik hingga spare part yang digunakan merupakan berstandar Honda.

“Layanan ini adalah tindakan premium demi memanjakan konsumen Honda di wilayah kami. Dengan mengunduh aplikasi ini dipastikan banyak manfaat dan keuntungan yang akan didapatkan konsumen,” tambah Diana.

088234CF-8F85-4BCB-884F-26FEAC0DC1E9

Banyak Manfaat

Aplikasi Wanda adalah aplikasi lengkap untuk konsumen setia Honda. Beragam info seperti katalog motor, aplikasi official Wahana Honda ini juga memuat kebutuhan Honda Genuine Parts hingga Apparel terkini.

Lewat satu genggaman, status unit, pengurusan STNK dan BPKB dapat dipantau realtime.Layanan perawatan dan perbaikan makin praktis dengan lakukan booking service dan mengetahui lokasi AHASS terdekat.

Pengguna aplikasi Wanda juga dapatkan manfaat asuransi diri dengan mengaktifkannya lebih dulu. Tukarkan point reward dengan voucher menarik hingga diskon istimewa dari ratusan merchant rekanan.

Lama Gak Balapan, Ini Cara Pebalap Astra Honda Rawat Baju Balap 24 Juni, 2020

Posted by proud2ride in Honda, Merk, Tips & Trik.
Tags:
add a comment

A1DABEE0-6CF6-40F4-A2D3-CDB5669F5E89

Musim balap tahun 2020 masih rehat sejenak. Tapi para pebalap muda kebanggaan Bangsa yang tergabung dalam Astra Honda Racing Team (AHRT) selalu mempersiapkan diri.

Mulai dari kebugaran tubuh, mental, hingga pernik pendukung lain. Tak terkecuali, wearpack(baju balap) yang lama menggantung.

Baju balap menjadi salah satu hal penting yang harus dipersiapkan, sebagai antisipasi jika balapan kembali dihelat. Karena lama tak dipakai, para pebalap punya trik atau cara khusus agar penutup tubuh tersebut tetap terawat, nyaman dan siap pakai, serta tentu saja bersih.

Herjun Atna Firdaus, pebalap 15 tahun asal Pati, Jawa Tengah, mengaku punya tiga jurus agar baju balapnya siap pakai setiap saat. Selain menjemurnya setelah pemakaian, dia menyiapkan tempat penyimpanan khusus yang tidak lembab, dengan harapan jamur menjauh.

“Saya juga selalu menyemprotnya dengan pewangi,” ucap Herjun yang tahun ini terjun di Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas Asia Production (AP) 250 itu.

Cara yang lebih kompleks dilakukan Lucky Hendriansya. Pebalap yang juga turun di ARRC kelas AP250 tersebut rajin melakukan beberapa hal terkait wearpackagar tetap nyaman dan selalu siap pakai.

Menjadi kebiasaan pemuda asal Sidrap, Sulawesi Selatan itu untuk tak mencuci baju balap. Dia hanya membersihkannya menggunakan lap basah setelah pemakaian.

”Tapi sebelumnya, saya selalu menyemprot angin (bertekanan tinggi/ menggunakan kompresor) pada bagian dalamnya. Setelah itu, bahan kulitnya dibersihkan pakai leather lotion care. Kalau jeda lama seperti sekarang, saya simpan di ruangan yang tak terkena matahari langsung dan tak lembab,” jelas Lucky.

39436B92-4DC3-460B-B6DF-C17756FD29A5

Trik hampir sama dilakukan Rheza Danica Ahrens, pebalap yang tahun ini masih turun di kelas SS600 ajang ARRC. Langkah pertama yang selalu dilakukannya terkait perawatan baju balap adalah sebisa mungkin mengeringkan bagian dalam yang terkena keringat. Bisa dengan cara didiamkan atau dijemur, atau bisa juga dengan memberi semprotan angin bertekenan tinggi.

Langkah lain yang membedakan cara Rheza dengan yang lain adalah membersihkan bagian luar yang berbahan kulit dengan bahan khusus agar debu atau jamur tak menempel. Caranya bisa dengan dilap atau disikat pelan.

”Setelah semua proses itu, kalau tidak dipakai lama seperti saat ini, saya selalu memberinya pelembab agar bagian kulit tetap lentur saat akan dipakai. Nah, bagian dalamnya setelah kering disemprot dengan pewangi dan anti bakteri,” ujar Rheza.

Bahaya Apa Jika Menunda Isi Angin Ban Motor 21 Juni, 2020

Posted by proud2ride in Tips & Trik.
Tags:
add a comment

08330A4C-696F-4013-8B11-3D8DD9CAEE57

Sejumlah pemotor kadang gak ngeh jika ban sepeda motornya kekurangan angin. Motor pun dibawa melaku ke mana-mana. Padahal rasa berkendaranya gak enak banget. Ban rasanya goyang-goyang.

Motor bisa jadi kurang stabil saat melaju kencang dan ban terasa aneh. Selain gak enak, tentu ada bahayanya jika pemotor menunda mengisi angin yang kurang tersebut.

kebiasaan ini jangan diteruskan, karena bisa membuat motor tidak berada dalam kondisi prima dan malah bisa berakibat fatal ke depannya.

Meski motor masih bisa digunakan karena bannya memang tidak bocor, tetapi jika terus dipakai, ban dalam motor akan mudah terkoyak dan velg-nya jadi rawan bengkok.

Untuk mengetahui kondisi ban ini, ada baiknya sebelum bermotor kawan-kawan melakukan pemeriksaan secara mandiri dengan cara menekan ban dengan menggunakan jari.

Cara yang lebih baik lagi adalah dengan mengukur angin pada ban dengan menggunakan alat khusus yang banyak dijual di toko spare part.

Atau jika ingin lebih praktis lagi, cek secara berkala kondisi angin motor ke abang tambal ban yang di kompresornya ada alat pengukur angin tersebut.

4 Hal Sepele Kebiasaan Bikers yang Merugikan Motor 20 Juni, 2020

Posted by proud2ride in Tips & Trik.
Tags:
add a comment

F5C26FC0-E001-4836-A834-0175E9064A0A

Ada beberapa kebiasaan pemotor atau bikers yang ternyata bisa merugikan untuk kendaraan kesayangannya. Salah satu contohnya, memilih menggunakan sparepart palsu atau biasa disebut KW sekian. Alasannya karena lebih murah.

Wahana Honda menyatakan, kebiasaan ini jangan diteruskan, karena bisa membuat motor tidak berada dalam kondisi prima dan malah bisa berakibat fatal ke depannya. Apa saja hal sepele yang harsu dihindari itu? Ini dia 4 kebiasaan tersebut.

01. Menunda isi angin
Motor bisa jadi kurang stabil saat melaju kencang dan ban terasa aneh. Biasanya hal tersebut terjadi karena kurangnya tekanan angin di ban. Meski motor masih bisa digunakan karena bannya memang tidak bocor, tetapi jika terus dipakai, ban dalam motor akan mudah terkoyak dan velg-nya jadi rawan bengkok.

02. Memakai bensin oplosan
Bensin eceran kebanyakan bukan bensin murni dan sudah dioplos dengan bahan lain. Niatnya ingin hemat, tapi motor malah bisa jadi rusak. Jika terus memakai bensin semacam tersebut, menurut Wahana, bagian mesin motor akan mudah rusak dan mengalami korosi. Jadi, sangat disarankan untuk membeli bensin di SPBU saja agar motor lebih awet.

03. Mencuci motor di bawah terik matahari
Jika motoris mencuci motor di bawah terik matahari dengan tujuan agar motor jadi lebih cepar kering, sebaiknya jangan dilanjutkan. Rupanya, hal tersebut bisa membuat warna body menjadi belang, terlebih lagi jika sabun yang digunakan bukan sabun/sampo khusus motor.

04. Memakai sparepart palsu
Walau harganya jauh lebih terjangkau dan penjual pun mengklaim bahwa kualitasnya tidak berbeda jauh dengan yang asli, tanpa disadari, motor jadi lebih mudah rusak dan akhirnya malah akan menguras kantong lebih dalam untuk reparasi. Jadi NaikMotor menyarankan untuk tetap menggunakan sparepart orisinal saja, ya! Walau harganya lebih mahal, tapi demi kebaikan motor kesayangan dan kantong anda juga. Hehehe…

Hayo ngaku, kawan-kawan pernah melakukannya ya! Kalau pernah, yuk hindari hal-hal di atas agar motor bisa tetap prima kondisinya dan bisa berumur lebih panjang.

Mengenal Fitur Unik Busi Skuter Berbadan Besar Dari NGK 19 Juni, 2020

Posted by proud2ride in Tips & Trik.
Tags:
add a comment

2BF22EA1-0EE9-4311-9833-C3101201CE5C

Sebagai salah satu komponen pengapian yang krusial, busi memiliki fitur-fitur yang didesain khusus dengan spesifikasi yang berbeda untuk masing-masing kendaraan.

Fitur tersebut diciptakan antara lain karena kebutuhan setiap mesin dan kendaraan terkadang berbeda-beda, tergantung dengan keinginan dari masing-masing pabrikan terlebih di masa sekarang ini di mana terjadi perubahan tren popularitas motor bebek ke motor matic.

Perubahan tren tersebut mau tidak mau ikut mendorong terjadinya inovasi dan pengembangan mesin motor agar semakin optimal. Sebagai contoh bisa dilihat pada pemakaian busi tipe NGK LMAR8A-9 yang digunakan pada motor Yamaha XMAX dan Honda Forza.

Seperti yang diungkapkan oleh Diko Oktaviano selaku Technical Support PT NGK Busi Indonesia “Busi NGK LMAR8A-9 & Laser Iridium LMAR8BI-9 untuk XMAX & Forza memiliki fitur yang cukup berbeda dari busi motor pada umumnya.

Busi motor ini memiliki fitur yang disebut dengan Long Reach, yaitu penggunaan ulir busi sepanjang 26,5mm. Penggunaan ulir yang cukup panjang tersebut bukan tanpa alasan, karena diciptakan agar:

1. Meningkatkan efisiensi system pendingin yang lebih besar dengan tujuan menaikkan kemampuan kompresi

2. Ruang bakar & sudut katup yang lebih kecil menghasilkan efisiensi yang tinggi

3. Jalur pendinginan lebih lebar untuk mencegah knocking

4. Lubang busi yang lebih kecil menjadikan design mesin lebih fleksibel

95C08086-1DC2-4CD9-82A9-A8129EBC38BF

Lebih lanjut dijelaskan, tak hanya kedua motor matic di atas, di motor Honda PCX & ADV pun businya memiliki fitur khusus yang cukup berbeda dari motor matic lainnya.

Busi NGK MR8K-9 yang disematkan pada kedua motor di atas, dibekali dengan penggunaan fitur & material baru pada elektroda pusatnya sehingga memiiki sifat anti-spark erosion & anti-oxidation sehingga busi tersebut dapat memiliki performa pengapian yang maksimal dengan masa pakai yan lebih panjang.

Berdasarkan penjabaran fitur-fitur spesifik untuk masing-masing motor yang berbeda-beda, tak heran apabila pihak NGK Busi Indonesia selalu mengingatkan akan pentingnya penggunaan part number busi yang sesuai dengan kendaraan yang dimiliki agar para pemakai kendaraan dapat merasakan performa & efisiensi yang paling optimal

Jangan Takut Hadapi New Normal, Ini Tips Buat Bikers Terhindar Virus 18 Juni, 2020

Posted by proud2ride in Honda, Merk, Tips & Trik.
Tags:
add a comment

3769C49F-A4B2-44AF-A6B4-42A5AC8E2B2B

Setelah beberapa bulan masyarakat Indonesia menghadapi Pandemi Covid-19, kini bersiap memasuki era New Normal, di mana masyarakat mulai beraktivitas kembali dengan menerapkan protokoler kesehatan.

Para pengguna sepeda motor pun harus membiasakan diri dengan hal-hal baru yang berbeda dari kebiasaan sebelumnya dalam beraktivitas sehari-hari. 

Beberapa hal perlu diperhatikan dan dilakukan para bikersuntuk berkendara dengan #Cari_aman di era New Normal, mulai dari sebelum berkendara, cara berkendara hingga setelah berkendara.

Sebelum berkendara, sebaiknya melakukan pengecekan suhu tubuh untuk memastikan kondisi badan fit dan sehat. Jika suhu tubuh menunjukkan 37,3 derajat atau lebih, sebaiknya tidak beraktivitas di luar rumah.

Periksalah kondisi sepeda motor terutama sepeda motor yang sudah lama tidak digunakan. Cek kondisi secara ringan seperti kebocoran oli, perhatikan kondisi dan tekanan ban, periksa sistem pengereman dan kopling serta lampu tetap berfungsi baik.

Johannes Lucky, Manager Safety Riding AHM mengatakan, selain mengecek kondisi motor, persiapkan riding gearsesuai standar berkendara seperti helm, sarung tangan dan jaket berkendara.

“Para bikerssebaiknya membawa masker cadangan untuk antisipasi apabila masker kotor atau basah saat berkendara, sehingga saat sampai di tujuan tetap dapat beraktifitas menggunakan masker dengan sehat dan nyaman,” ujar Johannes.

Selain itu, para bikersjuga perlu memperhatikan riding gearyang digunakan dalam era New Normal. Hindari penggunaan helm secara bergantian dan selalu gunakan visor saat berkendara untuk mencegah benda asing masuk serta mencegah mengusap mata saat dalam perjalanan.

Bikersyang berkendara menggunakan Buff sebaiknya juga tetap menggunakan masker agar kemampuan penyaringan partikel berbahaya dapat bekerja lebih baik.

Sarung tangan yang digunakan sebaiknya yang menutupi seluruh bagian tangan (full cover). Bila hanya memiliki satu sarung tangan, selalu terapkan cuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan sarung tangan.

Utamakan Keselamatan

Pada saat berkendara, selalu utamakan keselamatan baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Hindari berkendara melintasi wilayah-wilayah yang merupakan pusat pandemi atau teridentifikasi sebagai zona merah, dengan mencari jalur alternatif lainnya.

“Usahakan saat berkendara, tetap cari aman, menjaga jarak dengan pengendara lainnya, serta hanya berboncengan dengan keluarga atau kerabat yang tinggal bersama dalam satu rumah,” lanjut Lucky.

Setelah sampai tujuan, bikerswajib mencuci tangan dan mencuci wajah dengan sabun setelah melepas seluruh riding gear. Jika telah sampai rumah, segeralah mandi sebelum bertemu keluarga. Riding gearyang telah digunakan dapat disimpan di bagasi motor atau sediakan tas tersendiri.

“Bila memungkinkan, lakukan penyemprotan disinfektan ke riding gearyang telah digunakan dan sarungkan motor dengan kain pelindung saat tidak digunakan agar tidak terpapar udara secara langsung,” lanjut Lucky.

Jaket berkendara dan sarung tangan yang telah digunakan sebaiknya langsung dicuci atau disemprot disinfektan, sehingga mengurangi potensi terpapar bakteri ataupun virus, terutama untuk keluarga di rumah. “Keselamatan dan kesehatan bikersmenjadi kunci utama untuk dapat beraktivitas dengan produktif di era New Normal ini,” tutup Lucky.

Kawan Bikers Suka Mengurangi Tekanan Ban Saat Hujan, Bergunakah ? 1 Juni, 2020

Posted by proud2ride in Merk, Tips & Trik.
Tags: ,
add a comment

F849CE3C-CA96-46B9-8A44-74F383500501

Banyak cara dalam bermotor dilakukan pengendara. Mitos-mitos soal tata cara bermotor bermunculan. Antara lain, mengurangi tekanan angin ban saat hujan membasahi aspal.

Soal satu ini banyak yang beranggapan bahwa tekanan angin pada ban motor harus sedikit dikurangi agar tapak ban lebih ‘menggigit’ di aspal yang basah.

Hemmm… apakah cara ini benar? Dikutip dari hondacommunity, tekanan angin pada ban motor kamu harus sesuai dengan motor kamu itu sendiri.

Biasanya hitungan angin untuk sepeda tercatat pada manual book motor, atau tertera pada ‘tire placard’, dan stiker yang tertempel pada rangka motor.

Jadi saat musim hujan atau berkendara di jalan basah harus mengurangi tekanan angin itu tidak benar. Pengerahuan ini hanyalah mitos dan bisa-bisa malah menyebabkan kecelakaan.

Jadi tetaplah menggunakan standar normal untuk tekanan ini dalam segala cuaca. Awas, salah dalam mengatur tekanan ban akan menyebabkan bahaya buat kamu.