jump to navigation

Alex Marquez Gabung Repsol Honda, Juara Dunia Bersaudara Dalam 1 Garasi 19 November, 2019

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags:
1 comment so far

293DE39E-587B-442E-9714-DA48201DE889

Ketika Jorge Lorenzo secara mendadak menyatakan mundur dari MotoGP di seri akhir MotoGP 2019 di Valencia, banyak yang berandai-andai bakal ada satu grand design dari Honda Racing Corporation (HRC) untuk pasukan balapnya di tahun 2020.

Lorenzo mundur memang beralasan kuat, akibat cidera panjang yang tak kunjung sembuh. Honda tak ingin musim 2020, mereka hanya mengandalkan Marc Marquez saja di balapan yang makin kompetitif. Kontrak juara dunia 3 kali di kelas utama ini harus diputus meski masih tersisa setahun lagi.

Agenda besar Honda akhirnya terjawab sudah. Selasa (19/11), tim pabrikan ini mengumumkan telah resmi meminang Alex Marquez yang notabene adalah adik kandung Marc Marquez.

HRC mengumumkan bahwa Alex Marquez diikat kontrak satu tahun untuk menunggangi Honda RC213V di musim 20020.

Sebelumnya, disebut-sebut, para pengganti Lorenzo tersebut adalah pembalap Honda di tim satelit seperti Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) atau pembalap Zohann Zarco yang tiga seri akhir menggantikan pembalap Honda LCR Idemitsu yang cidera.

Bumi pun dibuat gonjang ganjing oleh berita ini. Artinya akan ada dua Marquez bersaudara di garasi Honda pada musim balap 2019. Ini menjadi catatan sejarah tersendiri di era balap modern, ada dua kakak tangguh dalam tim balap papan atas.

Namun memilih Alex memang sebuah kebijakan yang tepat di antara deretan pembalap hebat saat ini. Pembalap 23 tahun ini sudah matang di kelas Moto2 yakni selama lima tahun. Dan di musim 2019, dia akhirnya sukses menjadi juara dunia Moto2.

Tampil sebagai yang terbaik di kelas Moto2 adalah modal terkuatnya melaju ke kelas utama dengan salah satu tim terbaik di ajang balap terkakbar di dunia ini. Sebelumnya, dia juga tercatat sebagai juara dunia di kelas Moto3 yang dilakoninya selama tiga tahun.

Namun, banyak yang khawatir, balapan nantinya kurang seru. Pasalnya, Alex yang merupakan adik dan sebagai pembalap kedua dalam satu tim, kurang berani adu kekuatan. Untuk hal ini, Marc memberi garansi sebagai pembalap professional. Kata dia, persaingan harus tetap kompetitif. Meski satu garasi, Marc menyatakan tak akan mendikte tim sebelah.

Keuntungan bagi keduanya adalah, dengan kedekatan sebagai sudara kandung, akan sulit muncul friksi atau persaingan rekan satu tim. Dengan begitu, Marc mengaku akan tetap focus mengejar gelar juara dunia. Untuk urusan ini, tiada ampun meski pun dia adik kesayangannya, heheheā€¦.