jump to navigation

Juara Asia, Reza Dhanica Sosok Kalem yang Mirip Rossi di Atas Motor Balap 6 Desember, 2018

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags: , ,
add a comment

3637CA3F-2F32-4C3E-80AF-CF6C87631BF6

Tahun 2014 saat pertamakali memasuki group pembalap seeded, Rheza Danica langsung menggebrak dengan menjadi juara Yamaha Cup Race (YCR) dan juga Kejuaraan Nasional Motoprix Region 2. Pada tahun sebelumnya, Reza yang masih berusia 13 tahun sudah menjadi Juara Umum MP3 dan Runer Up MP4 di Motoprix 2013 Region 2.

Saat ditanya apa targetnya sebagai pembalap, remaja kelahiran Sleman (Yogyakarta) 16 Mei 1998 ini ingin balap ke jenjang yang lebih tinggi dari pada Kejurnas. “Minimal bisa membalap di Asia,” ujar Rheza.

Harapan memang harus dibangun dengan sebuah mimpi. Keinginan Reza membalap di kancah Asia tersebut terwujud, ketika Astra Honda Racing Team merekrutnya tahuh 2016, dan setahun berikutnya menerjunkannya di balapan Asia Road Race Championship (ARRC). 

Bukan hanya tembus ke ajang balap internasional di ARRC, namun Reza juga menuai sukses di sini. Terjun perdana di ajang ARRC 2017 di kelas AP250 bersama Honda CBR250RR, Reza mengakhiri balapan di posisi 4, di bawah juara Asia dari Indonesia, Gerry Salim. Reza dikenal tak banyak bicara, namun membalap cantik dan smooth laksana Valentino Rossi.

5BC34F10-076D-4C92-A654-29A4C07F47E1

Tahun 2018, Reza melanjutkan sukses CBR250RR di kelas ini. Pada seri kelima yang berlangsung di Sentul-Indonesia, Rheza Danica Ahrens menciptakan sejarah. Dia berhasil mengunci gelar Juara Asia setelah meraih double podium di dua balapan kelas AP250. Padahal balapan masih tersisa satu seri di Thailand.

Rheza menjalani musim yang brilian bersama Astra Honda dengan meraih 6 kemenangan, 3 podium, dan 3 pole position dari 12 kali balapan.

Sebelumnya Rheza juga telah mengemas juara internasional ketika diturunkan di Suzuka Endurance 4 Hours 2016. Pada balapan yang berlangsung pada 30 Juli 2016 itu, Reza meraih gelar juara bersama Irfan Ardiansyah.

“Seneng banget, ini pertama kalinya saya merasakan gelar juara pada ajang balap internasional di luar Indonesia,” tutur pebalap yang waktu itu masih berusia 18 tahun dan tercatat sebagai siswa SMA Negeri 1 Cangkringan, Sleman.

A2C45A63-C6FA-43BB-B515-421718FB71B9

Gemblengan Mantan Pembalap

Rheza ternyata sudah mengenal balap sejak belia sekali. Sang ayah yang mantan pembalap mengenalkan pada ajang kebut kebutan tersebut. “Kedua orang tua adalah sosok yang paling berperan dalam karier balap saya,” kata anak dari pasangan Dendhit Wibowo dan Avi Niriyanti tersebut.

Pada usia 7 tahun dia sudah asyik dengan balap minicross. Saat berusia 12 tahun, Rheza terjun pada ajang balap road race. Bersama tim Yamaha dia malang melintang di sejumlah kejuaraan hingga mencapai puncaknya di tahun 2014 menembus kelas utama.

Tahun 2015, Rheza menerima lamaran Astra Honda Racing Team (AHRT) untuk bergabung. Dan mendapatkan kesempatan untuk balapan di Jepang setahun berikutnya. 

Kala itu dia mengatakan bahwa mendapatkan Kesempatan untuk balap di luar negeri sudah ditunggu lama, cari kesempatan untuk itu sangat sulit. “Begitu ada kesempatan langsung saya ambil, orang tua juga sangat mendukung,” ujarnya.

205FDFDE-4E5A-441C-8A9A-62039896D250

Kini Rheza Danica sudah jadi juara Asia. Honda sudah menjanjikan akan memuluskan jenjang karir pembalapnya yang berprestasi. Kata Rheza, mimpi semua pembalap pasti bisa ke MotoGP. 

“Mimpi saya adalah terus maju dengan mengikuti kompetisi-kompetisi, dan suatu saat bisa mewakili Indonesia di MotoGP World Championship,” ujarnya. Semoga tercapai Rheza !

Rheza Danica, Walau Sudah Juara Asia 2018 Masih Sabet Podium di Seri Terakhir ARRC 3 Desember, 2018

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags: ,
add a comment

A783792A-42A0-4D65-89B7-E67E27685F34  

Rheza Danica Ahrens, pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) yang sudah memastikan gelar juara kelas Asia Production (AP) 250 ajang Asia Road Racing Championship (ARRC)  2018 menutup seri terakhir dengan persembahan podium. ”The Silent Boy” finis di urutan kedua race 2 di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Minggu (2/12/2018).

Hasil tersebut mengukuhkan gelar juara Rheza yang sudah digenggamnya sejak seri kelima di Sentul International Circuit, Bogor, beberapa waktu lalu. Poin akhir yang dikemas pebalap asal Yogyakarta itu berjumlah 226, jauh meninggalkan pebalap asal Thailand Anupab Sharmoon di posisi kedua yang mengoleksi 158 poin. 

Rheza menyatakan cukup puas dengan upayanya meraih hasil terbaik di seri terakhir. Kendati sudah mengumpulkan poin yang tinggi, pebalap asal Yogyakarta ini tetap menunjukan usaha keras dan konsisten dengan penampilan all out. Dirinya berhasil menutup keberhasilan sebagai juara AP250 2018 dengan tetap meraih podium hingga balapan terakhir musim balap tahun ini yang penuh dengan persaingan sengit.

”Terima kasih atas dukungan dari semua kru tim, manajemen, dan seluruh sponsor Astra Honda Racing Team. Berkat dukungan besar dan usaha keras dari semuanya, serta doa dari berbagai pihak, saya bisa menjadi juara Asia kelas AP250 dan terus mempersembahkan podium hingga akhir balapan,” kata Rheza.

Sementara itu, pebalap AHRT lainnya di kelas ini, Awhin Sanjaya dan Mario Suryo Aji, menunjukkan performa balap yang sulit dikalahkan pebalap-pebalap tangguh lainnya. Sepanjang balapan, kedua pebalap muda Indonesia ini secara bergantian memimpin jalannya balapan dengan pertarungan sengit di baris depan. 

Hasilnya, Awhin berhasil finis pada posisi pertama dan Mario yang sempat memimpin di lap terakhir melebar di tikungan terakhir sehingga finis pada posisi kelima. 

Namun sayang posisi Awhin dan Mario tidak dapat dipertahankan karena terkena penalti melewati batas lintasan saat tikungan terakhir jelang garis finis. 

471506BE-C2B6-4C9A-B179-46A9343F67F3

Alhasil, Awhin menutup musim dengan finis ke-6 dan Mario menjadi ke-10. Pada klasemen akhir, Awhin Sanjaya berada di posisi keempat dengan 147 poin, sementara Mario Suryo Aji di posisi keenam dengan 128 poin. 

”Sejujurnya saya sangat menikmati balapan yang berjalan ketat dan menguras energi di race 2. Tekanan yang sangat kuat dan persaingan sampai lap terakhir berhasil saya sudahi dengan finis di posisi terdepan. Tetapi kemudian saya menerima hukuman sehingga harus turun ke posisi 6. Bagaimana pun, saya ucapkan terima kasih atas doa dan dukungan yang telah diberikan,” kata Awhin. 

Mario Suryo Aji di tahun pertamanya balap ARRC, menjadikan pengalaman semusim sebagai modal untuk masa depan balapnya. Dia sukses berkompetisi sebagai pebalap paling muda di kelas AP250 dan sukses beberapa kali naik podium. ”Apapun hasilnya, tahun pertama ini sangat berharga untuk perjalanan karier balap saya,” ucapnya. 

GM Marketing Planning and Analysis PT Astra Honda Motor (AHM) A. Indraputra mengatakan, hasil akhir ajang ARRC menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pembinaan balap berjenjang yang secara konsisten dilakukan perusahaan untuk menciptakan pebalap Indonesia yang patut dibanggakan di kancah dunia. 

“Selamat untuk Rheza sebagai juara ARRC kelas AP250. Kami akan terus mengevaluasi pembinaan pebalap muda yang kami lakukan di setiap level. Kami yakin dengan semangat Satu Hati, kelak Indonesia melalui pebalap-pebalap binaan AHM akan mempunyai pebalap yang mampu mengharumkan nama bangsa di level tertinggi,” kata Indraputra.

Seru Persaingan Balapan Asia Kelas AP250: Pembalap Indonesia Kuasai Podium 5 Maret, 2018

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Kawasaki, Merk, Yamaha.
Tags: ,
add a comment

78643D61-27A5-48D8-B365-9D580A51201E

Putaran pertama ajang balap Asia Road Racing Championship (ARRC) 2018 digelar di Buriram International Circuit, Thailand, Sabtu-Minggu (3-4/3). Kelas yang cukup bergensi yakni Asia Production 250 (AP250) kembali dinanti nanti hasilnya. Maklum penjualan di kelas ini begitu gencar di pasar sepeda motor Indonesia saat ini.

Meski pembalap Indonesia belum menempati podium pertama seperti yanu sukses dilakukan tahun lalu Pembalap Honda Gerry Salim, setidaknya sejumlah pembalap Tanah Air telah menduduki beberapa podium.

Pada race pertama yang digelar Sabtu, kelas AP250 yang total diramaikan 25 starter, pembalap Indonesia cukup sukses menguasai podium. Hal ini ditunjukkan oleh dua pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT).

Podium kedua sukses diraih oleh Mario Suryo Aji dan podium ketiga digapai oleh Rheza Danica Ahrens. Penampilan impresif juga ditunjukan oleh pembalap Honda lainnya, Awhin Sanjaya. Meski start dari posisi 11, Awhin mampu finish di posisi ke-6.

Sementara itu, dua racer YAMAHA Racing Indonesia (YRI), Richard Taroreh dan M Faerozi finish ke-8 dan ke-12. Dalam menu perjalanan 10 lap, Richard Taroreh yang memacu Yamaha YZF-R25 sempat berada di barisan depan Pada posisi ke-5 di lap ke-7 hingga ke-9.

Sedangkan racer senior dari tim satelit Yamaha Yamalube KYT TJM WR Super Battery, Rafid Topan yang beberapa kali memimpin jalannya pertarungan AP250, finish di posisi ke-5. Lalu pembalap Kawasaki Indonesia, AM Fadli finish di posisi 10. Pada race perdana ini, podium diraih pembalap Yamaha Thailand, Anupab Sarmoon.

Sehari kemudian pada race kedua yang digelar Minggu, Rafid Topan Sucipto membuat kejuatan. Start dari posisi ke-14,dia merebut podium runner-up AP250. Pembalap Yamaha lainnya belum bisa bersaing di barisan depan.

DB4517B0-E69C-4F72-B663-BD3CD68AA7B6

M Faerozi finish ke-8. Tetapi sayang, karena terkena track-penalty oleh Tim Juri, maka harus menerima hukuman turun 5 posisi dan diputuskan menjadi posisi ke-13. Sedangkan Richard Taroreh mencapai raihan diurutan ke-8.

Di race kedua ini, pembalap AHRT gagal kembali berada di depan. Rheza harus puas di posisi ke-9 dan Mario di posisi ke-5 harus turun ke posisi ke-10 karena terkena pinalti akibat keluar lintasan (exceeding track limits). AM Fadli dari Kawasaki menempati posisi ke-7. Juara di race kedua ini direbut oleh pembalap Thaland dari tim Honda, Muklada Sarapuech.

Putaran kedua ARRC 2018 akan diadakan pada ‪20 – 22 April‬ di Australia.

Hasil Pembalap Indonesia di ARRC kelas AP250:

Race 1
2.Mario Suryo Aji (Honda)
3.Rheza Danica Ahrens (Honda)
5.Rafid Topan (Yamaha)
8.Richard Taroreh (Yamaha)
10.AM Fadli (Kawasaki)
11.Ahwin Sanjaya (Honda)

Race 2
2.Rafid Topan (Yamaha)
6.Ahwin Sanjaya (Honda)
7.AM Fadli (Kawasaki)
8.Richard Taroreh (Yamaha)
9.Rheza Danica Ahrens (Honda)
10.Mario Suryo Aji (Honda)

Balapan Asia 2018 Dimulai, Pebalap Honda Indonesia Kasih Sinyal Berjaya Lagi 1 Maret, 2018

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags:
1 comment so far

EAAA17CB-8208-4C99-A43B-B5CC5C6AD20B

Ajang balap bergengsi Asia Road Racing Championship (ARRC) kembali dimulai dengan laga perdana di Buriram International Circuit (2-3/3). Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) menyatakan siap memulai ketatnya kompetisi balap musim 2018 ini.

Sebanyak 5 pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) di dua kelas kompetisi, yaitu Asia Production 250 (AP250) dan Supersport 600 (SS600) bertekad membawa Indonesia berjaya di kejuaraan balap tertinggi Asia ini.

Pada pembinaan di kelas AP250, Rheza Danica Ahrens bersama Awhin Sanjaya dan pendatang baru didikan Astra Honda Racing School, Mario Suryo Aji, berpotensi mengulang sejarah gemilang AHRT di tengah persaingan ketat balapan musim ini.

Selain itu di kelas SS600, AHRT diperkuat dengan bergabungnya Andi “Gilang” Farid Izdihar menemani Irfan Ardiansyah. Kelima pebalap ini memulai musim balap dengan mengikuti sesi tes pra musim di Chang International Circuit, Buriram, Thailand (27-28/2).

Di kelas AP250, Mario yang merupakan didikan dari Astra Honda Racing School berjuang keras beradaptasi dan tampil kompetitif pada musim balap perdananya turun di kelas ini. Meskipun pada awal tes pra musim perlu banyak penyesuaian, tidak perlu waktu lama bagi Mario dan Honda CBR250RR tunggangannya untuk menembus posisi 4 besar. Bahkan pada sesi latihan terakhir, Mario berhasil terus memperbaiki catatan waktunya dan menjadi pebalap ketiga tercepat dengan catatan waktu terbaik 1:53.733.

468C7118-A9DA-4248-8B7F-2D2E7A99342E

Pebalap lainnya, Rheza Danica juga konsisten dalam memanaskan persaingan di grup terdepan. Hari pertama latihan Rheza berhasil memacu Honda CBR250RR dan terus berada di posisi tiga besar dengan catatan waktu terbaik 1:53.779.

Meski pada saat terakhir Rheza belum mampu memperbaiki catatan waktu yang diperolehnya di hari pertama, namun Rheza tetap menunjukkan semangat juang yang tinggi untuk selalu bertarung dengan segala kemampuannya dengan mencoba berbagai data set up motor baru.

“Saya senang sekali kembali diberi kepercayaan ini oleh AHRT di musim ini. Saya akan berusaha mengoptimalkan hasil tes pra musim ini dan tetap berusaha konsisten bertarung di posisi terdepan sepanjang musim balap. Saya bertekad tahun ini dapat meraih podium lebih banyak lagi ,” ujar Rheza.

Sementara itu, Awhin juga memperlihatkan kesiapan dirinya yang mampu mengancam pebalap top Asia lainnya dengan hasil positif di hari kedua tes dengan peningkatan waktu terbaik menjadi 1:54.121.

Ketiga pebalap tersebut akan berusaha membuktikan kembali ketangguhan Honda CBR250RR yang sukses mendominasi podium di musim kompetisi tahun lalu di tengah persaingan yang semakin ketat dengan pebalap-pebalap negara lain.

“Bagi pencinta balap, persaingan antar produk sepeda motor seperti di kelas 250cc selalu bisa menghibur dan menegangkan untuk disaksikan. Kami harap semangat Satu Hati dan aksi para pebalap AHRT di atas Honda CBR250RR bisa dinikmati dan menjadi inspirasi pecinta balap di Tanah Air terutama kebanggaan saat para pebalap AHRT bisa menapaki podium dan menjadikan Indonesia sebagai juara,” ujar  General Manager Marketing Planning & Analysis Division AHM Agustinus Indraputra.

Supersport600
Pada kelas Supersport 600, duet Andi Gilang dan Irfan Ardiansyah akan menjadi salah satu kekuatan Indonesia di kasta tertinggi kelas Asia ini. Pengalaman Andi Gilang berkompetisi di berbagai kejuaraan Asia dan Eropa juga turut menjadi bekal kuat dalam menyemarakkan perebutan posisi terdepan di kelas SS600. Kedua pebalap ini akan berusaha mengejar tujuannya untuk menapaki podium juara ARRC.

841A786C-CFBF-48CC-B4E1-6E10A8043219

Hasil tes resmi juga turut membuktikan kesiapan kedua pebalap AHRT tersebut yang akan mampu bertarung di perebutan posisi terdepan kelas SS600. Andi Gilang menjalani proses penyesuaian yang tidak mudah untuk mendapatkan gaya balap terbaiknya bersama Honda CBR600RR. Meski belum mendapatkan hasil yang maksimal, namun Andi berhasil membuat catatan waktu terbaik di 1:40.203. Sedangkan Irfan mencatatkan waktu terbaik di 1:40.871.

“Saya merasa sangat positif di kesempatan 2 hari tes pra musim ini untuk merasakan CBR600RR. Beberapa set up sudah dicoba saat tes dan arahnya sudah positif. Saya cukup percaya diri untuk bisa mendapat yang lebih baik lagi saat balap nanti,” ujar Gilang.

Pada seri perdana ini, kelima pebalap akan menghadapi Buriram International Circuit yang pada tahun ini resmi menjadi salah satu sirkuit yang akan dipakai untuk kejuaraan balap tertinggi MotoGP. Para pebalap akan melakoni dua kali balapan di sirkuit yang mempunyai panjang 4.554 m dengan total 12 tikungan dan lintasan lurus sepanjang 1.000 m tersebut.

D090B650-AC55-4EEA-9B1B-10D4C8C775A8

Kualifikasi dan balap pertama akan diadakan ‪pada Sabtu, 3 Maret‬ dan balap kedua ‪pada Minggu, 4 Maret‬. Jalannya balapan dapat disaksikan oleh pecinta balap Tanah Air pada akun resmi ARRC di media sosial, Facebook.

“Melihat kesiapan dan semangat para pebalap AHRT, kami optimis tahun ini akan mampu mempertahankan bahkan menambah kejayaan Indonesia di lintasan balap Asia. Kami mohon doa dan dukungan dari pecinta balap Tanah Air sehinga mampu meraih hal tersebut,” tutup Indraputra.

Ajang balap ARRC 2018 sendiri akan diselenggarakan sebanyak 6 seri dimana masing-masing seri akan menghelat 2 kali balapan. Seri pertama akan diadakan di Thailand (2-3/3), selanjutnya di Australia (19-22/4), Jepang (1-3/6), India (3-5/8), Indonesia (12-14/10) dan final di Thailand (1-2/12).