jump to navigation

Asap Putih Keluar Dari Knalpot Motor 4 Tak, Waspada Bahaya Ini! 18 November, 2020

Posted by proud2ride in Tips & Trik.
Tags:
add a comment

Saat ini eranya sepeda motor empat tak. Honda sejak tahun 1980-an, menjadi brand yang paling getol menyuarakan sosok motor empat tak ini.

Kini mayoritas sepeda motor di Indonesia yang dijumpai sekarang sudah mengadopsi mesin 4-tak. Hebatnya, motor 4 tak membuat polusi udara lebih baik ketimbang motor 2 tak.

Ciri khasnya, asap tebal pun tak lagi keluar dari knalpot.

Namun, pemilik sepeda motor 4-tak perlu waspada jika knalpot sepeda motornya mengeluarkan asap putih.

Berbeda dengan mesin 2-tak, asap putih yang dikeluarkan dari knalpot mesin 4-tak perlu melakukan beberapa pengecekan agar sepeda motor yang digunakan tetap aman dan nyaman saat dikendarai.

“Jika mengeluarkan asap putih artinya salah satu dari komponen mesin 4-tak ada yang sudah tidak berfungsi dengan baik,” buka Ade Rohman, Technical Service Sub Dept. Head PT Daya Adicipta Motora.

Asap putih yang keluar dari pada knalpot mesin 4-tak dikarenakan adanya pelumas atau oli yang ikut terbakar pada ruang bakar.

“Hal ini disebabkan karena adanya kebocoran pada komponen-komponen diantaranya ring piston yang sudah aus, piston yang sudah aus, linner atau blok silinder yang sudah aus, gasket atau paking kepala silinder, dan valve guide serta sealnya yang mengalami kerusakan atau keausan,” ungkap Ade.

1. Ring Piston Aus

Fungsi ring piston adalah untuk menjaga kompresi dan juga menyapu oli di dinding silinder agar tidak masuk ke ruang bakar. Jadi jika ring piston aus sudah bisa dipastikan oli akan merembes masuk ke ruang bakar sehingga akan ikut terbakar bersama bahan bakar pada saat terjadi pembakaran dan berubah menjadi asap putih yang keluar melalui knalpot.

2. Piston Aus

Dalam hal ini karena piston sebagai tempat duduknya ring piston, maka apabila piston mengalami keausan melebihi batas servis bisa dipastikan juga akan ada oli yang merembes ke ruang bakar karena ring piston tidak bisa duduk dengan sempurna sehingga akan mengeluarkan asap putih pada knalpot.

3. Liner/Blok Silinder Aus

Pada bagian liner juga jika sudah mengalami keausan maka kinerja dari ring piston menjadi tidak maksimal, sehingga oli akan masuk ke ruang bakar dan terbakar bersama bahan bakar.

4. Gasket/Paking Kepala Silinder

Jika paking kepala silinder mengalami keausan pasti oli di saluran pelumasan dari pompa oli menuju ke bagian atas mesin akan merembes ke ruang bakar.

5. Valve Guide (Bos Klep) & Seal

Komponen tersebut jika mengalami kerusakan atau keausan juga akan menyebabkan oli mesin merembes masuk ke ruang bakar dan terbakar bersamaan dengan bahan bakar sehingga akan terlihat asap putih keluar dari knalpot.

Komponen tersebut mengalami kerusakan diakibatkan dari faktor sebagai berikut, masa pakai mesin sudah lama, perawatan saringan udara tidak sesuai dengan jadwal servis berkala, penggantian & penggunaan oli tidak mengikuti aturan yang berlaku.

Sebagai contoh SAE oli yang dipakai tidak sesuai spesifikasi yang dianjurkan oleh pabrikan, kemudian terlambat melakukan penggantian oli sehingga kapasitas oli berkurang dan volume pelumasan menjadi kurang.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk meminimalisir pencegahan diatas mulai dari melakukan perawatan sesuai dengan petunjuk atau buku pedoman pemilik dan buku service secara yang dikeluarkan oleh pabrikan.

“Kemudian sebagai patokan untuk melakukan service dan ganti oli bisa mengikuti aturan jarak atau KM serta aturan waktu atau bulan tergantung mana yang lebih dulu dicapai. Lakukan service secara teratur dan rutin di bengkel resmi sepeda motor Honda atau AHASS agar tetap dalam kondisi yang prima,” tutup Ade.