jump to navigation

Komitmen Astra Kembangkan 750 Desa Sejahtera Astra 30 Juli, 2020

Posted by proud2ride in General.
Tags:
add a comment

IMG_1122

Sejak Juni 2019, Astra telah mengembangkan 645 Desa Sejahtera Astra (DSA) yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Pada hari ini (29/7), Astra melanjutkan komitmennya untuk mengembangkan 105 desa lainnya, sehingga totalnya menjadi 750 DSA.

Komitmen tersebut ditandai dengan perpanjangan nota kesepahaman pengembangan DSA dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes) dalam acara Kick-Off Desa Sejahtera Astra 2020 yang diadakan secara virtual. DSA merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi sosial Astra yang berkelanjutan.

Astra juga menyepakati kerja sama baru dengan berbagai pihak lainnya, seperti Kementerian Agama RI dan belasan kabupaten di berbagai daerah untuk turut menjadi pihak-pihak yang menandatangani perjanjian kerja sama, antara lain Kabupaten Maluku Tengah, Gorontalo, Bone, Flores Timur, dan Banyuwangi.

Hadir secara virtual Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Abdul Halim Iskandar yang memberikan keynote speech dan juga Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro.

“Kerja sama ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya poin ke-17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Karena tidak mungkin pemerintah berjalan sendiri dalam usaha menyejahterakan masyarakat desa. Dukungan yang kita rasakan sejak lama salah satunya ialah dari Astra. Terima kasih karena terus mendampingi desa-desa dengan tahapan yang sistematis, mulai dari persiapan sarana sampai pemasaran,” ujar Menteri Halim dalam sambutannya.

“Astra berharap Desa Sejahtera Astra dapat menjadi contoh yang baik bagi desa-desa lainnya. Agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari program ini,” tutur Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro.

Foto 2

Keduanya menyaksikan secara virtual seluruh penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama yang dilakukan secara langsung di Menara Astra dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan pedoman adaptasi kebiasaan baru.

Hadir dalam penandatanganan kerja sama ini Sekretaris Jendral Kemendes Anwar Sanusi, Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes RI Samsul Widodo, bupati dari berbagai wilayah dan Chief of Corporate Affairs Astra Riza Deliansyah.

Inspirasi Dari Kampung Berseri

Pada kesempatan yang sama, Astra juga meluncurkan buku “Inspirasi dari Kampung Berseri‟ yang akan dibagikan gratis kepada berbagai stakeholder Astra, termasuk ke para penggerak Kampung Berseri Astra (KBA) dan Desa Sejahtera Astra (DSA).

Buku ini berisi kisah-kisah inspiratif dari KBA dan DSA yang harapannya dapat menginspirasi siapapun yang ingin memberikan pengaruh positif terhadap wilayah tempat tinggalnya. Lalu ada juga webinar yang membahas mengenai perkembangan badan umum milik desa (BUMDes) digital.

Simak, Semangat Anjani Hidupkan Desa Sejahtera Astra 15 Juli, 2020

Posted by proud2ride in General.
Tags: , ,
add a comment

Foto 2

Siang hari yang cerah, dua perempuan muda menggotong sebuah gawangan secara perlahan, lalu ditaruh di halaman galeri batik di sebuah rumah, di Desa Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur.

Gawangan itu tidak digunakan untuk menggantung kain batik seperti biasanya, melainkan dipenuhi berbagai jenis keperluan rumah tangga sehari-hari. Ada beras, gula, sabun cuci dan sebagainya.

Tak lama, beberapa warga terlihat mengambil kebutuhan sehari-hari tersebut, sambil mengucapkan „matur nuwun nggih (terima kasih, ya) Mbak Anjani.‟

“Sebelum Lebaran, setiap hari selama tiga minggu kami menyediakan sembako di gawangan untuk siapa saja yang memerlukan dan dananya berasal dari kas galeri sendiri. Sekarang setiap ada pelanggan saja, kami menyediakan sembako untuk warga sekitar, sebagai ungkapan rasa syukur,” ungkap Anjani Sekar Arum.

Pemilik dari Sanggar Batik Andhaka yang terus berusaha meringankan beban masyarakat sekitar akibat pandemi COVID-19. Anjani merupakan penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2017 di bidang kewirausahaan. Dua tahun setelahnya, Anjani dipercaya menjadi penggerak Desa Sejahtera Astra (DSA) di Desa Bumiaji.

Kiprah Anjani tak berhenti sampai di situ. Pada masa pandemi seperti saat ini, Anjani berupaya membantu masyarakat sekitarnya dengan kemampuan yang dimilikinya, terutama dalam membantu masyarakat di sekitarnya yang terkena pemutusan hubungan kerja akibat pandemi.

Menurut data yang dicatat oleh desa, ada sekitar 96 warga Desa Bumiaji yang terkena pemutusan hubungan kerja sebagai dampak dari pandemi yang berlangsung sejak Maret 2020. Ada yang tadinya bekerja sebagai pramusaji restoran atau toko oleh-oleh dan karyawan di lokasi wisata.

Dari sebagian besar warga tersebut yang „memohon‟ bantuan, Anjani memberikan „kail‟ bagi 13 orang dengan menjadi pewarna batik dan penjahit. “Dari 13 orang ini, delapan orang kami latih menjahit dan lima orang lainnya kami latih untuk mewarnai batik. Mereka mendapatkan uang dari hasil karya mereka yang terjual, sama seperti pembatik yang sudah lama,” tambah Anjani.

Soal kualitas kain batik, semua tergantung pada niat sang pembatik. Jika Ia berniat membuat batik dengan tingkat kesulitan yang tinggi, akan perlu waktu yang lama, tetapi dapat dijual dengan harga yang tinggi juga. Misalnya saja, kain batik Anjani ada yang terjual seharga Rp 13 juta.

“Iya, waktu itu dibeli orang Papua, alhamdulillah. Tapi itu sebelum pandemi, kalau sekarang kami memberikan diskon, misalnya yang tadinya Rp 4 juta menjadi Rp 2,5 juta,” ujar Anjani.

Pandemi juga membuat Anjani tergerak membagikan masker kain secara gratis. Ada 500 masker kain dengan motif khas batik bantengan dibagikan ke masyarakat sekitar. Hingga kini, galeri batiknya terus memproduksi masker kain batik dan sudah terjual sekitar 12.000 buah.

Foto 1

Menggerakkan Desa Sejahtera Astra

Dua tahun setelah menerima apresiasi SATU Indonesia Awards. Anjani dipercaya menjadi penggerak Desa Sejahtera Astra (DSA) di Desa Bumiaji ini. Setelah berkolaborasi dengan DSA, Anjani dan desanya semakin dikenal se-Malang Raya (Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang).

Kini, tidak hanya melatih pembatik cilik memproduksi kain, Anjani mengembangkan kawasan wisata edukasi batik di mana pengunjung dapat berwisata sambil mempelajari proses pembuatan batik. Kini, ada 58 anak yang belajar di sanggarnya, 28 di antaranya menjadi pembatik aktif.

Sebelum terjadi pandemi, setiap bulan Anjani bersama anak-anak binaannya menghasilkan 45 kain batik, yang tiap lembarnya dapat dijual Rp300.000–Rp750.000. Produk turunannya pun semakin banyak, seperti tas, sepatu dan lukisan. Pendapatan masyarakat pun meningkat hingga 27%.

SATU Indonesia Awards 2020

Hingga kini SATU Indonesia Awards 2020 masih membuka pendaftaran untuk menjaring anak muda seperti Anjani yang tak kenal lelah memberikan manfaat bagi sekitarnya. Apresiasi ini diberikan kepada anak bangsa yang berjuang di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, Teknologi serta satu kategori yaitu kelompok yang mewakili kelima bidang tersebut.

Pada tahun ini, Astra menambahkan kategori apresiasi khusus kepada para pejuang tanpa pamrih di tengah pandemi COVID-19. Meskipun pandemi di negeri ini belum berakhir, tetapi tidak menyurutkan minat pemuda Indonesia untuk mendaftarkan dirinya atau sosok yang dinilai pantas mendapatkan apresiasi ini.

Sejak pendaftaran dibuka pada 2 Maret 2020, jumlah pendaftar SATU Indonesia Awards 2020 hingga saat ini telah mencapai 8.476 pendaftar. SATU Indonesia Awards telah mengapresiasi 305 anak muda, yang terdiri dari 59 penerima tingkat nasional dan 246 penerima tingkat provinsi.

Selain memberikan apresiasi kepada tiap pemenang berupa dana Rp60 juta, Astra juga memberikan pembinaan kegiatan secara berkelanjutan. Semoga pandemi dapat berlalu dan pariwisata di Indonesia secara umum hidup kembali, khususnya di DSA Bumiaji.

Keren, Ada Desa Sejahtera Astra di Tengah Samudera 10 April, 2019

Posted by proud2ride in Event.
Tags: ,
add a comment

D5AF5664-DD6E-4284-B14A-BEE2478F1424

Semburat cahaya mentari pagi mulai menyapa Marthen (45) dan kawan-kawannya saat mereka mulai menaikkan jaring dan perlengkapan lainnya ke atas kapal. 

Rasa syukur terpancar di wajah para nelayan Desa Namtabung, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Pasalnya, pagi itu mereka bisa melaut lagi setelah semalaman angin kencang dan ombak tinggi mendera perairan desa itu.

Ribuan nelayan seperti Marthen di Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini telah mengikuti jejak orang tua dan kakek mereka secara turun-temurun bermata pencaharian menangkap ikan di laut. Anak laki-laki mereka pun sulit mengelak dari kenyataan bahwa mereka juga akan menjadi nelayan.

“Mau bagaimana lagi, laut sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup kami di sini,” ujar Marthen menceritakan pengalamannya sebagai nelayan selama 20 tahun lebih.

Saat cuaca baik, para nelayan Kabupaten Kepulauan Tanimbar bisa melaut kapanpun, tidak harus menunggu angin laut bertiup dari darat ke laut. Rata-rata mereka bisa melaut selama 8-12 jam, tergantung persediaan bahan bakar.

Lain cerita jika cuaca sedang tidak bersahabat. “Lebih baik kami di rumah saja kalau ombak terlalu tinggi,” ungkap Marthen. Terang saja, kepulauan Kabupaten Kepulauan Tanimbar berada di tengah-tengah Laut Arafura dan Laut Banda. Tantangan lainnya adalah harga pasar yang fluktuatif dan semakin jauh jarak lokasi mencari ikan.

Program Desa Sejahtera Astra

Astra melalui program Kampung Berseri Astra sejak tahun 2013 mengembangkan kampung terpadu dengan mengintegrasikan empat pilar program kontribusi sosial Astra yang berkelanjutan, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan dan kewirausahaan, sehingga masyarakat dan perusahaan dapat berkolaborasi bersama-sama mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas dan produktif.

42281CB7-B306-4EC7-9CB1-F6C8CC31E9B5

Selain itu, dimulai tahun 2018 Astra juga menjalankan program Desa Sejahtera Astra yang khusus melakukan kegiatan peningkatan ekonomi berbasis masyarakat dengan mengoptimalkan potensi lokal yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa.

Desa Sejahtera Astra turut hadir di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, dengan empat tujuan utama yaitu meningkatkan partisipasi masyarakat, meningkatkan pendapatan masyarakat, menambah penyerapan tenaga kerja baru serta terbentuknya kelembagaan bagi kelompok nelayan.

Sejak April 2018 hingga saat ini, pembinaan di 14 desa di Kabupaten Tanimbar berhasil membentuk 10 kelompok usaha bersama, menyerap 35 orang tenaga kerja baru, meningkatkan 32% pendapatan nelayan dan total 1.175 orang terpapar program ini.

Di Kabupaten Buru, pembinaan 14 desa berhasil membentuk enam kelompok usaha bersama, menyerap 75 orang tenaga kerja baru, meningkatkan 48% pendapatan nelayan dan total 1.053 orang terpapar program ini.

Pembinaan yang dilakukan Astra berupa penanganan hasil tangkapan dari jaring ke kapal, dari kapal ke daratan, pengaturan keuangan dan advokasi kelompok sampai mendapat pendanaan dari pemerintah. 

Astra juga memberi bantuan berupa 28 chest freezer dan 140 cooler box untuk dua kabupaten ini. Acara penyerahan bantuan dilakukan pada Maret 2019 dan dihadiri perwakilan Kementerian Keuangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, pemerintah kabupaten setempat serta Grup Astra.

Khusus di Kabupaten Buru, anak perusahaan Astra yaitu PT Patria Perikanan Lestari Indonesia turut membeli hasil tangkapan mereka. Transaksi terakhir mencapai 3,7 ton.

Saat ini terdapat 363 Desa Sejahtera Astra dan 80 Kampung Berseri Astra yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Desa Sejahtera Astra fokus di pemberdayaan kewirausahaan tingkat desa, sedangkan Kampung Berseri Astra fokus di empat pilar kontribusi sosial Astra yaitu kesehatan, pendidikan, kewirausahaan dan lingkungan.

Salah satu hal yang berkesan selama pembinaan selain bantuan alat produksi yang diberikan Astra adalah intensitas pendampingan yang dilakukan oleh Astra melalui Fasilitator. 

“Apa yang dilakukan teman-teman fasilitator sangat menginspirasi kami. Semoga kami bisa tambah mandiri dan tambah baik lagi dalam penanganan ikan maupun keuangan” ujar Marthen belum lama ini kepada salah satu tim Astra.

Pada prinsipnya, apapun kegiatan yang dilakukan Astra harus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya, sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa.