jump to navigation

Alex Marquez Juara Dunia, Dimas Ekky Finish ke-18 di Moto2 Malaysia 2019 3 November, 2019

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags: , ,
add a comment

F09FC637-7007-4FE1-B009-BB498E360917

Catatan bagus ditorehkan oleh pembalap Indonesia Dimas Ekky di ajang Moto2 MotoGP Malaysia 2019. Memulai start dari posisi 26 di Sepang International Circuit Dimas yang membalap bersama Idemitsu Honda Team Asia, berhasil menuntaskan balapan di posisi 18.

Meski demikian, untuk posisi tersebut belum memberikan poin untuk Dimas. Karena batas poin terakhir yakni 1 adalah milik pembalap yang finish di posisi 15.  Kali ini, 24 pembalap berhasil menyelesaikan lomba. Sementara 8 pembalap gagal finish termasuk Somkiat Chantra yang satu team dengan Dimas.

Dimas masih harus bersabar, belum pecah telur poin sepanjang musim balap 2019 yang pertamakali diikutinya ini. Sebagaimana diketahui, selama 5 seri Dimas sempat dia absen karena cidera.

Di Moto2 Malaysia 2019, kegembiraan tentu saja menjadi milik Alex Marquez. Menjadi pole position dia bertarung hebat dengan pembalap Red Bull KTM Ajo, Brad Binder yang akhirnya menjadi juara seri ini.

Meski hanya meraih podium dua, adik Marc Marquez ini sudah amat bersyukur karena telah memastikan gelar juara dunia 2019 menjadi miliknya. Gelar terbaik yang dinanti-nantinya sejak 4 tahun turun di MotoGP.

Saingan terdekatnya dalam perebutan gelar juara dunia, Thomas Luthi harus puas berada di posisi ketiga di Sepang. MotoGP 2019 masih menyisakan satu balapan lagi di Valencia dua pekan mendatang.

Dimas Ekky Bisa Balapan Lagi Paska Geger Otak di GP Belanda 2 Juli, 2019

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags: , ,
add a comment

903E1102-B574-41D6-A5DF-E34B432D1742

Balapan Moto2 Belanda pada Minggu (30/6) terasa hambar karena absennya satu-satunya pembalap Indonesia di ajang ini, Dimas Ekky Pratama. Pembalap Honda Indonesia yang membalap bersama Idemitsu Honda Team Asia ini mengalami kecelakaan sebelum race day digelar.

Dimas mengalami kesialan, terjatuh saat sesi di FP1 akibat tersenggol rider Italia, Stefano Manzi. Oleh tim dokter, pembalap asal Depok Jawa Barat ini dinyatakan tidak fit untuk melanjutkan sesi lainnya, termasuk balapan pada hari Minggu.

Bagi Idemitsu Honda Asia Team, kecelakaan Dimas menjadi awal duka bagi mereka. Karena kecelakaan selanjutnya juga menimpa pembalap mereka lainnya di kelas Moto2 yakni Somkiat Chantra.

Somkiat yang memulai balapan di posisi start di P20 dengan target menembus zona poin, malah terjatuh di sesi pemanasan hanya sesaat sebelum balapan berlangsung. Honda Asia gigit jari pada seri ke-8 ini.

Belakangan Dimas Ekky diketahui mengalami gegar otak ringan. Namun di balik kabar buruk itu, hanya selang beberapa hari kemudian, dikabarkan bahwa kondisi Dimas membaik. Bahkan dia dibolehkan beraksi di seri selanjutnya di Moto2 Jerman akhir pekan ini.

Dalam Instagramnya, Dimas Ekky menulis, “Nasib buruk di DutchGP, saya siap untuk balapan ini, tetapi sial karena kecelakaan di FP1. Saya tidak fit untuk ikut balapan karena gegar otak. Kami akan mencoba lagi dan fokus untuk balapan berikutnya (Jerman).

Dimas Ekky sejauh ini masih melakukab penyesuaian diri dengan balapan Moto2 di musim perdananya. Dimas masih harus bersabar, karena sejauh ini dia belum bisa menciptakan poin. MotoGP masih menyisakan 10 balapan lagi, semoga masih ada keberuntungan untuk Dimas.

Dimas Eky & Gerry Salim Bakal Start di Barisan Belakang di MotoGP Italia 1 Juni, 2019

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags: , ,
2 comments

649B9FE5-7FF8-49B7-AA4A-9A666949AE07

Kualifikasi MotoGP seri Italia baru saja selesai digelar Sabtu (1/6). Dua pembalap Indonesia siap mengerahkan kemampuan mereka untuk bersaing dengan para pembalap terbaik dari seluruh dunia.m di race day pada Minggu (2/6).

Di kelas Moto2, Dimas Ekky yang turun di seluruh seri mengakhiri sesi kualifikasi dengan posisi 29. Dia bakal membalap dari barusan belakang di antara 32 pembalap di kelas kedua MotoGP ini.

Dimas memang harus berjuang sangat ekstra jika ingin mengemas nilai di seri Italia ini. Sebagaimana diketahui, hingga lima seri yang sudah digelar, Dimas belum bisa meraih poin. Karena itu harapan kembali dipertaruhkan kepada pembalap binaan Astra Honda Motor ini.

Satu lagi pembalap binaan AHM yang tampil di Italia pekan ini adalah Gerry Salim. Pembalap asal Surabaya tersebut dipilih Honda Team Asia tampil di kelas Moto3 menggantikan pebalap Jepang, Ai Ogura.

Ogura yang fenomenal di Moto3 2019 harus beristirahat dulu karena cedera patah tulang tangan kiri saat berlaga di GP Perancis di Sirkuit Le Mans, beberapa waktu lalu.

Pada sesi kaulifikasi, Gerry menempati posisi 27 dari 29 pembalap yang ada. Sama dengan Dimas, Gerry pun harus berjuang sangat keras untuk meraih poin dan mencatatkan namanya di daftar pembalap pencetak poin.

Meski begitu, tampilnya dua pembalap ini bakal menambah seru tontonan MotoGP. Karena dua pembalap Tanah Air bisa berlaga adu kencang dengan pembalap dunia. So, jangan ketinggalan menyaksikan aksi keduanya Minggu, dari Sirkuit Mugello.

Terjatuh di Le Mans 2019, Dimas Ekky Masih Puasa Poin di Moto2 20 Mei, 2019

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags: , ,
add a comment

3791D0E7-0874-4586-B79B-B6191612AEA5

Nasib kurang beruntung masih menggelayuti pembalap Indonesia yang terjun di ajang MotoGP kelas Moto2. Bertarung di Moto2 Prancis di sirkuit Le Mans, Minggu (19/5), Dimas Ekky Pratama bernasib sial, terjatuh dan gagal melanjutkan balapan.

Pada seri ini Rider EG 0’0 MarcVDS Team asal Spanyol, Alex Marquez berhasil memenangkan balapan. Kemenangan Alex membuat dua kelas teratas dikuasai oleh keluarga Marquez setelah sang kakak, Marc Marquez juga tampil sebagai juara di kelas MotoGP.

Pembalap Spanyol juga merajalela di GP Prancis 2019. Podium kedua dan ketiga direbut oleh dua pembalap Spanyol lainnya, yakni Jorge Navarro dan Agusto Fernandez.

Dimas Ekky Pratama yang membalap dari posisi 28 dari 32 pembalap sebetulnya menapaki kemanjuan hingga menembus posisi 21 di pertengahan balapan. Namun, hanya tiga lap menjelang balapan berakhir, pembalap Idemitsu Honda Team Asia itu terjatuh hingga gagal finis.

Nasib tak jauh berbeda juga menimpa rekan setim Dimas, Somkiat Chantra yang berasal dari Thailand. Somkiat malah lebih dahulu terjauh, saat awal balapan.

Lintasan yang agak basah memang berat bagi pembalap. Tercatat, ada 12 pembalap yang gagal finis dan hanya ada 20 pembalap yang berhasil menyelesaikan balapan.

Dengan hasil ini, Dimas Ekky masih belum bisa meraih poin pada debutnya tahun ini di Moto2. “Saya tak akan menyerah. Dan akan bekerja lebih keras lahi di race selanjutnya,” tulis Dimas di Instagram-nya usai balapan.

Dimas Membalap di Moto2, Gerry Salim Bertekad Menyusul 12 Desember, 2018

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk, Uncategorized.
Tags: , ,
add a comment
C9CA6861-AEFE-4025-9677-26498E0537E4

Dimas Ekky & Gerry Salim di arena latihan di Eropa

Pembalap Indonesia yang paling berbahagia menghadapi musim balap tahun depan tentu saja Dimas Ekky Pratama. Pembalap asuhan Astra Honda Racing Team (AHRT) ini bakal terjun setahun full di MotoGP kelas Moto2.

Dimas akan menjadi pembalap ketiga Indonesia yang bisa membalap full seri di ajang kelas menengah MotoGP tersebut. Sebelumnya sudah ada dua pembalap lainnya di tahun 2013 yakni Dini Tata dan Rafid Topan.

Prestasi mentereng Dimas Ekky di ajang para jagoan dunia ini membuat pembalap Honda lainnya, yakni Gerry Salim merasa tertantang. Juara Asia kelas AP250 tahun 2017 ini bertekad mengembangkan karir lebih baik lagi hingga bisa mengikuti jejak Dimas ke ajang MotoGP.

6A3A8462-1AC3-4A62-8337-7F41C95E8CDD

Setelah menjadi juara Asia tahun 2017, Gerry Salim berlaga di kancah balap Eropa, FIM CEV Championship. November lalu, dia mengakhiri tahun pertamanya di ajang yang juga banyak diikuti pembalap antar benua tersebut. 

Gerry memang tak terlalu bersinar di debutnya di ajang CEV 2018. Namun membalap sepanjang musim, membuatnya beradaptasi dengan Moto3 Junior World Championship. Meski hanya mengemas satu poin saja, Pebalap 21 tahun tersebut mendapatkan pengalaman berharga.

Setahun membalap di Eropa dan menetap di Barcelona, Gerry Salim selalu bersama dengan Dimas Ekky yang turun di ajang yang sama namun di kelas lebih tinggi, Moto2 World Championship. 

3C15C5BB-E489-4DD2-88E4-79FFB38ED30F

Karena itu Gerry merasa kehilangan sosok kawan sekaligus pembimbing. Meningkatkan prestasi membuka jalan baginya bersama-sama Dimas lagi, di kancah yang lebih tinggi, world champion.

“Saya sangat senang saat tahu Dimas akan ikut Moto2 World Championship pada 2019. Prestasi dia memotivasi saya untuk berusaha lebih keras. Mimpi saya juga ingin ikut MotoGP World Championship suatu saat nanti, dan saya akan berusaha untuk menjadi generasi berikutnya yang bisa melakukan hal itu,” tekad Gerry. Semoga !

3B2CA73A-1650-4F7D-9576-F25996FD4A69

Dimas Ekky Berpeluang Besar Cetak Prestasi di Moto2 2019 29 November, 2018

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags: ,
add a comment

0386123A-492C-4644-BE2F-32AE98F7ED7A

Setelah lima tahun lebih tak ada pembalap Indonesia yang berlaga di ajang MotoGP, tahun 2019, Dimas Ekky akan melepas dahaga kerinduan itu. Dimas akan membalap satu seri full bersama tim Idemitsu Honda Team Asia di kelas Moto2. Dia akan bertandem dengan pembalap asal Thailand, Somkiat Chantra.

Jauh sebelum Dimas, dua pembalap Indonesia yakni Doni Tata dan Rafid Topan pernah berlaga semusim di ajang kelas menengah tersebut. Sayangnya ptestasi keduanya kurang bersinar hingga sesaat saja berkiprah di Moto2. Akankah Dimas bernasib serupa?

Dimas disebut-sebut bisa berbicara banyak di Moto2. Alasannya, seperti diutarakan legenda balap nasional M Fadli, musim 2019, Moto2 akan menggunakan mesin baru dari pabrikan Triumph. “Karena itu, Dimas punya kesempatan yang sama besar dengan rider-rider Moto2 lainnya,” ungkap Fadli.

Dengan pasokan mesin terbaru dari Triumph berkapasitas 765cc, setiap tim akan memulai dari nol lagi data mesin mereka. Sebelumnya, mesin motor moto2, berasal dari pemasok tunggal yakni Honda CBR600.

81657D3A-84CD-494A-A70A-2533EBC4FEAF

Gelagat tersebut terasa saat Dimas mengikuti test pra musim di Sirkuit Jerez, Jumat-Minggu (23-25/11). Dimas Ekky membuat sebuah kejutan pada hari terakhir yang berlangsung basah dengan catatan waktu terbaik ke-5.

Dimas mencetak waktu lap terbaik 1 menit 48.003 detik. Sementara catatan terbaik ditorehkan oleh Steven Odendaal dengan waktu lap terbaik 1 menit 46.704 detik. Beda Dimas dan Steven hanya 1 detik lebih saja. Namun jika digabung dengan waktu lap terbaik selama tiga hari tes Jerez, Dimas hanya berada di posisi ke-24.

Sebelumnya pada latihan hari pertama, Dimas menempati posisi ke-13 dari 22 pembalap. Lalu pada hari kedua berada di posisi 23 dari 30 pembalap. Tim menyatakan Dimas sudah mulai beradaptasi dengan baik bersama motornya.

84D2526D-4FE5-4F95-B438-ECB0863E79DA

Semua berharap, dalam sisa waktu menjelang balapan pada Maret 2019, Dimas bersama tim bisa menemukan data terbaik untuk bersaing dengan 30an pembalap Moto2. Pengalaman membalap di kancah Eropa selama 4 tahun serta 3 kali tampil sebagai pembalap wildcard di Moto2 2018, bakal menjadi modal besar buat pembalap asal Depok ini.

MotoGP Sepang 2018 Bakal Seru, Ada Pembalap Indonesia di Kelas Moto2 1 November, 2018

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags: , ,
add a comment

0DBC8757-1301-49C8-9698-9C1685A10742

Kehadiran pembalap Indonesia di kancah balap dunia bagaikan pelepas dahaga. Lumayan lama garuda muda tak tampil di kancah balap terbaik dunia seperti MotoGP. Namun, tahun 2019, Dimas Ekky Pratama akan tampil full series di kelas Moto2.

Seperti sebuah pemanasan, pembalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) ini kembali mendapat kesempatan emas untuk menambah pengalaman merasakan atmosfer balap di Grand Prix (GP). Dimas akan tampil di GP Moto2 Sepang, Malaysia, Minggu (4/11/2018).

Pebalap asal Depok, Jawa Barat itu akan menunggangi Mistral 610 milik Tech3 Racing Team. Dia tampil menggantikan Bo Bendsneyder yang cedera akibat terjatuh di GP Jepang, Twin Ring Motegi, dua pekan lalu. Menariknya, Dimas tetap akan menggunakan identitas Astra Honda Racing Team pada baju balapnya.

Ini merupakan kesempatan emas bagi Dimas untuk mengasah kembali kemampuan membalap melawan para pebalap top dunia di GP Moto2. ”Terima kasih untuk Tech3 yang mempercayakan kesempatan membalap di GP Malaysia sebagai pebalap pengganti. Ini adalah tantangan besar dan bisa menjadi momen untuk menguji kesiapan saya sebelum ke Moto2 semusim penuh tahun depan,” ucap Dimas.

9F9C9855-C982-4B6C-8048-3E2937DB914D

Ditambahkan, dia akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengasah mental dan coba menyelami tekanan yang ada di kompetisi sekelas GP Moto2. Berkomunikasi dengan tim seperti Tech3 Racing yang sudah berpengalaman di GP juga akan menjadi keuntungan buat Dimas untuk dipelajari.

Thomas Wijaya, Marketing Director AHM mengatakan ini menjadi kesempatan berharga, terlebih Dimas sedang mempersiapkan diri untuk semakin kompetitif menghadapi musim balap GP Moto2 tahun depan.

”Kami harap kepercayaan dari tim balap Tech3 di GP Moto2 Sepang ini dapat semakin memacu semangat juang Dimas untuk membawa kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia,” kata Thomas.

EBB4DFDD-D971-4BA6-BD34-E86328254636

Saat ini, Dimas menjadi salah satu penantang utama di ajang CEV Moto2 European Championship. Beberapa waktu lalu, dia berhasil podium ketiga di Albacete, Spanyol, melalui balapan seru hingga putaran akhir. Dimas kini menempati peringkat kelima klasemen sementara dalam kompetisi tersebut dengan torehan 91,5 poin.

Tampil di Sepang menjadi nostalgia Dimas di kategori Moto2. Pada 2017 lalu, dirinya juga tampil menggantikan Jorge Navarro di Federal Oil Gresini Racing.

 

Lewat Dimas Ekky, Merah Putih Juga Berkibar di Balapan Eropa 16 Oktober, 2018

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags: , ,
2 comments

9CA48BAC-E3F8-4354-8115-0BF5D178486D

Setelah pembalap Indonesia menggila di Sirkuit Sentul pada ajang balap Asia Road Race Championship 2018 seri 5, kabar gembira juga datang dari balapan Eropa, CEV Moto2 European Championship.

Dalam seri lanjutan CEV Moto2 European Championship di Albacete, Spanyol, Minggu (14/10/2018), Dimas Ekky Pratama tampil impresif 

Dimas berhasil mengalahkan hujan, melaju kencang, meninggalkan lawan-lawan, dan meraih podium pertamanya musim ini, atau yang kedua selama berlaga di FIM CEV International Championship.

Pada balapan pertama, pebalap Depok hasil pembinaan balap berjenjang PT Astra Honda Motor (AHM) itu mampu finish posisi ketiga di bawah guyuran hujan lebat. Start dari posisi ke-6, Dimas punya kecepatan yang baik pada tiga lap terakhir. Satu persatu lawan disusul, hingga mampu mendekati dua pebalap teratas. Catatan akhir waktunya fantastis, hanya terpaut 1,021 detik dari podium pertama.

FDE13CE4-EF68-47D0-B172-FE5AF2B377E6

Lalu di balapan kedua, Dimas memakai ban slick karena hujan berhenti. Setelah start yang bagus, hujan lebat terjadi dan banyak pebalap masuk ke pit untuk berganti ban. Namun, pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) tersebut bertahan di lintasan dan mencoba mendapatkan keuntungan untuk memperlebar jarak.

Tapi akhirnya Dimas masuk ke pit juga, bendera merah berkibar saat balapan masih menyisakan 10 lap. Balapan akhirnya dibatalkan dan Dimas tercatat berada di posisi kelima. Para pebalap di posisi 15 besar tetap mendapatkan poin, tetapi hanya setengahnya. Dimas mendapatkan 5,5 poin. Total kini Dimas naik satu peringkat, yakni di peringkat kelima klasemen dengan koleksi 91,5 poin.

Dimas tak bisa menyembunyikan rasa gembira karena meraih podium. Baginya, ini adalah akhir pekan yang luar biasa. Dia menyebut balapan pertama dirinya mampu bersaing untuk meraih kemenangan. Hanya butuh dua lap lagi untuk bisa mengejar dua pebalap di depan.

”Pada balapan kedua, sayang sekali balapan akhirnya dibatalkan. Karena sebelum bendera merah, saya sedang berjuang untuk memimpin balapan, tetapi finis di posisi kelima tidaklah buruk. Saya berterima kasih kepada tim karena berhasil memenuhi target untuk naik podium, juga kepada Astra Honda, semua sponsor, dan keluarga,” kata Dimas.

Sukses juga diraih Gerry Salim yang mampu meraih poin pertamanya musim ini di kelas CEV Moto3 Junior World Championship. Gerry finish 15 besar setelah menjalani balapan dengan kondisi lintasan berbeda-beda, basah di beberapa bagian dan kering di bagian lainnya.

Gerry turun menggunakan ban basah, tapi pebalap asal Surabaya yang merupakan pendatang baru di FIM CEV International Championship tersebut bisa mengatasi kondisi yang sulit dan meraih satu poin. Dengan raihan itu, Gerry kini berada di peringkat ke-33 klasemen sementara.

“Saya sangat senang bisa mendapatkan poin pertama di Moto3 Junior World Championship. Saat balapan, kondisi trek sangat sulit, karena beberapa tikungan sudah kering sementara yang lainnya masih basah. Ini merupakan sebuah tantangan untuk menghemat ban, karena saya beberapa kali sempat tergelincir. Namun, saya akhirnya bisa finis di urutan ke-15,” kata Gerry.

3D256BF9-5068-4435-9D92-CB192EB0A0EF

GM Marketing Planning and Analysis AHM A. Indraputra mengatakan bahwa hasil yang diraih para pebalap AHRT di Spanyol melengkapi ”minggu balap” dengan hasil memuaskan untuk para pebalap binaan Astra Honda.

”Terima kasih untuk Dimas yang sudah mengibarkan bendera Merah Putih di Albacete. Juga Gerry yang mampu meraih poin pertama sebagai rookie. Kami berharap hasil ini menginspirasi pebalap Indonesia lainnya untuk berjuang mengharumkan nama bangsa melalui pembinaan balap berjenjang yang prosesnya tidaklah instan,” ujar Indraputra.

Setelah balapan di Albacete, Dimas dan Gerry saling memberikan ucapan selamat kepada Rheza Danica Ahrens atas gelar juara Asia Production (AP) 250 di ajang Asia Road Race Championship (ARRC) yang berlangsung di Sirkuit Internasional Sentul, Jawa Barat, Minggu (14/10/2018).

Persaingan FIM CEV musim menyisakan satu seri lagi, yang akan dilangsungkan di Ricardo Tormo Circuit, Valencia, pada 24-25 November 2018 mendatang.

Dimas ke Moto2 2019: Ini Deretan Pembalap Nasional yang pernah Jajal MotoGP 6 Oktober, 2018

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags: , , ,
add a comment

364D59B7-A703-47C9-91C5-703AF35C7E10

Dimas Ekky Pratama mengalami promosi karir balap tahun 2019. PT Astra Honda Motor yang membinanya bersama sejumlah sponsor telah menyatakan pembalap 25 tahun asal Depok, Jawa Barat ini resmi membalap di ajang MotoGP kelas Moto2.

Kepastian soal masa depan Dimas ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers, Jumat (5/10) di. Dimas Ekky akan membalap di GP Moto2 2019 full seri. Dia dipilih sebagai pebalap andalan Idemitsu Honda Team Asia, mewakili bakat-bakat terbaik dari belahan bumi Asia. Idemitsu Honda Team Asia merupakan tim balap yang berpengalaman di ajang GP.

Dengan bergabungnya Dimas di Moto2, dia menambah deretan pembalap Indonesia yang terjun di kancah balap dunia tersebut. Sebelumnya, pada tahun 2013, dua pembalap Indonesia merasakan kerasnya balapan di Moto2. Mereka adalah Doni Tata Pradipta dan Rafid Topan Sucipto. 

Topan tahun sebelumnya juga membalap di kelas ini bersama tim yang sama dengan status wild card. Sementara Doni Tata, juga pernah terjun di kelas ini saat masih bernama MotoGP kelas 250cc tahun 2008. Namun selama dua kali berlaga di ajang MotoGP, prestasi pembalap asal Sleman Yogyakarta ini tak terlalu menonjol.

6F878529-A150-4049-AF9E-2CE33F8A6604

Foto: Doni Tata

Doni Tata baru mencetak satu poin -finis ke-15, pada balapan Moto2 Australia di sirkuit Phillip Island. Doni menempati peringkat 28 klasemen sementara Moto2. Tim balapnya Federal Oil Gresini terpaksa mengakhiri kebersamaan dengan Doni di musim balap 2013.

Sementara itu, Rafid Topan Sucipto yang memperkuat tim QMMF Racing Team asal Qatar juga bernasib sama. Rider asal Jakarta ini hanya sekali membuat kejutan Saat mengawali race dari grid 5, tepatnya di MotoGP Jepang tahun 2013, meski di sirkuit Motegi dia gagal finis. Topan gagal meraih satu poin pun. Capaian terbaiknya finis di posisi ke-20.

Jatah Wild Card

Selain pembalap di atas yang merasakan balapan penuh semusim, ada juga beberapa pembalap lainnya yang tembus di ajang dunia dengan status wild card. Di antaranya M. Fadli yang mendapatkan kesempatan emas sekali dari tim JIR Moto2. Sayang saat itu dia gagal finis.

Selanjutnya Petrus Tobun Canisius. Pembalap Yamaha Indonesia ini mendapatkan jatah wild card di ajang Grand Prix 1996 kelas 125cc yang berlangsung di Sirkuit Sentul. Sayang juga Tobun hanya sanggup finis di posisi buncit.

A50605FD-D4AA-451D-A0FD-B0C9BA85E5E7

Foto: Rafid Topan

Selain Tobun di kelas yang sama, Ahmad Jayadi juga mendapatkan jatah wild card di ajang Grand Prix 1996 kelas 125cc. Jagoan Suzuki ini juga bernasib sama dengan Tobun, finis di barisan belakang.

Setahun berikutnya giliran pembalap Rudi Arianto yang beruntung dapat jatah tersebut. Di kelas 125cc di Grand Prix musim 1997 di Sirkuit Sentul tersebut, pebalap Yamaha ini gagal finis. 

Kita berharap, Dimas Ekky akan menorehkan prestasi lebih baik dari para seniornya ini. Berkaca dari prestasi, Dimas punya bekal berupa sederet gelar kejuaraan dunia yang sudah ditorehkannya.

Antara lain, juara di ajang Suzuka 4 Hours Endurance Race, juara Asia Road Racing Championship yang digelar di Sentul tahun lalu, hingga mengibarkan bendera Merah Putih untuk pertama kalinya di ajang CEV Moto2 European Championship dengan berdiri di podium ketiga pada seri Catalunya 2017.

2843A91C-7501-47E8-8464-DCCF36B14D88

Yess, Dimas Ekky Berlaga Full Seri di GP Moto2 2019 5 Oktober, 2018

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags: , , ,
1 comment so far

35980D35-254B-4C09-8B32-1887923F1779

Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) Dimas Ekky Pratama akan berlaga di Grand Prix (GP) Moto2 2019 selama satu musim penuh. Tahun depan, Dimas menjadi satu-satunya pebalap Indonesia yang bertarung di ajang balap tingkat dunia ini.

Pada GP Moto2 2019, Dimas dipilih sebagai pebalap andalan Idemitsu Honda Team Asia, mewakili bakat-bakat terbaik dari belahan bumi Asia. Idemitsu Honda Team Asia merupakan tim balap yang berpengalaman di ajang GP.

Pebalap berjuluk ”Red Forehead” ini pantas naik kelas. Berkaca dari prestasi, sederet gelar sudah ditorehkannya, termasuk menjadi juara di ajang Suzuka 4 Hours Endurance Race, juara Asia Road Racing Championship yang digelar di Sentul tahun lalu, hingga mengibarkan bendera Merah Putih untuk pertama kalinya di ajang CEV Moto2 European Championship dengan berdiri di podium ketiga pada seri Catalunya 2017.

Saat ini, pemilik nomor motor 20 itu sedang berlaga di CEV Moto2 European Championship, salah satu ajang tolok ukur pebalap berbakat dunia, khususnya di Eropa. Dalam ajang yang pernah diikuti Marc Marquez sebelum naik level ke MotoGP ini, Dimas bernaung di bawah Astra Honda Racing Team (AHRT). Berkiprahnya Dimas di GP Moto2 juga menjadi salah satu indikator suksesnya AHRT sebagai tempat penggemblengan pebalap muda berbakat binaan AHM.

Di CEV Moto2 European Championship musim balap 2018, Dimas bertengger di posisi ke-6 klasemen sementara dengan koleksi 70 poin setelah berhasil finish keempat di seri Jerez, (30/9/2018). Ajang ini masih menyisakan dua seri, yakni di Albacete (2 race), dan Valencia.

710F0796-452E-4CD4-AE2C-A6FAEB18477E

Tampilnya pebalap asal Depok, Jawa Barat, di ajang balap setingkat di bawah MotoGP Ini menjadi sejarah baru pembinaan balap berjenjang yang dilakukan AHM. Proses yang secara konsisten dilakukan AHM ini memasuki fase baru dengan menemani pebalap binaannya berlaga semusim penuh di ajang kejuaraan dunia, untuk mengejar prestasi lebih baik demi mengharumkan bangsa dan membuat bangga.

Thomas Wijaya, Direktur Pemasaran AHM, mengatakan dengan pencapaian ini maka program penjenjangan balapan terstruktur yang dilakukan perusahaan semakin membuahkan prestasi yang menjadi kebanggaan untuk bangsa Indonesia.

”Selamat untuk Dimas yang mampu menapakkan kaki ke GP Moto2 dengan setiap usaha kerja keras dan kerjasama. Kami berharap Dimas dapat terus berjuang maksimal dengan mental juara, untuk selalu menciptakan masterpiece, dan konsisten menginspirasi pebalap muda Indonesia lainnya untuk meraih mimpi berlaga di ajang kelas dunia,” ujar Thomas.

Bagi Dimas, kesempatan emas berlaga di GP Moto2 akan dimanfaatkannya sebagai salah satu tangga untuk mencapai mimpi tertinggi, yakni berlaga di ajang paling bergengsi, MotoGP. Dirinya sadar, bahwa perjuangan di level lebih tinggi tidak akan mudah.

”Dapat tampil di GP Moto2 merupakan kesempatan berharga yang sangat saya nantikan. Tentunya tantangan yang dihadapi akan sangat berbeda baik dari segi mesin, motor, maupun persaingan ketat kompetisinya. Sekuat tenaga saya akan berusaha memberikan prestasi terbaik demi nama harum bangsa Indonesia. Pengalaman mengikuti pembinaan berjenjang AHM akan menjadi modal penting untuk mengarungi musim balap GP Moto2 di tahun depan,” kata Dimas.

Pada tahun pertamanya di GP Moto2, Dimas menargetkan dapat cepat beradaptasi dan memberikan performa terbaiknya untuk mencetak banyak poin.

Menjinakkan sepeda motor Moto2 bukan hal yang pertama bagi Dimas. Dia sudah pernah mencicipi atmosfer ketat balapan ajang ini sebanyak dua kali. Pertama, saat menggantikan Jorge Navarro di tim Federal Oil Gressini Racing pada GP Malaysia 2017. Kedua, tampil sebagai pebalap wildcard di GP Catalunya pada 2018.

Kendati demikian, musim 2019 akan jauh berbeda. Hampir semua regulasi teknis berubah total, termasuk penggunaan mesin baru. Kondisi ini akan menjadi tantangan terbesar, tak hanya bagi Dimas, tetapi juga pebalap lain di level ini.

31418826-8D77-4C29-A5B7-00901B452E2C