jump to navigation

Federal Oil & Polda Bengkulu Bongkar Sindikat Pemalsu Olinya 20 Juni, 2019

Posted by proud2ride in Social Politik, Tips & Trik.
Tags: , ,
add a comment

824E497F-0C7F-426E-9416-3013B2918484

Pemalsuan Oli terus terjadi di Indonesia. Sejumlah brand ternama kena dikerjai. Kabar terbaru, PT Federal Karyatama (FKT), selaku produsen pelumas kendaraan motor merek Federal Oil kembali mengungkap pemalsuan oli mereka di wilayah Bengkulu.

Ini merupakan keberhasilan lanjutan FKT setelah sebelumnya juga membongkar sindikat pengedar pelumas Federal Oil palsu di Yogyakarta, dan Padang Pariaman, pada April lalu.

Dalam keterangan pers-nya, Kamis (20/6), FKT bersama Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu berhasil membongkar sindikat pengedar pelumas Federal Oil palsu di wilayah Pantai Barat Sumatera tersebut. Upaya besar ini dilakukan, dalam melindungi konsumennya dari peredaran oli palsu.

Penggerebekan ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya produk Federal Oil yang berbeda dengan produk Federal Oil yang dijual di bengkel-bengkel pada umumnya.

Atas dasar laporan tersebut, tim area FKT wilayah Bengkulu langsung melakukan investigasi, dan diketahui 2 bengkel yakni, Raja Baut dan Ferry Motor mengedarkan dan menjual pelumas Federal Oil yang tidak sesuai spesifikasi.

Hasil penggerebekan yang dilakukan pada tanggal 13 Maret 2019 bersama pihak kepolisian, ditemukan barang bukti berupa produk palsu sebanyak 5 karton, dan invoice pembelian pelumas dari CV Cakra Graha Indonesia, serta kwitansi pembayaran ekspedisi angkutan pengiriman dari CV Sarana Mandiri Jasa. Kemudian, dari bengkel Ferry Motor juga ditemukan produk palsu sebanyak 53 botol produk pelumas Federal Oil.

Dari hasil penggerebekan tersebut, pihak kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap Rico Joanes anak dari pemilik bengkel Raja Baut yang berada di JL Semangka No 32 Kota Bengkulu.

Selanjutnya pihak FKT melakukan pengujian, dan hasilnya produk pelumas Federal Oil yang dijual oleh bengkel Raja Baut, dan Ferry Motor tidak sesuai dengan spesifikasi dan standar yang dikeluarkan oleh FKT.

Dari hasil penyelidikan oleh pihak kepolisian, kedua bengkel tersebut terbukti bersalah dan dengan sengaja mengedarkan, serta menjual produk pelumas Federal Oil yang tidak sesuai dengan spesifikasi.

59A3DDE5-1AFD-461E-9C88-860338D9798C

Atas kasus tersebut, Ferry Motor dan Raja Baut dituntut untuk melakukan permintaan maaf melalui media masa lokal, dan harus membayar denda kepada FKT.

Ivan Ally, selaku Head of Corporate Communication FKT mengatakan, FKT akan terus melindungi konsumen FKT dari peredaran pelumas palsu yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang dikeluarkan oleh FKT.

Kejadian ini kata Ivan, bukan hanya merugikan pihaknya, tapi juga konsumen. Sebagai perusahaan pelumas terbaik, FKT akan terus memberikan edukasi dan penyuluhan langsung kepada masyarakat tentang bagaimana mengetahui pelumas asli dan palsu.

“Kami juga terus memburu sindikat pemalsu pelumas, dan bersama dengan pihak kepolisian juga akan menindak dengan tegas para oknum-oknum yang melakukan pemalsuan produk pelumas FKT,” tegas Ivan.

Terbongkar Pemalsuan Federal Oil di Padang Pariaman, Konsumen Waspada ! 8 Mei, 2019

Posted by proud2ride in Social Politik, Tips & Trik.
Tags: , ,
add a comment

C9F6DFC8-88C4-4C62-936D-6DB874BF597D

PT. Federal Karyatama (FKT) bersama dengan pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat, berhasil membongkar dan menggerebek sindikat pemalsuan produk merek Federal Oil. Ditemukan lebih dari 400 karton produk pelumas berlabel Federal Oil untuk jenis kendaraan matik, dan non-matik yang telah siap jual.

Sejumlah barang bukti tersebut, ditemukan di Toko Aneka Sepeda yang berlokasi di Jalan Nan Sabaris Padang Pariaman, yang kemudian diketahui bahwa pemiliknya bernama Masri. Selanjutnya terhadap barang bukti tersebut, dilakukan penyitaan seluruhnya oleh pihak kepolisian.

Kasus ini berawal dari temuan tim sales FKT, yang berada di wilayah Padang Pariaman pada awal tahun 2018. Atas barang bukti hasil temuan tersebut, tim FKT melakukan serangkaian identifikasi. Hasilnya, barang bukti yang ditemukan terbukti tidak sesuai standar produk resmi Federal Oil. Selanjutnya, temuan ini akhirnya diteruskan kepada pihak kepolisian Polda Sumatera Barat, untuk dapat ditindaklanjuti sampai dengan proses persidangan.

Terhadap perkara tersebut, pada persidangan bulan April 2019, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pariaman menyatakan terdakwa Masri, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ”memperdagangkan barang dan, atau jasa yang patut diduga bahwa barang dan, atau jasa dan, atau produk tersebut merupakan hasil tindak pidana menggunakan merek yang sama pada keseluruhannya dengan merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan, atau jasa sejenis yang diproduksi dan, atau diperdagangkan”, sebagaimana diatur dalam Pasal 102 jo Pasal 100 ayat (1) UU Nomor 20 Tahun 2016, tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Tuntutan Jaksa Penuntut Umum yaitu pidana penjara 10 bulan dengan masa percobaan 1 tahun. Sedangkan Ketua Majelis Hakim memutuskan pada pokoknya pidana penjara 8 bulan dengan masa percobaan 1 tahun.

Ivan Ally, Head of Corporate Communication FKT mengatakan, kejadian pemalsuan ini sangat merugikan federal Oil, terlebih jumlah yang ditemukan juga cukup banyak di lapangan. Namun, ini juga menjadi pembelajaran bagi semua betapa pentingnya untuk teliti dalam membeli produk pelumas yang asli.

“Untuk mengantisipasi hal tersebut, FKT secara periodik melakukan perubahan terhadap teknologi pada kemasan yang selalu update, tentunya dengan teknologi yang canggih. Serta, kami juga secara rutin memberikan edukasi melalui tim sales di lapangan kepada bengkel dan konsumen, dan juga melalui media sosial mengenai cara membedakan oli palsu dan oli yang asli,” ujar Ivan.

Perlu diketahui, menggunakan oli yang tidak sesuai dengan spesifkasi mesin motor dapat mempengaruhi kinerja mesin, lantaran oli tersebut tidak bisa bekerja secara maksimal. Dampak yang paling buruk jika menggunakan oli yang tidak sesuai spesifikasi adalah, mesin pada sepeda motor akan mengalami kerusakan serius.

Egy Hilmy, selaku Product Supervisor FKT menambahkan, “Cara paling mudah untuk membedakan produk–produk asli Federal Oil, bisa dilihat dari kondisi botolnya, yaitu bagian laser print pada kemasan produk tercetak rapi, terdapat kode produksi yang terletak pada tutup botol bagian atas, dan terdapat QR Code dan logo SNI yang jelas pada label kemasan.”

PT Federal Karyatama menghimbau bagi para konsumen, untuk dapat membeli produk-produk pelumas yang terjamin kualitas dan keasliannya, di bengkel-bengkel yang sudah bekerjasama dengan FKT, seperti Super Federal Oil Center (SFOC) atau Federal Oil Center (FOC) yang telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Jika konsumen masih ragu, atau menemukan produk pelumas keluaran FKT yang tidak sesuai spesifikasi, bisa langsung diadukan melalui layanan call center Halo Federal Lubricants di nomor 1500027.

Beli Oli Pak Parmin Dapat Hadiah Rp100 Juta 24 Juni, 2017

Posted by proud2ride in General.
Tags: ,
add a comment

IMG_7926

Pak Parmin bercita cita untuk bisa melaksanakan umroh. Namun hama wereng menggagalkan impiannya tersebut. Berita baik datang, nayanya terpilih menjadi pemenang hadiah undian Rp 100 juta dari Federal Oil.

Betapa gembiranya pak Parmin. Dalam tayangan Videp TVC, diperlihatkan bapak ini tak kuasa menahan haru dan bersujud menyatakab syukur. Alhamdulillah, dia bisa melaksanakan umroh.

Bagaimana serunya Pak Parmin mendapat hadiah bisa disaksikan di link berikut ini:

Promo bertajuk Federal Oil Spesial Miliarder ini sudah bergulir mulai 16 Februari 2017. Sesuai namanya, hadiah utama dari Federal Oil Spesial Miliarder yaitu uang tunai sebesar Rp 1 milyar. Ini masih ditambah hadiah lainnya yaitu uang tunai senilai ratusan juta rupiah, logam mulia dan ratusan hadiah hiburan yang tak kalah spesial.

Berikut detail hadiahnya Feders:

Hadiah :

Periode 1 :

1 Pemenang Uang tunai Rp. 100,000,000,-
2 Pemenang @ Emas 20gram
25 Pemenang Uang Tunai @ Rp. 3,000,000,-
50 Pemenang Uang Tunai @ Rp. 1,000,000,-
15 Pemenang Voucher Belanja Senilai @ Rp. 1,000,000,-
50 Pemenang Voucher Belanja Senilai @ Rp. 200,000,-

Periode 2 :

1 Pemenang Uang tunai Rp. 100,000,000,-
2 Pemenang @ Emas 20gram
25 Pemenang Uang Tunai @ Rp. 3,000,000,-
50 Pemenang Uang Tunai @ Rp. 1,000,000,-
15 Pemenang Voucher Belanja Senilai @ Rp. 1,000,000,-
50 Pemenang Voucher Belanja Senilai @ Rp. 200,000,-

Periode 3 :

1 Pemenang Uang Tunai Rp. 1,000,000,000,-
100 Pemenang Uang Tunai @ Rp. 5,000,000,-

Cara ikut sertanya sangat mudah, peserta hanya cukup membeli 1 produk Federal Oil dan dilengkapi 1 kupon yang dapat ditemukan di bengkel tertentu atau dapat mendownloadnya di website http://www.federaloil.co.id/kuponmiliarder (kemudian registrasi data sampai mendapatkan QR Code dan melakukan print kupon).

Peserta menyobek cutting stiker (potongan label) produk Federal Oil dan menempelkannya pada kupon undian serta mengisi data yang ada pada kupon undian.

1 kupon / kode unik yang tertera pada kupon hanya berlaku untuk satu kali pengiriman, peserta dianggap tidak SAH mengikuti program jika menggunakan kupon yang memiliki kode unik yang sama (untuk pengiriman kedua kali)

Peserta mengirimkan kupon undian beseta cutting label (potongan label) yang ditempelkan serta KTP ke PO BOX 12000 atau dimasukkan ke Drop Box di bengkel tertentu dan pada akhir program akan diundi untuk ditentukan pemenangnya.

Kupon yang dikumpulkan Peserta akan diundi pada 3 periode pengundian yaitu:

Periode I – 16 Februari 2017 s/d 15 Mei 2017

Periode II – 16 Mei 2017 s/d 31 Agustus 2017

Periode III – 01 September 2017 s/d 31 Desember 2017.

 

Josss…. 2013, Tim Federal Oil Gresini Moto2 Rekrut Pembalap Nasional!!! 27 Oktober, 2012

Posted by proud2ride in Balap & Touring.
Tags: ,
43 comments


Ini berita superheboh bro. Kalo Rafid Topan baru sebatas didaftarkan ke IRTA (International Road Racing Team Association) yang mengelola semua tim dan pembalap di MotoGP (baca SINI YA), giliran Federal Oil yang tahun ini sudah men-sponsori tim Gresini di moto2 siap memecat Gino Rea dan menggantinya dengan pembalap lokal. Jossss….!!! (lebih…)