jump to navigation

Hadir di Bulukumba-Sulsel, Tebak Gojek Sudah Beroperasi di Berapa Kota? 10 Mei, 2020

Posted by proud2ride in lalu lintas.
Tags:
add a comment

9BBB19C8-2CEE-4771-8BAD-1E0F74941359

Gojek secara resmi hadir di Kabupaten Bulukumba. Kehadirannya ditandai dengan pemakaian helm perdana bagi pengemudi Gojek yang dilakukab oleh Bupati A. M.  Sukri.  A. Sappewali.

Peresmian ini juga dihadir oleh District Head Gojek Makassar Adwin Pratama Anas, Senior Associate Government Relation Gojek Indonesia Timur Mohammad Khomeiny dan District Operation Manager Gojek Makassar Kurniawan.

Gojek, perusahaan teknologi aplikasi terbesar di Asia Tenggara, kini memiliki pertumbuhan yang begitu pesat. Sejak didirikan pada tahun 2010 dan aplikasinya diluncurkan pada tahun 2015, Gojek telah membuktikan bahwa pengemudi ojek dapat melakukan banyak hal, lebih dari sekadar memberikan layanan transportasi.

Melalui teknologi, Gojek telah meningkatkan taraf hidup jutaan pengusaha mikro termasuk mitra pengemudi, pemilik restoran, pengusaha rumahan dan profesional lainnya.

Dengan semangat untuk tetap tumbuh dan memberikan dampak sosial seluasnya, pada hari ini Gojek resmikan operasional layanannya di Kabupaten Bulukumba.

Dengan perluasan usaha hingga ke Bulukumba, berarti Gojek sekarang hadir di 210 Kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Gojek membuka empat layanan di Bulukumba untuk memudahkan masyarakat dan wisatawan melalui layanan GoRide, GoFood, GoSend dan GoPay.

Gojek mengutamakan rekrutmen pada pengemudi ojek lokal yang merupakan putra daerah, serta hadirnya Gojek untuk mendukung transportasi yang sudah ada sebelumnya.

Gojek memberikan dampak positif berupa kemudahan bagi masyarakat dan juga peningkatan perekonomian di tataran mikro selama masa pandemi Covid-19.

Layanan dalam Gojek juga membantu seruan pemerintah untuk di rumah saja untuk mengurangi penyebaran pandemi COVID-19. Dengan menghadirkan layanan GoFood & GoSend untuk membeli kebutuhan rumah tangga dan menjalankan bisnis UMKM.

Hadirnya Gojek di Bulukumba mendukung Pemerintah Daerah dalam penyediaan lapangan pekerjaan bagi pekerja informal selama pandemi Covid-19 berlangsung. Pekerja informal tetap mendapatkan akses untuk dapat meningkatkan perekonomian pribadi dan keluarga.