jump to navigation

Dipetisikan, AHM Pastikan Tak Akan Recall Honda PCX 17 April, 2019

Posted by proud2ride in Honda, Merk.
Tags: , ,
add a comment

7D4533B1-8668-429D-A1D0-DCA3D0B025D1

PT Astra Honda Motor menjawab dengan halus soal petisi yang dibuat konsumennya karena tak puas pada kondisi Honda PCX-nya. Ketidakpuasan tersebut berlanjut dengan membuat petisi dalam platform change.org. 

Petisi yang dibuat oleh Andreas Priyanto itu mendapat respon dari warganet yang ikut membubuhkan namanya. Dalam petisi  ada tiga hal yang dikeluhkan Andreas yakni Gredek di RPM rendah, Tarikan gas berat dan kasar di RPM rendah dan sepeda motor mendadak mati. 

Atas petisi tersebut, AHM mengajak konsumen untuk segera menghubungi bengkel jaringan AHASS untuk mendapatkan jalan keluarnya. “AHM terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi semua konsumen Honda jika mengalami kendala dengan sepeda motornya agar dapat nyaman digunakan kembali,” ujar Didi Kwon, GM Marketing AHM.

Meski begitu, petisi ini belum menjadi sebuah persoalan besar bagi AHM atas produknya. Karena tak semua motor mengalami hal ini. Akan dicek apa yang menjadi sebab timbulnya keluhan-keluhan tersebut.

General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin menjelaskan recall itu bagian dari tanggung jawab produsen. Namun untuk persoalan masalah PCX ini AHM memastikan tidak ada rencana recall.

“Intinya kami selalu berusaha mengedepankan kepuasan konsumen melalui layanan aftersales kami. Yang pasti, sepeda motor Honda yang diproduksi AHM sudah melalui standar pengecekan kualitas yang ketat sebelum dikirim ke konsumen,” ungkap Muhib.

Atas kasus petisi yang menimpa PCX ini, AHM mengaku tak mengurangi minat masyarakat untuk membeli skuter maxi ini. Indentnya cukup tinggi. Daftar antri ini membutuhkan waktu satu sampai dua bulan. “Selama bulan Januari sampai dengan Maret 2019 penjualannya hampir 60.000an unit.

Sejak diproduksi lokal, penjualan PCX meningkat tajam. Skuter matic ini dibandrol dengan harga on the road (OTR) DKI Jakarta Rp 28,02 juta untuk tipe CBS dan Rp 31,02 juta untuk tipe ABS, dan Rp 41,3 juta untuk PCX Hybrid.