jump to navigation

Penumpang Sepi, Leasing Dilarang Pemerintah Tarik Kendaraan Ojol 21 Maret, 2020

Posted by proud2ride in Social Politik.
Tags:
1 comment so far

AA7F35BE-59CE-418C-A194-14B05F217799

Sebuah kebijakan membantu kerja para Ojek Online (Ojol) dikeluarkan oleh pemerintah. Yakni selama masa epidemi Corona pihak leasing dilarang menarik sepeda motor Ojol yang bermasalah karena cicilan.

Hal ini diambil pemerintah karena melemahnya perekonomian selama masa penyebaran virus Corona. Masyarakat yang dihimbau tak melakukan kegiatan di luar rumah membuat konsumen Ojol menurun drastis.

Disebutkan, Ojol cukup resah dengan kondisi saat ini. Hingga khawatir adanya penarikan sepedan motor. Dalam hal ini pemerintah memberikan tenggang waktu untuk pengemudi Ojol selama setahun dalam hal pembayaran.

“Tidak diperkenankan bagi perusahaan leasing non-bank untuk menggunakan jasa penagihan atau debt collector yang menimbulkan keresahan bagi masyarakat, terutama ojek online,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (20/3/20).

Disebutkan, pengaruh Corona membuat banyak sekali sektor-sektor bisnis yang secara langsung terdampak terutama sektor pariwisata, transportasi, dan sektor lain yang terkait.

Nah, berbagai kebijakan pemerintah di sektor keuangan diharapkan dapat membuat para pengusaha tersebut bertahan. Kebijakan relaksasi terutama kebijakan ‘leasing’ motor untuk Ojol diharapkan bisa mempertahankan dan membangun ekonomi yang terpuruk.

Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJk) sebagai regulator dalam perusahaan pembiayaan juga telah menyetujui bhawa adanya pelonggaran perhitungan kolektabilitas kredit motor atau fasilitasi kredit motor bisa diperpanjang atau diturunkan untuk periode satu tahun.