jump to navigation

ARRC 2018 Thailand, Dua Hari Indonesia Raya Berkumandang di Kelas AP250 2 Desember, 2018

Posted by proud2ride in Balap & Touring.
Tags: , ,
2 comments

41EE9AD0-FFDA-45A4-9EBE-1070034B783C

Kelas AP250 Asia Road Racing Championship (ARRC 2018) betul betul dikuasai oleh para pembalap Indonesia. Dominasi tersebut berlanjut pada gelaran seri terakhir di Thailand.

Pada race pertama di lintasan Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Sabtu (1 Desember), pembalap Yamaha Rafid Topan sukses menjadi pembalap tercepat dan menyabet juara pada race ini.

Balapan sepanjang 10 lap ini berlangsung sangat ketat sejak lap awal. Tidak ada dominasi karena beberapa rider silih berganti memimpin perjalanan race yang wajib melahap 10 lap.

Pembalap Indonesia juga sukses mengamankan posisi kedua melalui pembalap Astra Honda Racing Team Awhin Sanjaya dan Muklada Sarapuech. 

917984F2-C7C1-4DAA-827F-C017CE0545DA

Dengan hasil ini, maka semakin membuka peluang Rafid Topan untuk meraih posisi runner-up dalam klasemen akhir AP250.  Saat ini Rafid Topan ada di urutan ke-3 klasemen sementara AP250 dan hanya berbeda 4 nilai saja dari Anupab Sarmoon (Yamaha Thailand Racing Team).

Namun sayang, pada balapan kedua di tempat yang sama pada Minggu (2 Desember), kegemilangan Topan gagal berlanjut. Dia hanya bisa finis di posisi 8.

Kali ini giliran Awhin Sanjaya yang bersinar dan membuat Indonesia Raya kembali berkumandang di Thailand. Posisi kedua juga kembali menjadi milik Indonesia melalui AM Fadli (Yamaha). Sementara posisi 3 milik pembalap Thailand Kritchaporn Kaewsonthi.

Di klasemen akhir, Reza Dhanica kokoh di puncak sebagai juara Asia, diikuti pembalap Yamaha Thailand Anupab Sarmoon, lalu mulai posisi 3 berturut turut hingga posisi 6 dikuasai pembalap Indonesia melalui Rafid Topan di posisi 3, diikuti Awhin Sajaya, Mario Suryo Aji (AHRT) dan AM Fadli (Kawasaki). Selamat buat para pembalap Indonesia!

99ED7192-4E03-4DC4-9055-10BA109E08E0

Tampil di Sepang 2018, Rafid Topan Juga Bereuni dengan Moto2 1 November, 2018

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Merk, Yamaha.
Tags: , ,
add a comment

497BC9B9-A5DE-40C8-97D6-FE68578F549D

Rafid Topan sempat membalap beberapa seri di ajang Moto2 tahun 2012. Nama pembalap yang dibesarkan Yamaha ini bahkan sempat turun full series di ajang kelas kedua di balapan MotoGP ini. Sayang prestasinya lemah hingga tak lagi diperpanjang oleh timnya.

Setelah itu pembalap asal Tanjung Priok, Jakarta ini, kembali turun kelas, mulai dari balapan nasional hingga terakhir di balapan Asia. Pekan ini, Topan sungguh bahagia. Dia bakal membalap lagi di ajang Moto2 sebagai pembalap wildcard.

Pekan ini Topan akan turun membalap di ajang GP Malaysia yang digelar di Sirkuit Sepang. Reuni Topan dengan aura balap dunia kembali terjadi. Modal Topan cukup besar, karena pernah membalap full di Moto2. Di ajang balap Asia, dia juga beberapa kali naik podium.

Rafid Topan akan membalap dengan menunggangi basis motor MV Agusta F3 800. Dia tampil bersama Forward Racing Tim. Tim ini cukup ternama karena telah banyak melahirkan pebalap – pebalap seperti Aleix Espargaro dan Lorenzo Baldasari, dll. Bersama pembalap Honda, Dimas Ekky, Indonesia punya dua wakil di balapan Moto2 pada akhir pekan ini.

Bagi Dorna sendiri, kehadiran pembalap Indonesia bisa mengundang banyak lagi penggila MotoGP di Indonesia. Sementara Forward Racing Tim menyatakan sangat antusias melihat perkembangan dunia balap dan para pecinta balap di Indonesia sehingga tertarik untuk bisa melibatkan Indonesia dalam ajang balap MotoGP.

1A5F8082-98CB-455F-8E47-C3C3F3DDCE37

Kesertaan Topan sendiri tak luput dari dukungan ATPM MV Agusta Indonesia. Steven Oentoro dan Febby Sagita selaku representative Forward Racing di Indonesia, mengajak Rafid Topan untuk turun di kelas balap Moto2 di MotoGP Sepang pekan ini.

Topan mengaku sangat bangga bisa kembali mewakili Indonesia dan berkesempatan untuk balapan di Moto2 dengan Tim Forward Racing yang bergengsi. “Saya senang dan saya tidak sabar menunggu di hari Jumat. Saya berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan kepada Giovanni Cuzari, selaku pemilik Tim Forward Racing dan MV Agusta Indonesia yang telah bekerja sama memberi saya kesempatan besar ini,” ujarnya.

Steven Oentoro berharap, upaya mereka ini bisa membuka mata pemerintah maupun swasta untuk ikut berperan aktif mengembangkan keterlibatan Indonesia di ajang MotoGP. “Bersama sama, mari kita bawa serta talenta-talenta muda Indonesia kedalam kancah dunia dan mengharumkan nama bangsa Indonesia,” ujarnya. 

Dimas ke Moto2 2019: Ini Deretan Pembalap Nasional yang pernah Jajal MotoGP 6 Oktober, 2018

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags: , , ,
add a comment

364D59B7-A703-47C9-91C5-703AF35C7E10

Dimas Ekky Pratama mengalami promosi karir balap tahun 2019. PT Astra Honda Motor yang membinanya bersama sejumlah sponsor telah menyatakan pembalap 25 tahun asal Depok, Jawa Barat ini resmi membalap di ajang MotoGP kelas Moto2.

Kepastian soal masa depan Dimas ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers, Jumat (5/10) di. Dimas Ekky akan membalap di GP Moto2 2019 full seri. Dia dipilih sebagai pebalap andalan Idemitsu Honda Team Asia, mewakili bakat-bakat terbaik dari belahan bumi Asia. Idemitsu Honda Team Asia merupakan tim balap yang berpengalaman di ajang GP.

Dengan bergabungnya Dimas di Moto2, dia menambah deretan pembalap Indonesia yang terjun di kancah balap dunia tersebut. Sebelumnya, pada tahun 2013, dua pembalap Indonesia merasakan kerasnya balapan di Moto2. Mereka adalah Doni Tata Pradipta dan Rafid Topan Sucipto. 

Topan tahun sebelumnya juga membalap di kelas ini bersama tim yang sama dengan status wild card. Sementara Doni Tata, juga pernah terjun di kelas ini saat masih bernama MotoGP kelas 250cc tahun 2008. Namun selama dua kali berlaga di ajang MotoGP, prestasi pembalap asal Sleman Yogyakarta ini tak terlalu menonjol.

6F878529-A150-4049-AF9E-2CE33F8A6604

Foto: Doni Tata

Doni Tata baru mencetak satu poin -finis ke-15, pada balapan Moto2 Australia di sirkuit Phillip Island. Doni menempati peringkat 28 klasemen sementara Moto2. Tim balapnya Federal Oil Gresini terpaksa mengakhiri kebersamaan dengan Doni di musim balap 2013.

Sementara itu, Rafid Topan Sucipto yang memperkuat tim QMMF Racing Team asal Qatar juga bernasib sama. Rider asal Jakarta ini hanya sekali membuat kejutan Saat mengawali race dari grid 5, tepatnya di MotoGP Jepang tahun 2013, meski di sirkuit Motegi dia gagal finis. Topan gagal meraih satu poin pun. Capaian terbaiknya finis di posisi ke-20.

Jatah Wild Card

Selain pembalap di atas yang merasakan balapan penuh semusim, ada juga beberapa pembalap lainnya yang tembus di ajang dunia dengan status wild card. Di antaranya M. Fadli yang mendapatkan kesempatan emas sekali dari tim JIR Moto2. Sayang saat itu dia gagal finis.

Selanjutnya Petrus Tobun Canisius. Pembalap Yamaha Indonesia ini mendapatkan jatah wild card di ajang Grand Prix 1996 kelas 125cc yang berlangsung di Sirkuit Sentul. Sayang juga Tobun hanya sanggup finis di posisi buncit.

A50605FD-D4AA-451D-A0FD-B0C9BA85E5E7

Foto: Rafid Topan

Selain Tobun di kelas yang sama, Ahmad Jayadi juga mendapatkan jatah wild card di ajang Grand Prix 1996 kelas 125cc. Jagoan Suzuki ini juga bernasib sama dengan Tobun, finis di barisan belakang.

Setahun berikutnya giliran pembalap Rudi Arianto yang beruntung dapat jatah tersebut. Di kelas 125cc di Grand Prix musim 1997 di Sirkuit Sentul tersebut, pebalap Yamaha ini gagal finis. 

Kita berharap, Dimas Ekky akan menorehkan prestasi lebih baik dari para seniornya ini. Berkaca dari prestasi, Dimas punya bekal berupa sederet gelar kejuaraan dunia yang sudah ditorehkannya.

Antara lain, juara di ajang Suzuka 4 Hours Endurance Race, juara Asia Road Racing Championship yang digelar di Sentul tahun lalu, hingga mengibarkan bendera Merah Putih untuk pertama kalinya di ajang CEV Moto2 European Championship dengan berdiri di podium ketiga pada seri Catalunya 2017.

2843A91C-7501-47E8-8464-DCCF36B14D88