jump to navigation

Meski Pandemi Covid-19, Adira Insurance Tetap Dukung Penuh Ajang Keselamatan di Jalan 16 Desember, 2020

Posted by proud2ride in Event.
Tags: ,
add a comment

Perubahan berskala besar yang terjadi atas dampak kehadiran COVID-19 merupakan tantangan besar bagi seluruh dunia untuk dapat beradaptasi, termasuk di Indonesia. Perubahan ini telah mengubah cara kita dalam beraktifitas, mulai dari belanja, bekerja hingga sekolah dilakukan dari rumah.

Meski kini mayoritas masyarakat sudah terbiasa beraktifitas dari rumah, kecelakaan lalu lintas tetap terjadi. Data Korlantas Polri memaparkan bahwa pada periode Minggu ke-32 tahun 2020 sendiri jumlah kecelakaan lalu lintas telah mencapai 1.234 kejadian.

Dari data berikut terlihat bahwa risiko kecelakaan lalu lintas tidak bergantung pada situasi lalu lintas. Menurut data Kepolisian yang dihimpun oleh Kominfo (2017), rata-rata 3 orang meninggal setiap jam akibat kecelakaan jalan di Indonesia.

Data yang sama menyatakan 3 penyebab utama kecelakaan lalu lintas antara lain; 61% kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia, yang terkait dengan kemampuan serta karakter pengemudi, disusul dengan 30 % disebabkan oleh faktor prasarana dan lingkungan, sementara 9 % disebabkan karena faktor kendaraan.

Sejalan dengan itu, PT. Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) menyadari pentingnya meningkatkan kepedulian  masyarakat akan keselamatan jalan.

Secara konsisten selama 10 tahun terakhir, Adira Insurance konsisten mengadakan kampanye I Wanna Get Home Safely untuk mendukung peningkatan keselamatan jalan di Indonesia dengan menggandeng berbagai lima pilar keselamatan jalan, komunitas dan NGO.

Kampanye keselamatan jalan yang dilakukan oleh Adira Insurance salah satunya menggandeng Pemerintah Daerah, bertajuk Indonesia Road Safety Award (IRSA). Melalui IRSA, Adira Insurance memberikan apresiasi kepada Kota dan Kabupaten yang memiliki penerapan tata kelola keselamatan jalan terbaik.

IRSA digagas dengan tujuan untuk menurunkan angka kecelakaan di Indonesia serta terus berupaya untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat baik pemerintah, pihak lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta, masyarakat dan berbagai pihak lainnya untuk terus peduli terhadap keselamatan jalan.

Situasi pandemi COVID-19 saat ini tidak menyurutkan semangat Adira Insurance untuk tetap berkomitmen penuh dalam bekontribusi pada keselamatan jalan.

Donni Gandamana, Direktur Adira Insurance, menegaskan, “Sejalan dengan tujuan awal kampanye keselamatan jalan I Wanna Get Home Safely yakni untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan bagi masyarakat Indonesia, kami secarakonsisten menggalakkan keselamatan jalan dengan melakukan berbagai penyesuaian terhadap program IRSA menjadi riset pemetaan profil keselamatan jalan di 15 Kota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia melalui Road Safety Behavior Research. Hal ini kami lakukan demi menjaga keamanan dan keselamatan kita bersama dan juga mendukung instruksi Pemerintah untuk mengurangi risiko penyebaran virus COVID-19.”

Road Safety Behavior Research dilakukan selama 3 bulan sejak Oktober 2020, dengan mengambil 1500 responden yang tersebar di 15 Kota di Indonesia. Berbeda dari riset yang sebelumnya dilakukan, riset yang sedang berjalan ini akan melihat bagaimana perilaku berkendara dari masyarakat Indonesia yang mencakup pengetahuan, sikap hingga kebiasaan.

“Riset ini merupakan pengembangan dari IRSA. Biasanya kami melihat bagaimana program keselamatan jalan yang diterapkan oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten berjalan dengan baik di mata masyarakat, sementara riset ini melihat dari sisi yang berbeda yaitu perilaku masyarakat itu sendiri. Kami berharap riset ini dapat menjadi inspirasi maupun referensi bagi Pemerintah, komunitas, lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta lainnya dan masyarakat untuk menerapkan sistem tata kelola keselamatan jalan yang lebih baik di Indonesia,” ungkap Donni.

IRSA sendiri merupakan bentuk kolaborasi dan sinergi Adira Insurance dengan 5 Pilar keselamatan jalan di Indonesia yang disesuaikan dengan Rancangan Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan, diantaranya Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Korps Lalu Lintas RI dan Kementerian Kesehatan.

“Membangun kesadaran masyarakat akan keselamatan jalan tentunya bukan merupakan pekerjaan jangka pendek dan hanya dikerjakan satu pihak saja. Ini membutuhkan strategi, kolaborasi, dan komitmen jangka panjang dari berbagai pihak. Oleh karena itu, Adira Insurance secara konsisten terus mewujudkan komitmen kami untuk membantu meningkatkan keselamatan jalan,” ungkap Donni.

Hasil riset Road Safety Behavior diharapkan dapat mendefinisikan Index Road Safety Behavior dari masyarakat Indonesia dan mengukur risiko berkendara dari perilaku masyarakat Indonesia di jalan. Adapun 15 kota yang diriset yaitu Denpasar, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Makassar, Malang, Padang, Yogyakarta, Tangerang, Medan, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, dan DKI Jakarta.

Intip 23 Kota dan Kabupaten Calon Juara Road Safety 2018 12 September, 2018

Posted by proud2ride in Event, lalu lintas.
Tags: , ,
add a comment

9B77AE24-1B38-4C67-86AB-8AAB5E5B6817

Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2018 kembali digelar untuk keenam kalinya. Penghargaan ini diberikan kepada kota dan kabupaten terbaik dalam hal penerapan tata kelola keselamatan jalan. 

IRSA merupakan rangkaian dari program corporate social responsibility Adira Insurance yang bertajuk kampanye I Wanna Get Home Safely!. Kampanye ini digagas dengan tujuan untuk menurunkan angka kecelakaan di Indonesia.

Tanny Megah Lestari, Business Development Division Head Adira Insurance, menegaskan, “Semangat dari program IRSA adalah untuk memberikan dukungan kepada pemerintah kota dan kabupaten agar terus bekerja keras menerapkan pilar-pilar keselamatan jalan di lingkungan pemerintahannya sehingga tercipta keselamatan jalan yang semakin baik.”

Di tahun 2018, tercatat sebanyak 137 kota dan kabupaten yang ikut serta dalam IRSA 2018. Dari 137 peserta, terpilih 23 kota dan kabupaten finalis IRSA 2018. 23 finalis terpilih, berdasarkan data-data keselamatan jalan seperti jumlah penduduk, luas wilayah, jumlah kecelakaan, jumlah fatalitas kecelakaan, dan data pendukung lainnya. 

Hingga saat ini, tahapan yang sedang berlangsung adalah observasi lapangan dan survei kepuasan pengguna jalan terhadap 23 finalis IRSA 2018, yang bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengukur kualitas penerapan tata kelola keselamatan jalan.

Tahun ini, IRSA diselenggarakan dengan berbagai pengembangan guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program. Antara lain perubahan metode survei kepuasan pengguna jalan. Survei dilakukan dengan lebih memperdalam aspek kuantitatif dengan tujuan agar data yang dihasilkan semakin valid dan komprehensif. 

Selain itu, dengan metode ini responden yang diwawancarai lebih banyak dengan sebaran wilayah lebih luas, sehingga semakin mewakili kepuasan masyarakat pada 23 finalis IRSA 2018. Pengembangan IRSA 2018 juga dilakukan dengan menambahkan atribut observasi seperti penerapan Smart City, pedestrian light crossing, yellow box junction, hingga pengecekan materi keselamatan jalan pada kurikulum sekolah.

Proses sharing session dan penjurian tahun ini juga merupakan pengembangan dari IRSA 2018. Tahapan ini nantinya akan dilakukan pada September mendatang dan berlangsung di Kota Surabaya. Pada tahap penjurian, finalis IRSA akan memaparkan berbagai program tata kelola keselamatan jalan di daerahnya di hadapan para juri yang terdiri dari perwakilan lima pilar keselamatan jalan dan para pakar road safety lainnya. 

Adapun penilaiannya mengacu pada lima pilar keselamatan jalan yang telah dicanangkan WHO dan diadopsi oleh banyak negara di dunia yakni manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan dan penanganan pra dan pasca kecelakaan.

C6DD9D43-3F39-4B71-B23E-13398604D398

“Kota Surabaya kami pilih sebagai tuan rumah Penjurian dan Sharing Session IRSA 2018, karena secara konsisten telah berhasil menjadi Pemenang IRSA 3 tahun berturut-turut sejak tahun 2015 dan tahun lalu Kota Surabaya berhasil menjadi Pemenang Utama untuk kategori Excellent City yang merupakan kategori tertinggi dalam IRSA. 

Berbagai prestasi di bidang keselamatan jalan juga telah diraih Kota Surabaya. Tidak hanya itu, kami ingin memberikan kesempatan kepada finalis untuk melakukan benchmark terhadap penerapan program-program keselamatan jalan yang telah berhasil dilakukan Kota Surabaya,” ujar Tanny.

Adapun pemenang tahun ini akan diumumkan pada penganugerahan penghargaan IRSA 2018 yang akan diselenggarakan pada November 2018 sebagai bentuk apresiasi terhadap kota dan kabupaten finalis IRSA 2018 yang telah menerapkan prinsip tata kelola keselamatan jalan dengan baik.

Berikut 23 finalis IRSA 2018:

a. Kota dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi.

  1. Kota Banjarmasin
  2. Kota Bogor
  3. Kota Bandung
  4. Kota Pekalongan
  5. Kota Yogyakarta

b. Kota dengan tingkat kepadatan penduduk rendah.

  1. Kota Ambon
  2. Kota Bitung
  3. Kota Bontang
  4. Kota Probolinggo
  5. Kota Samarinda

c. Kabupaten dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi.

  1. Kab. Tangerang
  2. Kab. Jepara
  3. Kab. Cianjur
  4. Kab. Kuningan
  5. Kab. Pacitan

d. Kabupaten dengan tingkat kepadatan penduduk rendah.

  1. Kab. Banyuasin
  2. Kab. Bangka
  3. Kab. Barito Kuala
  4. Kab. Kotabaru
  5. Kab. Ogan Komering Ilir

e. Excellent City

  1. Kota Balikpapan
  2. Kota Tangerang
  3. Kota Semarang