jump to navigation

3 Pebalap Astra Honda Siap Hadapi Balap Ketahanan Suzuka 26 Juli, 2019

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags: ,
add a comment

0296A88F-D39B-4172-A052-013DF2977681

Tiga pembalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) siap bersaing di ajang bergengsi dunia, Suzuka World Endurance 8 Hours, akhir pekan ini, 26-28 Juli 2019.

Mereka adalah Andi Farid Izdihar (Andi Gilang) yang akan berlaga di balap ketahanan 8 jam, sedangkan Irfan Ardiansyah dan Lucky Hendriansya akan membalap di balap ketahanan 4 jam.

Andi Gilang bergabung dengan Honda Asia-Dream Racing with SHOWA bersama dua pebalap lain, Zaqhwan Zaidi (Malaysia) dan Nagoe Teppei (Jepang), Minggu (28/7).

Sementara Irfan dan Lucky melaju bersama Astra Honda Racing Team untuk mewakili Indonesia di sirkuit legendaris Suzuka International Circuit sehari sebelumnya, Sabtu (27/7).

Andi merupakan salah satu pebalap pada persaingan ARRC, dan kini berada di posisi ketiga klasemen SuperSports 600cc. Bulan lalu, dia mendapatkan kesempatan bersaing di FIM CEV International Championship putaran Barcelona, Spanyol, dengan hasil finis di posisi ke-12 dan kelima pada dua balapan yang digelar.

Tahun lalu, menunggangi Honda CBR1000RR, Andi dan tim berhasil finish di posisi ketujuh. “Saya senang bergabung kembali di ajang Suzuka 8H Endurance tahun ini. Saya menikmati balapan tahun lalu, dan tahun ini target mendapatkan pace dan finish lebih baik bersama rekan sesama pebalap di tim,” ujar Andi.

4 Hours

Tahun ini, Irfan dan Lucky bersaing di Asia Road Racing Championship dan masing-masing berada di posisi kedua dan ketujuh klasemen kelas Asia Production (AP) 250cc. Keduanya memburu gelar pada kesempatan tahun ini demi mengharumkan nama bangsa.

“Saya memiliki pengalaman yang bagus di Suzuka 4H Endurance, khususnya saat saya meraih juara bersama Rheza Danica di ajang ini tahun 2016 silam. Dari latihan yang sudah kami lakukan beberapa hari lalu, saya optimis dengan pace time saya. Tapi saya belum puas dan berusaha untuk mempertajam pace saya di sesi latihan berikutnya,” kata Irfan.

06A61E0B-8C37-4FC5-89AC-0ED964F2AF24

Sementara Lucky di ajang ini merupakan kesempatan pertama dan menjadi tanggung jawab cukup besar yang diberikan AHRT kepadanya. “Ini merupakan pengalaman pertama saya balap dengan menggunakan CBR600RR. Saya rasa memang perlu adaptasi gaya balap setelah sebelumnya terbiasa balap dengan CBR250R. Sesi berikutnya akan saya manfaatkan sebaik mungkin memperbaiki catatan waktu,” ucap Lucky.

Suzuka 4 Hours akan digelar Sabtu (27/7/2019) pada pukul 07.00 – 11.00WIB, sementara Suzuka 8 Hours berlangsung Minggu (28/7/2019) pukul 09.30 – 17.30WIB.

Balapan 8 Jam di Suzuka Melawan Pembalap Top, Andi Gilang Finish 7 Besar 30 Juli, 2018

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda, Merk.
Tags: ,
add a comment

5C1BF767-D4F4-456D-B89D-8D7E6FC93D8D

Suzuka – Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Andi ‘Gilang’ Farid Izdihar berhasil mencetak prestasi membanggakan di ajang Suzuka 8 Hours Endurance World Championship di sirkuit Suzuka, Jepang yang digelar Minggu (29/7).

Andi Gilang yang turun bersama dengan tim Honda Asia Dream Racing finish di posisi ketujuh setelah bersaing dengan pebalap-pebalap level dunia. Pencapaian ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Andi Gilang turun di ajang ini menggunakan Honda CBR1000RR SP2 dengan nomor motor 22. Torehan hasil gemilang pebalap Indonesia di Suzuka 8 Hours Endurance World Championship ini diraih bersama Troy Herfoss (Australia) dan Muhammad Zaqhwan Zaidi (Malaysia) dalam tim Honda Asia Dream Racing. Mereka menuntaskan balapan sebanyak 195 lap dengan total waktu 8 jam 5, 666 detik.

F9835A31-1FB8-456C-A9A8-EAC413442C8A

Setelah terjadi taifun dengan kecepatan angin 170 Km/H pada malam sebelumnya, Suzuka 8 Hours Endurance World Championship tetap digelar. Kondisi cuaca yang berubah–ubah menguji konsentrasi dan strategi tim dalam memaksimalkan waktu saat balapan, pengisian bahan bakar dan penggantian ban. Pebalap pun harus fokus dan cepat beradaptasi dengan kondisi yang ada.

Memulai jalannya balapan dari posisi ke-11 atas raihan catatan waktu terbaik di sesi kualifikasi, tim Honda Asia Dream Racing sempat terdesak ke posisi 18 pada awal balapan. Namun perlahan posisi ini terus ditingkatkan hingga mampu masuk ke posisi 10 besar.

Memasuki lap ke 63, Gilang yang turun sebagai pebalap ketiga, meneruskan perjuangan rekan setimnya. Menduduki posisi ke-9 dari 64 tim yang bertanding saat memasuki lintasan balap, perlahan Gilang dapat mengejar pebalap di depannya dan naik ke posisi 7. Gilang pun terus mempertahankan posisinya hingga berganti dengan pebalap berikutnya.

Bersaing di ajang balap ketahanan dunia Suzuka 8 Hours serta menunggangi Honda CBR1000RR SP2 merupakan pengalaman pertama bagi Gilang. Pertarungan balap ketahanan kali ini diikuti beberapa pebalap top dunia seperti pebalap MotoGP Takaaki Nakagami dan Randy de Puniet, pebalap GP Moto2 Dominique Aegerter dan Isaac Vinales, pebalap Superbike World Championship, serta pebalap top dunia lainnya.

2FAF0ED6-C4FA-46BE-88A8-35FAD46F1715

“Saya sangat bersyukur atas hasil yang saya raih bersama tim Honda Asia Dream Racing. Saya berusaha tampil maksimal meskipun kondisi cuaca berubah-ubah, sehingga saya dan kedua rekan tim dapat memberikan best lap pada sesi masing-masing. Terima kasih untuk mekanik dan seluruh tim yang sangat solid,” ujar Andi Gilang. 

Kerjasama yang sangat baik ditunjukkan oleh mekanik dan pebalap Honda Asia Dream Racing selama balapan berlangsung. Hadirnya dua mekanik asal Indonesia di tim Honda Asia Dream Racing merupakan bukti atas kualitas mekanik Tanah Air yang dapat bersaing dengan mekanik-mekanik negara lain.

Direktur Marketing AHM Thomas Wijaya mengatakan hasil ini merupakan raihan prestasi yang membanggakan mengingat ini pengalaman pertama bagi Andi Gilang bertarung dengan pebalap-pebalap top dunia selevel MotoGP maupun World Superbike. Sebagai satu-satunya pebalap Indonesia di ajang ini, Andi tampil prima bersama tim Honda Asia Dream Racing dan bahkan meningkatkan pencapaian tim dibanding tahun sebelumnya.

“Perjuangan yang dilakukan oleh Andi Gilang patut diapresiasi. Bersaing berjam-jam tanpa mengenal lelah dengan pebalap-pebalap kelas dunia tentu menjadi pengalaman berharga baginya. “Semoga hal ini dapat menginspirasi pebalap-pebalap muda dan mekanik Tanah Air lainnya,” ujar Thomas.

Bertarung di Suzuka World Endurance, 3 Rider Indonesia Hadapi Pembalap MotoGP 9 Juli, 2018

Posted by proud2ride in Balap & Touring, Honda.
Tags:
add a comment

C4CC4425-6C40-4128-BD94-2B24800512AB

Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Andi ‘Gilang’ Farid Izdihar siap memberikan kebanggaan bangsa dengan berlaga di ajang balap ketahanan dunia Suzuka World Endurance 8 Hours di sirkuit Suzuka Jepang (26-29/7).

Andi Gilang menjadi satu-satunya pebalap Tanah Air yang bertarung dengan tunggangan Honda CBR1000RR dalam tim Honda Asia Dream Racing. Balapan ini juga diikuti pebalap MotoGP Takaaki Nakagami, pebalap Moto2 Isaac Vinales, serta pebalap-pebalap yang bersaing di ajang Superbike World Championship lainnya.

Tahun ini, Honda Asia Dream Racing diperkuat 3 pebalap yaitu Andi Gilang (Indonesia), Zaqhwan Zaidi (Malaysia), dan Troy Herfoss (Australia).

Sirkuit Suzuka bukanlah hal baru bagi Andi Gilang. Sebelumnya, pebalap asal Bulukumba, Sulawesi Selatan ini pernah mencicipi tantangan di sirkuit Suzuka saat turun di ajang Asia Road Racing Championship, Asia Talent Cup, maupun Suzuka World Endurance 4 Hours di tahun 2015.

AB5C1221-C91A-4F26-BDBC-C58F2235A30A

Kendati baru pertama kali balapan menggunakan Honda CBR1000RR, Andi optimis dalam menghadapi balap ketahanan dunia tahun ini. “Saya senang sekali dapat terpilih mewakili Astra Honda untuk dapat mengikuti Suzuka World Endurance 8 Hours. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai target minimal saya di top 5,” ujar Andi.

General Manager Marketing Planning & Analysis Division AHM A. Indraputra mengungkapkan, keikutsertaan ini merupakan bagian dari pembinaan balap berjenjang AHM  dalam mendukung talenta balap Tanah Air.

“Kami berharap pengalaman berharga yang didapatkan Andi Gilang dalam balapan ini dapat semakin menempanya menjadi pebalap berprestasi kelas dunia,” ujar Indraputra.

Balap Ketahanan 4 Jam

Sementara itu pada ajang Suzuka World Endurance 4 Hours, Astra Honda Racing Team (AHRT) menurunkan dua pebalap binaannya, yaitu M. Febriansyah dan Tommy Salim.

Feri panggilan dari M Febriansyah memiliki bekal pengalaman balap di sirkuit Suzuka saat dirinya turun di ajang Asia Dream Cup seri 2016. Sementara itu Tommy Salim, yang merupakan kakak kandung dari pebalap CEV Moto3 Junior World Championship Gerry Salim, merupakan lulusan dari Suzuka Racing School. Bekal yang dimiliki kedua pebalap ini  menjadi optimisme tersendiri untuk AHRT mencetak prestasi di ajang balap ini.

Selamat! Dimas Ekky 8 Besar di Balapan Dunia Suzuka 8 Hours Endurance 31 Juli, 2017

Posted by proud2ride in Honda, Merk.
Tags: ,
add a comment

IMG_4344

Bertarung dengan sejumlah pembalap beken dunia, tak membuat Dimas Ekky gentar. Malah prestasi membanggakan kembali dicetak pebalap muda Indonesia binaan PT Astra Honda Motor (AHM) itu.

Dengan perjuangan tak kenal lelah di ajang Suzuka 8 Hours Endurance World Championship di sirkuit Suzuka, Jepang (30/7), Dimas Ekky bersama timnya berhasil finis di posisi ke-8.

Hasil gemilang ini diraih Dimas Ekky (24) bersama Ratthapong Wilairot (Thailand) dan Muhamad Zaqhwan Zaidi (Malaysia) yang tergabung dalam Satu Hati Honda Team Asia. Ketiganya mampu menyelesaikan balapan 211 lap dengan total waktu 8 jam 1 menit 51,711 detik.

Start dari posisi ke 10, Dimas Ekky yang menjadi pebalap pertama Satu Hati Honda Team Asia harus mengalami insiden tersenggol pebalap lain saat balapan baru saja berjalan kurang dari 5 menit. Hal ini membuatnya turun hingga ke posisi 32 dari 69 tim yang bertanding.

Insiden tersebut juga mengakibatkan Dimas mendapatkan cidera di kaki sebelah kirinya. Dimas pun tetap bertahan dan terus memacu motor Honda CBR1000RR yang ditungganginya dengan menahan rasa sakit selama balap ketahanan 8 jam tersebut.

Tempaan beragam kompetisi balap dan latihan fisik yang intensif dalam proses pembinaan balap AHM membuat Dimas memiliki kemampuan untuk terus balapan dalam kondisi tersebut. Dimas bahkan mampu terus menekan dan mengejar pebalap-pebalap di depannya hingga naik ke posisi 12 hanya dalam waktu 1 jam di lap ke 25.

Pertarungan balapan ketahanan kali ini diikuti beberapa pebalap top dunia seperti pebalap MotoGP Jack Miller dan Randy de Puniet, pebalap Moto2 Takaaki Nakagami dan Dominique Aegerter, serta pebalap Superbike World Championship lainnya.

IMG_4345

“Saya bersyukur bisa meraih hasil ini. Terima kasih Satu Hati Honda Team Asia. Balapan tahun ini lebih sulit dari tahun lalu. Banyak pebalap level dunia serta tim balap yang banyak pengalaman dalam balapan ketahanan di Suzuka 8Hours ini. Saya bermain 3 sesi dengan menahan rasa sakit di kaki kiri setelah insiden di lap-lap awal. Saya terus berusaha karena yakin dengan kemampuan saya dan tim,” ujar Dimas Ekky.

Kerja sama yang baik juga ditunjukkan oleh mekanik dan pebalap Satu Hati Honda Team Asia selama balapan berlangsung. Kecepatan waktu saat pergantian pebalap, ban dan juga pengisian bahan bakar dilakukan secara cepat, hanya dilakukan dalam kisaran 15 detik. Kemampuan tersebut mampu mendukung pebalap untuk segera kembali ke lintasan dan memperpendek waktu dengan pebalap di depannya.

Perjuangan Satu Hati Honda Team Asia pun berbuah hasil dengan merangsek secara cepat ke posisi 9 pada lap ke 54 atau setelah 2 jam balapan. Para pebalap pun dengan konsisten mempertahankan pencapaiannya setelah 5 jam balapan dengan meraih posisi ke 6 pada lap 154.

Sesi terakhir pun berjalan tidak kalah seru bagi para pebalap yang masih bertahan. Satu Hati Honda Team Asia yang saat itu berada di posisi ke 5 besar harus masuk pit untuk mengganti lampu belakang yang tidak menyala. Pergantian tersebut menyebabkan tim harus turun menjadi posisi ke 9.

Dengan segala kemampuan, pada 30 menit terakhir Satu Hati Honda Team Asia terus berusaha memperpendek jarak dengan pebalap di depannya untuk finis di posisi ke 8 besar.

IMG_4346

Direktur Marketing PT Astra Honda Motor Thomas Wijaya mengatakan pencapaian ini merupakan kebanggaan bagi bangsa. Dimas Ekky yang menjadi pebalap Indonesia satu-satunya di ajang 8 Hours Endurance World Championship mampu menunjukkan bakat dan talenta yang luar biasa di bidang balap.

Sehari sebelumnya, pebalap binaan AHM lainnya yang tergabung dalam Astra Honda Racing Team (AHRT) turut bertarung di ajang balap ketahanan Suzuka 4 Hours Endurance Race di sirkuit yang sama.

Kedua pebalap AHRT yang diturunkan, Rheza Danica Ahrens dan Awhin Sanjaya berhasil menyelesaikan balapan dengan menempati posisi ketujuh dari 59 tim yang ikut serta pada balapan ketahanan tersebut dengan catatan waktu 3 jam 30 menit dan 55.043 detik.

IMG_4347