jump to navigation

Ingat ! Tilang Elektronik Buat Motor Diberlakukan, Ini Mekanismenya 30 Januari, 2020

Posted by proud2ride in lalu lintas.
Tags:
add a comment

8E9767A9-1337-417F-A224-AF3F271D9157

Aturan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) diberlakukan untuk sepeda motor di wilayah Jakarta mulai 1 Februari 2020.

Sebelum diberlakukan, ETLE akan memasuki tahapan ujicoba selama semingu. Kebijakan ini menyusul hal sama yang telah diberlakukan dan berjalan untuk kendaraan mobil.

Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar menjelaskan, mekanisme penindakan terhadap kendaraan roda dua tidak berbeda dengan roda empat atau lebih.

Lebih lanjut dijelaskan, jenis pelanggaran yang dikenakan kepada pengendara sepeda motor yakni melanggar rambu lalu lintas, marka jalan dan tidak mengenakan helm saat berkendara.

Alat pemantau akan mendeteksi pelanggaran berdasarkan nomor polisi kendaraan. Kemudian konfirmasi tilang akan dikirim ke alamat sesuai data dari surat-surat kendaran.

Untuk tahap awal ini, tilang elektronik diberlakukan untuk kendaraan dengan nomor polisi asal Jakarta atau plat B. Sedangkan plat selain itu belum diberlakukan.

Untuk lokasi, ETLE akan berlaku di tiga ruas jalan utama Ibukota, yakni Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin dan Koridor 6 Transjakarta atau sepanjang Mampang hingga Ragunan. Berikut ini mekanismenya:

Apa saja sasaran penindakan?

1. Pengendara yang tidak menggunakan helm

2. Pengendara yang melanggar marka jalan

3. Pelanggaran Stop Line

Bagaimana alur tilang ETLE ?

1. CCTV menangkap gambar pelanggaran pengendara hingga nomer pelat kendaraan yang otomatis terkirim ke back office TMC Polda Metro Jaya

2. Petugas akan mengecek identitas kendaraan dan pemiliknya ke database

3. Pengiriman surat konfirmasi tilang akan dikirimkan ke kediaman alamat pelanggar

4. Pelanggar diberi waktu tujuh hari menjawab surat konfirmasi tersebut melalui situs web atau mengirimkan blangko lampiran di surat klarifikasi yang bisa dikirimkan ke petugas

5. STNK pengendara akan diblokir jika tidak menindaklanjuti tahapan tilang

6. Pemilik kendaraan diberikan waktu tujuh hari melakukan pembayaran denda tilang melalui bank

Bikers Waspada ! Tilang elektronik Buat Motor Diberlakukan 22 Januari, 2020

Posted by proud2ride in lalu lintas.
Tags:
add a comment

76ACCF9A-C812-42EA-A5E8-A4B7C760EAEF

Bikers di mana saja, khususnya yang berplat B Jadetabek, harap waspada. Pasalnya, tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) segera diberlakukan untuk sepeda motor di wilayah Jakarta.

Kebijakan tilang dengan sistem elektronik ini akan resmi berlaku mulai 1 Februari 2020. Sebelumnya, kebijakan yang sama telah diberlakukan dan berjalan untuk kendaraan mobil.

Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar menjelaskan, mekanisme penindakan terhadap kendaraan roda dua tidak berbeda dengan roda empat atau lebih.

Lebih lanjut dijelaskan, jenis pelanggaran yang dikenakan kepada pengendara sepeda motor yakni melanggar rambu lalu lintas, marka jalan dan tidak mengenakan helm saat berkendara.

Alat pemantau akan mendeteksi pelanggaran berdasarkan nomor polisi kendaraan. Kemudian konfirmasi tilang akan dikirim ke alamat sesuai data dari surat-surat kendaran.

Sebelum menerapkan, aturan ini akan disosialisasi selama tujuh hari mulai 1 Februari 2020. Setelah 7 hati, penindakan hukum bagi pelanggar mulai diberlakukan.

Untuk tahap awal ini, tilang elektronik diberlakukan untuk kendaraan dengan nomor polisi asal Jakarta atau plat B. Sedangkan plat selain itu belum diberlakukan.

Untuk lokasi, tilang elektronik akan berlaku di tiga ruas jalan utama Ibukota, yakni Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin dan Koridor 6 Transjakarta atau sepanjang Mampang hingga Ragunan.  Nah bikers, wajib waspada ya !

Pengendara di Jakarta Awas ! Polda Terapkan Penertiban Lalin yang Modern 7 Desember, 2019

Posted by proud2ride in lalu lintas.
Tags:
add a comment

1B8FEAA3-443C-4FE7-8009-CD734E2E4E6C

Para pengandara di Jakarta, baik mobil maupun sepeda motor, perlu lebih waspada lagi. Pasalnya, Polda Metro Jaya telah mememulai babak baru dalam modernisasi kegiatan penertiban lalu lintas dan peningkatan pelayanan.

Antara lain, meningkatkan cakupan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik di wilayah Ibu Kota dengan pemasangan di jalur busway dan jalan tol. Nah, bagi mobil dan motor yang melintas di jalur busway atau melakukan pelanggaran di sekitarnya, bakal terpantau dengan jelas.

Kerjasama ini dilakukan Polda Metro Jaya bersama Pemprov DKI Jakarta serta PT Transjakarta. Kolaborasi bersama yang disebut sebagai ETLE Development Program ini dilakukan bersamaan dengan peluncuran E-Drives, Aplikasi Satpam Mantap dan Aplikasi HELP Renakta di Jakarta, Kamis (5/12).

Selain Kapolda Metro Jaya, Pada kesempatan ini hadir juga seluruh pemangku kepentingan di jalan raya seperti Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kapolri Idham Aziz, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta Kakorlantas Irjen Pol Istiono

Kapolda Metro Jaya me-lauching aplikasi baru. Inovasi-inovasi baru tersebut yaitu E-Drives, Bodycam, Aplikasi Satpam Mantap,dan Aplikasi Help Renakta. Invoasi baru ini dipaparkan oleh Irjen Gatot Eddy Pramono di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Jakarta.

Gubernur Anies menyatakan Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh semua inovasi ini. “Jadi kita bersyukur. Inovasi-inovasi ini kita ingin dorong terus,” ujarnya.

Penduduk di Jakarta saat ini hanya 23% yang menggunakan kendaraan umum, dan sisanya 77% masih menggunakan kendaraan pribadi untuk mobilitas sehari-hari.

Jika kita ingin memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke kendaraan umum, mengharuskan kenyamanan di kendaraan umum, terutama jalur TransJakarta yang steril. Karena itu, adanya kolaborasi ETLE di rute-rute Transjakarta berdampak amat positif pada peningkatan jumlah penumpang kendaraan umum.

Saat ini terdapat 12 kamera ETLE yang ditempatkan di kawasan Sudirman Thamrin. Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Polda Metro Jaya akan menambahkan 57 kamera ETLE yang terpasang di beberapa ruas jalan di Jakarta.

Selama satu tahun terakhir, sistem ETLE telah menindak 54.074 pelanggar lalu lintas, 25.459 pelanggar telah melakukan pembayaran denda, dan 28.615 pelanggar telah diblokir kendaraannya.

Melalui sistem ETLE, denda tilang yang telah diserahkan kepada negara sebesar Rp3,96 miliar. Di sisi lain, tilang elektronik telah mampu menurunkan jumlah pelanggar lalu lintas hingga 27% berdasarkan catatan Ditlantas Polda Metro Jaya.

“Ke depan insyaAllah nanti terobosan-terobosan yang dilakukan oleh bapak ibu di Polda, kita akan terus dukung. Dan kita berharap Jakarta nanti menjadi contoh. Karena alhamdulillah, Jakarta saat ini dinobatkan menjadi 1 dari 3 kota dengan perbaikan transportasi terbaik di dunia,” kata gubernur.

Belum Sebulan, 2500 Kendaraan Kena Tilang Elektronik di DKI 26 November, 2018

Posted by proud2ride in lalu lintas.
Tags: ,
add a comment

1076FD3D-6A44-4464-A6E5-B5CE94BD39A5

Tilang elektronik memakan banyak korban. Sejak diresmikan pelaksanaan uji cobanya awal November kemarin, Polda Metro Jaya sudah menilaing 2.500 lebih kendaraan yang kedapatan melakukan pelanggaran. 

Kepolisian juga sudah mengirimkan sebanyak 1327 surat konfirmasi soal kedapatan tilang dari CCTV ini ke alamat para pelanggar tersebut. Diketahui mereka yang telah menjalani sidang atau menerima vonis pengadilan sebanyak 124 orang.

Polisi bergerak cepat, setiap kendaraan yang tertangkap kamera pengintai melakukan pelanggaran langsung ditilang dan surat konfirmasi pun langsung dikirimkan. 

“Sejak awal November 2018, surat-surat konfirmasi telah kita layangkan,” ujar Kadirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf saat melaunching aplikasi tilang elektronik di Bundaran HI, Minggu, 26 November.

Sistem tilang elektronik ETLE mulai diterapkan Kamis (1/11/2018). Penerapan tilang dilakukan setelah uji coba sejak 1 Oktober 2018 usai digelar.

Sistem tilang ini mengandalkan kamera CCTV berteknologi canggih yang akan memantau pelanggaran lalu lintas. CCTV yang telah terpasang di 81 titik tersebut bisa merekam, meng-capture foto pelanggaran hingga menampakkan pelat nomor kendaraan.

Jika pengendara terbukti melakukan pelanggaran, polisi akan menerbitkan surat tilang. Nah, buat yang suka curi-curi melanggar saat tak ada polisi perlu waspada ini. Jangan sampai surat tilang melayang ke rumah!