jump to navigation

Agar Puasa Berkah, Ini 5 Cara Berkendara di Bulan Ramadan 15 Mei, 2019

Posted by proud2ride in lalu lintas.
Tags:
add a comment

6D26BA04-758C-4FCD-8EBE-DAAC451413FE

Berkendara saat bulan Ramadan menjadi tantangan tersendiri. Selain menahan lapar dan dahaga, kesabaran menjadi salah satu hal utama yang perlu dijaga saat bulan puasa.

Agar tetap dapat berkendara dengan aman dan nyaman serta tetap menjalankan puasa dengan baik, berikut ini 5 saran #cari_aman saat puasa dari tim safety ridingPT Astra Honda Motor (AHM) dalam berkendara naik sepeda motor selama bulan Ramadan. 

Persiapan Perjalanan (Smart Riding) : Persiapan sebelum berkendara di bulan puasa dilakukan sejak sahur dengan memilih asupan bernutrisi tinggi seperti sayur mayur dan buah-buahan.

“Selain itu para bikers juga disarankan perbanyak minum air putih saat sahur agar dapat mencegah terjadinya dehidrasi tubuh saat berkendara di terik panas matahari “ujar Johanes Lucky selaku Instuktur Safety Riding AHM.

Hal mendasar dalam menjaga keselamatan saat berkendara, para bikers juga menggunakan jaket, helm dan sarung tangan serta membawa kelengkapan surat berkendara.

Kenali Rute Perjalanan :

Agar perjalanan lebih efisien, para bikers dapat menggunakan aplikasi Peta Digital (GPS) untuk melihat situasi perjalanan dan memilih jalur alternatif yang tepat dan aman.

”Untuk daerah yang belum pernah didatangi, sebaiknya para pengendara pelajari situasi jalanan agar tidak membuang waktu karena tersesat di jalan dan terlalu lama berkendara.”

Beristirahat yang cukup :

Saat berkendara di bulan puasa, bikers juga harus tetap waspada dengan rasa ngantuk.  Untuk para bikers yang melakukan perjalanan jarak pendek, sempatkan beristirahat selama 10 menit.

“Lakukan istirahat setelah 1 sampai 2 jam berkendara, namun apa bila ngantuk nyerang atau konsentrasi sudah menurun segera beristirahat”.

65F597A7-F9B3-4706-810A-EBEC90B9B85A

Berfikir Positif :

Menjaga perilaku berkendara saat di jalan raya mungkin mudah dalam kondisi lalu lintas normal. Tapi dalam kondisi lalu lintas yang padat atau macet saat puasa bisa mempengaruhi emosi bikers, apalagi menjelang buka puasa. “Salah satu cara mencegah emosi adalah dengan selalu berfikir positif terhadap pengendara lainnya.”

Menjaga Toleransi :

Melihat prilaku bikers yang kurang tepat dalam berkendara juga dapat memancing emosi, seperti menyerobot jalanan, berkendara melawan arus maupun menggunakan trotoar.

Pada kondisi seperti ini, bikers harus mengedepankan toleransi dan rasa sabar agar kepentingan sesama pengguna jalan dapat terpenuhi serta tetap mampu mengendalikan emosi saat berpuasa.

Berpuasa, Ini Tips Berkendara Pintar di Bulan Ramadhan Dari Honda 26 Mei, 2018

Posted by proud2ride in Honda, lalu lintas, Merk.
Tags: ,
add a comment

12B50E49-8EA4-46B2-941D-44103D3703C8

Berpuasa di bulan Ramadhan seharusnya tidak menghalangi kita untuk tetap beraktivitas. Para bikers berpotensi mengalami dehidrasi dibandingkan hari biasa dan juga bisa mengurangi konsentrasi saat berkendara. Akibatnya, tentu saja bisa menimbulkan insiden buruk. 

Selain menahan lapar dan dahaga, sifat emosi menjadi salah satu hal utama yang perlu dijaga saat bulan puasa. Bagi para bikers yang beraktifitas di daerah urban hal ini menjadi tantangan tersendiri, terutama saat berkendara di jalan raya yang penuh kemacetan. 

Agar tetap dapat berkendara dengan aman dan nyaman serta tetap menjalankan puasa dengan baik, berikut ini 5 saran Cari Aman dari tim safety riding PT Astra Honda Motor (AHM) dalam berkendara selama bulan Ramadhan.

Persiapan Perjalanan (Smart Riding) :

Kesiapan bikers selama menempuh perjalanan beraktivitas saat berpuasa dimulai sejak sahur, yaitu dengan memilih asupan yang bernutrisi tinggi semisal sayur mayur, buah-buahan serta perbanyak minum air putih agar dapat mengurangi dehidrasi tubuh saat berkendara. 

Dalam unsur dasar keselamatan berkendara, para bikers wajib menggunakan jaket, Helm dan sarung tangan serta membawa kelengkapan surat berkendara sebelum memulai perjalanan.

Kenali Rute Perjalanan : 

Kemacetan ibukota di pagi hari dan pada jam pulang kerja merupakan salah satu hal yang dapat menimbulkan emosi. Hal ini dapat dihindari dengan menggunakan aplikasi berfitur Global Positioning System (GPS) yang dapat membantu bikers melihat situasi jalur perjalanan, sehingga dapat memilih alternatif jalur perjalanan yang tepat dan aman, serta terhindar dari kemacetan. 

Apabila bikers harus menuju lokasi yang belum pernah didatangi, para bikers sebaiknya pelajari situasi jalanan terlebih dahulu agar tidak membuang waktu karena tersesat di jalan dan terlalu lama berkendara.

6CF4BA3D-58F6-4090-BED0-9FA1938D5805

Beristirahat : 

Meskipun panasnya udara di siang hari membuat ingin segera tiba di tujuan, bikers tetap harus waspada terhadap ngantuk yang menyerang. Alangkah baiknya bikers menepi terlebih dahulu dan beristirahat selama 10 menit. 

Bagi bikers yang melakukan perjalanan jauh dan melakukan perjalanan lebih dari 2 jam, disarankan untuk beristirahat minimal 20 – 30 menit. Lakukan kembali pemanasan kecil pada beberapa bagian tubuh, seperti bagian kepala, tangan dan kaki hingga tubuh kembali merasa bugar.

Berfikir Positif : 

Perilaku pengendara lain saat di jalan raya tidak dapat diprediksi, terutama saat lalu lintas mengalami kepadatan menjelang berbuka puasa. Hal ini bisa mengakibatkan terpancingnya emosi bikers. Hal ini dapat dicegah, salah satunya dengan selalu berfikir positif terhadap pengguna sepeda motor atau kendaraan lainnya.

Bersikap Saat Berkendara : 

Sering kita lihat tindakan bikers yang tidak patut untuk dijadikan contoh berkendara, misalnya menyerobot jalan, berkendara melawan arus, menggunakan bahu jalan, bahkan tidak mentaati rambu lalu lintas.  

Pada kasus seperti ini, makna toleransi dan rasa sabar merupkan salah satu kunci yang perlu dikedepankan di dalam pemikiran para bikers agar kepentingan sesama pengendara dapat terpenuhi dan menjaga kekhusyukan ibadah puasa selama bulan Ramadhan.